Bung  Bandono S, kayaknya NKRI ini terancam pihak yang ingin meng-koyak2. Kalau 
lihat perjalanan industri migas ini analog dengan perjalanan kerajaan Mataram. 
Sebelum lahir kerjaan Mataram, ada Kerajaan Demak dengan R. Patah yg 
dilanjutkan dengan Sultan Trenggono, ada Kerajaan Pajang dengan Hadiwijoyo. 
Akhirnya Panembahan Senopati mendirikan Kerajaan Mataram yang berpusat di Kota 
Gede, raja ketiga adalah Sultan Agung yg terkenal dan menjadi Pahlawan 
Nasional. Dalam perjalanan Mataram, datang Belanda (VOC). Oleh VOC Mataram 
dibagi menjadi dua melalui Perjanjian Gianti, menjadi Keraton Kartosuro dan 
Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Sekarangpun Keraton Kartosuro masih diributkan 
masalah pergantian raja, sedangkan Yogyakarta diributkan status 
keistemewaannya. 
Kita lihat perjalanan industri perminyakan. Sebelum lahir Pertamina, ada 
Permina, Pertamin, dan Permigan. Akhirnya semuanya dilebur dan dibentuklah 
Pertamina. Dalam Perjalanannya IMF memecah Pertamina melalui UU 22/2001. 
Jadilah Keraton PT. Pertamina (Persero), dan Keraton BPMIGAS. Sampai sekarang 
PT. Pertamina (Persero) masih dikoyak-koyak oleh invisible hand, dan 
keistemewaan serta kedaulatan BPMIGAS juga dipersoalkan terus keabsahannya. 
Mari kita belajar dari kerajaan Mataram yang menjadi korban politik devide at 
empera VOC. Janganlah perminyakan kita pilar penopang utama NKRI dipecah belah 
oleh Neolib. 

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kirim email ke