Isu perpanjangan kontrak ini memang sering menjadi isu hangat ,
masalah ini sebetulnya masalaha B to B tapi karena menyangkit B
yg besar bukan Hil yg mustahal juga  membawa G to G juga, dalam
kontrak memang tdk diatur , tapi karena ada "pintunya" di UU yg
membolehkan K3S memperpanjang Kontraknya , makanya dicarilah
berbagai alasan alasan ( subyektif maupun subyektifnya )kalau
memang daerah tsb msh menguntungkan untuk diperpanjang.
Pertanyaannya apakah dihilangkan saja "pintunya" tsb sekalian (
Kontrak ditegaskan kalau tidak bisa diperpanjang )
Dalam berita dari ESDM beberapa waktu dibawah ini apa juga
dibahas ttg Perpanjangan Kontrak ya , .....wallahualam.....


KUNJUNGAN KERJA MENTERI ESDM KE PERANCIS DAN INGGRIS
23-27 JULI 2012

Menteri ESDM Jero Wacik didampingi Dirjen Migas Kementerian
ESDM Evita H. Legowo, Deputi Operasi BP Migas, dan beberapa
Staf Khusus Menteri ESDM melakukan kunjungan kerja ke Perancis
dan Inggris dalam rangka pertemuan bilateral peningkatan
kerjasama bidang energi dan sumber daya mineral dengan
Pemerintah Perancis dan Inggris, tanggal 23 s.d. 27 Juli 2012.Menteri ESDM dan 
rombongan bertolak dari Jakarta 22 Juli 2012
dan telah bertemu dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri
Perancis Mrs. Nicole Bricq di Paris hari Senin (23/7/2012).
Dalam pertemuan tersebut dibahas usaha peningkatan kerjasama
bilateral dalam bidang energi dan mineral, termasuk peran
perusahaan yang berasal dari Perancis; diantaranya TOTAL yang
mengoperasikan Blok Mahakam Kalimantan Timur, serta ERAMET
perusahaan nickel yang akan membangun smelter nickel di
Halmahera dengan rencana investasi lebih dari 5 Milyar EURO.Selanjutnya, 
Menteri ESDM Jero Wacik bertemu dengan President
TOTAL Upstream, Yves-Louis Darricarrere di Paris, Selasa
(24/7/2012) untuk membahas kegiatan investasi TOTAL di masa
mendatang, dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Minister
of Ecology, Sustainable Development and Energy, Mrs. Delphine
Batho pada Rabu (25/7/2012).Dalam pertemuannya dengan ERAMET, Presiden ERAMET 
menyampaikan
apresiasi dan salut dengan pertumbuhan ekonomi dan
memperkirakan dalam waktu dekat Indonesia akan tumbuh menjadi
salah satu Negara terkuat di dunia. Hal ini memberikan
keyakinan kepada mereka untuk berinvestasi di Indonesia. Hal
senada juga diungkapkan Presiden TOTAL Upstream mengenai
keyakinan mereka dalam berinvestasi di Indonesia. Keyakinan ini
yang mendorong TOTAL juga terus berinvestasi di blok-blok baru
di Indonesia. Sebagaimana diketahui TOTAL saat ini melakukan
eksplorasi di 24 blok lain di Indonesia, di luar blok Mahakam.
Menteri ESDM dan rombongan meninggalkan Perancis pada Rabu
siang. Dijadwalkan pada hari Kamis dan Jumat Menteri ESDM dan
rombongan akan bertemu dengan Minister of State at the Foreign
and Commonwealth Office, Rt. Hon. Lord David Howell dan
beberapa investor migas asal Inggris. Berturut-turut Menteri
ESDM akan bertemu CEO British Petroleum (BP) membicarakan
rencana pengembangan Train-3 Lapangan Tangguh di Papua, serta
bertemu pihak Premiere Oil dan Shell untuk membahas rencana
investasi ke depan di Indonesia.
ism



> Coba baca di Pikiran Rakyat hari ini, tentang analisis di
> halama 2 Politik tulisan dari YHerman Ibrahim, dgn judul
> "Intensitas Perang 'neocortex' di Indonesia semakin tinggi".
>
 Perang kemerdekaan kita dikalahkan melalui KMB, yang
> mengubah penjajahan fisik memjadi penjajahan politik
> ekonomi dan psikologis. Termasuk jebakan utang,
> ketyergantungan sistem keuangan dan moneter IMF dan Bank
> Dunia.
 Lah buka sajalah sendiri di PR.
> Lihat perang aceh bermuara di Helsinki, dll termasuk teror
> anak2.   pupuk bawang yang tiba2 punya bahan bom, senjata
> dll, yAng tidak jelas asalnya dan dgn mudah dijelaskan oleh
> pemerintah.
 Silakan buka saja PR di media elektronik.
> Salam.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: abacht...@cbn.net.id
> Date: Thu, 13 Sep 2012 08:14:29
> To: <iagi-net@iagi.or.id>
> Reply-To: <iagi-net@iagi.or.id>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Kuasai 47% Ladang Minyak RI, Tapi
> Produksi Pertamina Cuma Nomor 3
 Hampir-hampir saya tidak
> percaya kalau kalimat-kalimat yg diberitakan detikcom ini
> berasal dari RRR yg pernah saya kenal baik sbg dosen dan
> konsultan pemboran/migas yg nasionalis, merah putih dan
> sangat percaya dg kekuatan intelektualitas dan
> professionalisme bgs sendiri sebelum dia masuk BPMigas
> kemudian akhirnya jadi WaMen ESDM.
>
> Sangat terlihat bagaimana tendensiusnya pejabat kita dg
> berbagai pernyataan untuk mendelegitimasi usaha-usaha
> Pertamina mendapatkan blok-blok migas produksi yang dikuasai
> MNC yg memang sudah akan habis masa kontraknya yg memang
> Pertamina sendiri dibenarkan secara UU dan PP untuk
> mendapatkan dan mengelolanya dari pemerintah, spt halnya
> Blok Mahakam ini.
>
> Pernyataan2 yg meragukan apakah Pertamina mampu
> mengoperasikan lapangan migas sebesar lapangan2 di blok
> Mahakam sambil melemparkan kenyataan bhw Pertamina belum
> memaksimalkan operasi di 47% penguasaan-nya atas lapangan
> migas Indonesia benar-benar terasa sebagai pernyataan
> politis meskipun kelihatan agak teknis krn dibungkus
> angka-angka. Karena pada dasarnya hanya statistik pilihan yg
> cocok dg keinginan saja yg dimunculkan. Sementara itu
> statistik ttg bgmn Pertamina berhasil meningkatkan efisiensi
> operasi dan produksi di ONWJ dan di WMO stlah mrk ambil alih
> dari MNC bbrp tahun lalu, dan juga di blok2 yg bersebelahan
> dg blok Cepu yg dioperasikan MNC, kesemuanya ditutupi dan
> tdk dihighlight. Benar-benar tidak fair dan sangat politis.
>
> Juga pentungan2 klasik u/menakut-nakut-i spt teknologi dan
> biaya tinggi lagi2 diungkapkan di media untuk menjustifikasi
> bhw pemerintah lebih suka Total yg mengoperasikan Blok
> Mahakam. Benar-benar menggelikan dan sangat mencolok
> keberpihakan yg sdh diatur dr atasnya sana ini. Kita semua
> di industri migas tahu: teknologi bisa dibeli, biaya tinggi
> bisa dipinjam dan dinegosiasi, selama kita punya asset yg
> bisa dijaminkan dan manajemen professional yg bisa
> diandalkan, itu semua tidak akan pernah jadi masalah dlm
> operasi migas segede apapun dia punya dimensi. Sedih. Bener2
> sedih.
>
> Yang lebih parah adlh pernyataan ttg: "... apakah Total mau
> beri data-data teknis di blok tersebut yang puluhan tahun
> dikerjakannya? Tentu tidak. Artinya akan mulai dari awal
> lagi". Seolah-olah yg bicara tdk mengerti sistim PSC di
> Indonesia dan tdk memahami UU Migas (baik yg lama maupun yg
> baru) yg menyatakan bhw semua data migas milik negara!!!!
> Bukan milik Total! Parah. Bener2 parah.
>
> Mau dikemanakan migas, mineral, dan energi Indonesia kita
> ini kalau pejabat2 kita sdh bicara aneh2 kayak begini.
>
> Atau malah kita perlu bersikap sebaliknya: kasihan ya,
> Rudi!!!?
>
> Salam
> ADB
> Geologist Merdeka
> (Suka dan bangga krn Total telah lebih dr 40th ikut
> membangun Indonesia, tapi lebih suka lagi kalau asset yg sdh
> mrk kuasai sekian lamanya dikuasai dan dioperasikan oleh
> entitas bangsa sendiri!!!!)
 Powered by Telkomsel
> BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: <lia...@indo.net.id>
> Date: Thu, 13 Sep 2012 13:11:26
> To: <iagi-net@iagi.or.id>
> Reply-To: <iagi-net@iagi.or.id>
> Subject: [iagi-net-l] Kuasai 47% Ladang Minyak RI, Tapi
> Produksi Pertamina Cuma Nomor 3
 Kuasai 47% Ladang Minyak
> RI, Tapi Produksi Pertamina Cuma Nomor 3
 Rista Rama Dhany -
> detikfinance
> Kamis, 13/09/2012 12:52 WIB
> Jakarta - Pemerintah mengharapkan PT Pertamina (Persero)
> bisa
> lebih memaksimalkan ladang minyak yang dimilikinya saat
> ini.
> Karena, 47% ladang minyak dan gas di Indonesia dikuasai
> Pertamina, namun produksi migasnya hanya menduduki posisi
> nomor
> 3.
> "Pertamina itu menguasai 47% ladang minyak di wilayah kerja
> migas seluruh Indonesia. Tetapi produksinya malah masih
> nomor 3
> dibanding perusahaan minyak yang lain di Indonesia," kata
> Rudi
> di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/9/2012).
> Menurut Rudi, Pertamina tidak perlu terlalu bernafsu untuk
> menguasai lapangan-lapangan minyak dan gas milik perusahaan
> asing yang kontraknya segera habis, seperti Blok Mahakam.
> Dikatakan Rudi, Blok Mahakam saat ini dikuasai oleh
> perusahaan
> asal Prancis Total Indonesie yang kontraknya akan habis
> 2018.
> Pertamina memang mengincar lapangan migas ini.
> "Maksimalkan ada yang dimiliki saat ini, tingkatkan
> produksinya, tingkatkan SDM dan teknologinya," kata Rudi.
> Memang, kata Rudi, secara nasionalisme, Pertamina perlu
> didukung untuk menjadi perusahaan minyak milik negara.
> Namun
> apabila Pertamina menguasai seluruh ladang minyak di
> Indonesia
> dan menyuruh perusahaan asing pergi, Rudi menyangsikan
> Pertamina mampu menggarap semuanya.
> "Kita tetap perlu asing untuk memproduksi minyak di
> Indonesia.
> Contoh misal mau menguasasi Blok Mahakam, apakah Pertamina
> mampu memproduksi minyak dan gas sebesar yang dilakukan
> Total?
> Sulit, karena memerlukan teknologi dan biaya yang tidak
> sedikit, dan apakah Total mau beri data-data teknis di blok
> tersebut yang puluhan tahun dikerjakannya? Tentu tidak.
> Artinya
> akan mulai dari awal lagi," ujar Rudi.
> Untuk itu, Rudi meminta kepada Pertamina untuk
> memaksimalkan
> produksi yang ada tersebar di seluruh Indonesia.
> "Maksimalkan
> apa yang ada dulu. Karena untuk produksi minyak saja saat
> ini
> Pertamina EP hanya ada di urutan ketiga, di mana produksi
> migas
> pada 2013 ditarget hanya sekitar 132,3 ribu barel setara
> minyak
> per hari, kalah dibandingkan Total dan Chevron yang hanya
> memiliki 2 wilayah kerja saja," tegas Rudi.
> Seperti diketahui, untuk estimasi lifting migas di 2013,
> Total
> E&P Indonesie dengan wilayah kerja Mahakam dan Tengah
> menjadi
> produsen terbesar dengan produksi 382,2 ribu barel setara
> minyak per hari. Lalu Chevron Pacific Indonesia di wilayah
> kerja Rokan dan Siak dengan estimasi produksi migas 335
> ribu
> barel setara minyak per hari, dan Pertamina EP dengan
> wilayah
> kerja seluruh Indonesia estimasi produksi migas sebesar
> 290,3
> ribu barel setara minyak per hari.
>
>
>
>
> ___________________________________________________________
> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>
>
>
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
> September 2012.
 REGISTER NOW !
> Contact Person:
> Email : pit.iagi.2...@gmail.com
> Phone : +62 82223 222341 (lisa)
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
 To subscribe, send email
> to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are
> advised to post the email to: o...@iagi.or.id
 Visit IAGI
> Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
 IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------> 
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information posted on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be
> liable for any, including but not limited to direct or
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting from loss of use, data or profits, arising out of
> or in connection with the use of any information posted on
> IAGI mailing list.
> --------------------------------------------------------------------->



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
REGISTER NOW !
Contact Person:
Email : pit.iagi.2...@gmail.com
Phone : +62 82223 222341 (lisa) 
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: o...@iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke