Mungkin yg juga tidak kalah pentingnya adalah skenario hilirnya yg 
terintregrasi dg hulunya , Kalau gas unconvensional {CBM } ini akan 
dikembangkan besar besaran maka juga dipikirkan bagaimana pasar dalam negerinya 
, apa tidak sebaiknya produser gas ini tdk menjual gas nya lamgsung tapi sdh 
dijadikan listrik.{ Jualan listrik ditempatnya   dimana  jaringannya dibangun 
pemerintah /PLN  }misalnya  Listrik hasil CBM  ini yg dikirim ke seluruh 
Sumtara yg sdh siap dg jaringannya dan juga dikirim ke Jawa melalui kabel bawah 
laut atau lewat jembatan selat Sunda yg kabarnya akan dibangun , bahkan kalau 
sdh sampai Jawa bisa langsung ke Bali bahkan lombok, rasanya lbh mudah ngirim 
setrumnya  daripada Gas CBM nya, 
Bisa Bisa PLTN gak perlu dibangun

 
Sent by Liamsi's Mobile Phone

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Date: Mon, 21 May 2012 20:35:47 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Frontier atau Unconventional ?

Lah kalau keduanya dalam lokasi geografis yang berbeda ya ga apapa
dijalankan bersama-sama to Mas OQ?
Kecuali memang operasi keduanya saling berkaitan erat. Misal, apakah
didahulukan CBM atau pengambilan Batubaranya ? Keduanya jelas saling
tumpang tindih.
Bahkan kalau saya lihat dapat dilakukan secara simultan mengapa tidak ?
Misal deeper exploration frontier target dengan tight gas.

Jadi kalau yg ditanya OQ antara frontier dan unconventional saya rasa
bareng2 gapapa.

Rdp

On Monday, May 21, 2012, o - musakti wrote:

>
> Untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas Indonesia saat ini,
> kira-kira yang manakah yang lebih perlu digalakkan  apakah eksplorasi di
> daerah frontier atau e&p unkonventional ?
>
> (Tapi jawaban jangan dua-duanya dong ya...)
>
> Kalau saya pribadi lebih cenderung ke arah unconventional (shale gas atau
> cbm)terutama di daerah yang infrastrukturnya sudah tersedia seperti south
> and central sumatra, east Kal dll. Kenapa ? Karena penemuannya (in place
> volumetric) relatif lebih mudah dengan resiko lebih kecil sedangkan
> exploitasi (recovery) nya bisa mengadopsi apa yang sudah dilakukan di US
> maupun Australia......
>
> Just my 2 cents
>
> O'
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
> Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir
> pengiriman abstrak 28 Februari 2012.
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
> email to: [email protected] <javascript:;>
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>

-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

Kirim email ke