Pak Anggoro , minggu lalu saya pergi keluar kota bersama dg pak Yunus Daud katanya dia juga mulai tahun ini buka Program S2 Geothermal di UI dan mhsnya cukup banyak , Yg saya kenal sdh cukup lama Pak Yunus Daud yg lulusan Kyushu ini termasuk awal awal sbg dosen geofikika Fak Mipa UI , Dulu thn 80 ~ 90 an juga teman teman lama saya sdh di UI ada pak RP Sudarmo mantan kabid Geofisik BMG dan pak Prayuto geopisik yg juga mantan BMG yg terus pindah dari BMG ke Oilco. Nggak betah jadi Umar Bakrie kali
Jadi cikal bakal G & G UI ini sdh cukup lama dibawah Jur Fisika FMIPA UI , kayaknya sdh layak menjadi Jur sendiri . Pak Anggoro Rasanya sudah 20 an tahun lbh tidak pernah ketemu lagi , Salam Sent by Liamsi's Mobile Phone -----Original Message----- From: Anggoro Dradjat <[email protected]> Date: Sun, 7 Oct 2012 20:00:57 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Diskusi panel jembatan Selat Sunda Dear All, Geologi secara manajemen struktural tidak di kenal di UI, padahal secara substansi diajarkan. Saat ini di UI ada program studi S2 geofiska reservoir yang jumlah mahasiswanya mencapai 60 orang persemester yang isi mata kuliahnya adalah geofisika dan geology di bidang perminyakan. Jumlah pengajarnya banyak, sudah menyandang s3 semua, yang lulusan S2 cuma dua atau tiga orang termasuk saya sendiri. Para pengajarnya amat berdedikasi dan bekerja keras walaupun dosennya dibayar kecil dan mahasiswanya harus bayar mahal. Secara struktural geologi tidak dikenal di UI, lulusannya mendapat ijasah S2 magister fisika bukan magister geofisika atau geologi, sepertinya baik dosen ataupun mahasiswanya tidak peduli yang penting lulus dan laku kerja? Saat ini juga dikembangkan Pusat Penelitian Geoscience Universitas Indonesia dengan dana bantuan dari Pertamina dan orang tidak peduli apakah itu geologi atau geofisika ataupun yang lainnya. Ilmu geologi ataupun geofisika yang dikembangkan sejak akhir 80ansampai sekarang didominasi oleh bidang G&G perminyakan dan ilmu geologi yang lain memang tidak dikenal dan tidak berkembang, termasuk bidang geologi teknik. Sulitnya mengembangkan geologi adalah karena sedikitnya geologist dan geophysicist yang mau jadi dosen tetap, maunya seperti saya kerja utamanya ditempat lain dan ngajarnya partime, karena gaji dosen kecil dan jikalapun mau urusannya ribet, saya sendiri jadi pengajar S1 tahun 1991 sampai 1993 dan kembali membantu secara partime sejak 2006. Entah bagaimana ceritranya bidang studi ini secara administratif sampai sekarang masih dikelola oleh Fisika UI? Aneh tapi nyata, tapi begitulah adanya. Salam Anggoro Dradjat 2012/10/7 wikanw <[email protected]> > Rancang bangun Jembatan Selat Sunda pernah juga dipamerkan di Pameran > Konstruksi Indonesia 2010 di Jakarta Convention Center. Jembatannya > dibangun melintas 3 pulau kecil, dengan total panjang 29 km termasuk > lintasan jalan mobil dan kereta api. Ketahanan terhadap potential gempa 7 > Magnitude dan tsunami (? m). Sedangkan jarak dari Gunung api Krakatau > sekitar 40 km. Kuncinya asal tidak dikorupsi pelaksanaan pembangunanannya. > > Oiya Pak Ismail ysh, > > Masak sih bangun PLTN-nya di Babel, listriknya dialirin ke Jawi? Nanti > kalau seperti di Muria, ulama berfatwa gak adil kalau yang menanggung > resiko selalu yang tidak menikmati hasilnya. Supaya adil pernukliran > listrik dibangunnya di Jakarta saja, bisa di Kelapa Gading atau dekat > superbloknya Agung Podomoro, dll. > > Maaf guyon tapi serius. > > Wassalam, > Wikan > > Sent from my iPad > > On 6 Okt 2012, at 07:16, "Ismail" <[email protected]> wrote: > > Ide menghubungkan jawa sumantrah ini sdh lama , sejak tahun 80 an bahkan > sdh ada kajian kajian dr berbagai aspek sejak itu telah banyak forum forum > yg diadakan untuk membahas masalah ini dari berbagai aspek,, bebrapa > alternatif diusulkan apakah memperbesar kapasitas pelabuhan , bangun > jembatan bahkan sampai bikin Terowongan semua dikaji dari segi kondisi > lingk, teknologi dan keekonomianya/biaya sampai sosialnya , dan juga > termasuk rencana untuk. Ngebangun jaringan kabel listrik lintas jawa > sumantrah { siapa tahu renc bangun PLTN di banbel jadi shg listriknya bisa > dialirkan ke jawi } . > Ujung ujungnya semuanya ke biaya , pilihan terakhir spt nya akan dibangun > jembatan kabarnya untuk pembangunan ini tidak akan dianggarkan ke APBN > kalau tidak dg APBN berarti model investasi swasta spt pemb jalan tol , > bagi investor tentunya lagi main etung etungan untung ruginya > Sebetulnya APBN kita itu sdh 1600 an T masak nyisakan dikit untuk > ngebangun jembatan saja tidak bisa > > Sent by Liamsi's Mobile Phone > ------------------------------ > *From: * Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > *Date: *Sat, 6 Oct 2012 06:39:26 +0700 > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * <[email protected]> > *Subject: *Re: [iagi-net-l] Diskusi panel jembatan Selat Sunda > > Terimakasih infonya Pak Eddy, > Mungkin karena penyelenggaranya UI, dimana hanya UI dan UGM yg memiliki > Fakultas Geografi, sehingga mereka (UI) juga ingin mengunggulkan > Fakultasnya Geografinya. Barangkali saja yg akan dibahas sisi geografisnya > (kependudukan dan sisi sosiogeografinya) cmiiw. > > Sebenernya sisi yg dibahas dalam pembangunan jembatan selat Sunda ini > banyak sekali. Tidak hanya geologi. Seperti yg diberitahukan oleh Pak > Ipranta, Ketua Bid Kebencanaan PP IAGI. Pembahasan khusus geologi akan > dibahas disitu. > > Salah satu pertanyaan sisi sosio kulturalnya adalah 'mengapa dibangun > jembatan, kenapa kok bukan diperbaharui dan ditingkatkan pelabuhan dan > pelayarannya ? Bukannya Indonesia negeri Maritim ?' > > Dari sisi geologi, kemarin sewaktu PIT di jogja dalam booth juga > dipamerkan riset geologi oleh Geologi Marine ttg lintasan seismic dangkal > yg sudah dianalisa. Saya dan Danny Hilman sempat berdiskusi lama di booth > ini. Danny concern adanya gawir curam yg dicurigai patahan. Tapi setelah > saya tengok seismic asli lainnya, gawir istu membatasi endapan2 hasil > periodisitas vulkanisme di daerah ini. > > Sangat menarik mengetahui geologi daerah ini, ada endapan vulkanik hasil > gunungapi dipantai barat Jawa, asik juga mempelajari geologi kuarter 'sub > aqueous'. > > Jadi saya kira bukannya geologi diabaikan tetapi konsen seminarnya mungkin > bukan kondisi bawah permukaan. > Memang barangkali sentilan Pak Eddy ini menjadi satu ide utk IAGI ikut > mengadakan seminar atau talk khusus ttg jembatan selat Sunda. Apakah sudah > ada anggota IAGI yg siap materi utk kita diskusikan dalam panel diskusi ? > > Salam sukses ! > Rdp > > > > > On Sunday, October 7, 2012, Eddy Subroto <[email protected]> wrote: > > Mas Rovicky dan teman-teman anggota IAGI yang terhormat, > > > > Pagi tadi, saya mendapat undangan sbb.: > > Universitas Indonesia dan Majalah GATRA dengan hormat mengundang Bapak > > untuk menghadiri kegiatan DISKUSI PANEL JEMBATAN SELAT SUNDA "Karya Anak > > Bangsa dan Peluang Pembangunan Antarpulau" yang akan dilaksanakan pada: > > > > Hari, Tanggal : Kamis, 11 Oktober 2012 pukul 08.00 - 15.30 WIB > > Tempat : Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok-Jawa Barat* > > > > *Berikut kami lampirkan surat undangan, lembar konfirmasi, dan daftar > > undangan. > > > > Yang menarik bagi saya, di daftar undangan ada kelompok asosiasi profesi > > dan yang terundang adalah: > > 1. Ikatan Ahli Transportasi > > 2. Ikatan Ahli Perencana > > 3. Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia > > 4. Ikatan Ahli Konstruksi > > 5. Ikatan Geografi Indonesia > > 6. KADIN > > 7. INKINDO > > > > Kok aneh ya IAGI tidak termasuk dalam daftar undangan. Pertanyaannya > > apakah UI dan majalah Gatra tidak tahu peran ahli geologi? Lha kok mereka > > malah mengundang orang geografi. Padahal yang sering muncul di media > massa > > kalau ada gempa atau gunungapi meletus atau bencana geologi lainnya kan > > orang geologi? > > > > Barangkali saja ada yang tahu jawabnya. > > > > Wasalam, > > EAS > > > > > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > PP-IAGI 2011-2014: > > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com > > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. > > REGISTER NOW ! > > Contact Person: > > Email : [email protected] > > Phone : +62 82223 222341 (lisa) > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > For topics not directly related to Geology, users are advised to post > the email to: [email protected] > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > -- > *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"* > >

