Mohon ijin pak, gambarnya untuk dikopi.

Salam,
Ery

Sent from my iPad

On 7 Okt 2012, at 19:05, "Sujatmiko" <[email protected]> wrote:

> Rekan-rekan IAGI yang budiman,
>  
> Sehubungan dengan diskusi tentang Jembatan Selat Sunda yang begitu banyak 
> menyerap partisipasi  rekan-rekan IAGI, barangkali ada manfaatnya kalau mang 
> Okim informasikan bahwa Lokakarya bertema : Kondisi Bahaya Geologi Dalam 
> Rangka Pembangunan Jembatan Selat Sunda pernah diadakan di Jakarta pada  30 
> September 2010. Pembicaranya adalah : Ir. Denis H.Sumadilaga MSc., Ir. Engkon 
> K. Kertapati , Prof.Dr.Hery Harjono , Prof.Dr. Hasanuddin Z.Abidin, Dr. 
> Hamzah Latief, Dr. Surono, dan Krisbudiono MSc. Moderator lokakarya adalah 
> Dr.Ir.Sutikno Bronto. Mang Okim mengetahui  hal ini karena panitia lokakarya 
> memesan souvenir bernuansa Jembatan Selat Sunda dengan basement batumulia ( 
> beberapa gambar souvenir terlampir ).
>  
> Selain souvenir untuk Lokakarya, mang Okim mendapat juga pesanan souvenir 
> bernuansa Jembatan Selat Sunda  dari Fakultas Ilmu dan Teknologi  Kebumian 
> ITB  untuk  Purna Bakti  Dr. Ir. Teuku Lukman Aziz MSc. ( Program Studi 
> Geodesi dan Geomatika , 1 Agustus 2010 ) dan Drs. Muhamad Ali ( Program Studi 
> Oseanografi , 1 November 2010 ). Dengan demikian mang Okim memperkirakan  
> bahwa permasalahan Rancang Bangun Jembatan Selat Sunda dari perspektif 
> geologi telah dibahas oleh para ahli kebumian dengan inisiator Fakultas Ilmu 
> dan Teknologi Kebumian ITB. Untuk memastikan hal ini dan sekalian mendapatkan 
> masukan tentang hasil Lokakarya, barangkali IAGI dapat mengontak 
> Dr.Ir.Roebijanto Kapid atau rekan-rekan lain di ITB , atau para ahli yang 
> menjadi pembicara / moderator di Lokakarya.
>  
> Menurut pikiran sederhana mang Okim siih, rasanya sayang  ya menganggarkan 
> uang yang konon senilai Rp 225 Triliun untuk membangun Jembatan Selat Sunda 
> yang lokasinya saja di daerah yang rawan bencana geologi.  Ketika terakhir 
> kali mang Okim berkesempatan menikmati Cruise Dinner di Bangkok ( Mei 2012 ), 
> mang Okim sampai terheran-heran dan terharu melihat puluhan kapal  restoran 
> bertingkat yang bersliweran dengan lampu-lampu yang indah dan penumpang yang 
> penuh --- padahal Thailand bukan negara maritim seperti Indonesia - - - ta’ 
> iya ! Mang Okim membayangkan betapa akan lebih sesuainya bagi Indonesia 
> sebagai negara maritim beneran  kalau anggaran senilai Rp 225 Triliun itu 
> dipakai untuk membangun  sarana di pelabuhan penyeberangan ,  membeli 
> kapal-kapal modern, dan menyiapkan sarana pendidikan manajemen kelautan 
> berikut SDM nya, dll . Itu siih mimpi mang Okim yang mungkin saja out of date.
>  
> Salam cinta maritim - - - dan batu mulia,
>  
> Mang Okim
>  
> LAMPIRAN  GAMBAR  SOUVENIR
> ( LUKISAN CAT MINYAK DAN BATU MULIA , UKURAN GAMBAR : 18 x 12 CM )
>  
> <image001.jpg>
> Gambar 1 :  Basement Banded Agate ( Pembicara Lokakarya )
>  
> <image002.jpg>
> Gambar 2 : Basement Banded Agate ( Pembicara Lokakarya )
>  
> <image003.jpg>
> Gambar 3 : Basement Silicified Banded Tuff ( Pembicara Lokakarya )
>  
> <image004.jpg>
> Gambar 4 : Basement Fire Jasper ( Purna Bakti )
>  
> <image006.jpg>
> Gambar 5 : Basement Silicified Flysch Sediment ( Purna bakti )
>  
> From: wikanw [mailto:[email protected]] 
> Sent: 07 Oktober 2012 12:26
> To: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Diskusi panel jembatan Selat Sunda
>  
> Rancang bangun Jembatan Selat Sunda pernah juga dipamerkan di Pameran 
> Konstruksi Indonesia 2010 di Jakarta Convention Center. Jembatannya dibangun 
> melintas 3 pulau kecil, dengan total panjang 29 km termasuk lintasan jalan 
> mobil dan kereta api. Ketahanan terhadap potential gempa 7 Magnitude dan 
> tsunami (? m). Sedangkan jarak dari Gunung api Krakatau sekitar 40 km. 
> Kuncinya asal  tidak dikorupsi pelaksanaan pembangunanannya.
>  
> Oiya Pak Ismail ysh,
> 
> Masak sih bangun PLTN-nya di Babel, listriknya dialirin ke Jawi? Nanti kalau 
> seperti di Muria, ulama berfatwa gak adil kalau yang menanggung resiko selalu 
> yang tidak menikmati hasilnya. Supaya adil pernukliran listrik dibangunnya di 
> Jakarta saja, bisa di Kelapa Gading atau dekat superbloknya Agung Podomoro, 
> dll.
>  
> Maaf guyon tapi serius.
>  
> Wassalam,
> Wikan
> 
> 

Kirim email ke