Terimakasih Mbak Nuning, Kita sering terjebak dalam turmoil politis. Dan saya kira inilah kehebatan politisi. Mereka mampu mengaduk-aduk emosi yg seringkali menjadikan kita lupa kompetensi sebagai ahli geologi. Walau disatu sisi saya yakin IAGI perlu juga mengerti bagaimana politik itu bekerja, how its works. Saya sebenernya menginginkan para ahli, saintist, pemikir yg memiliki ilmu " dhuwur" ini masuk saja ke partai. Ya masuk saja ke partai, sekalian berteriak keras didalam forum DPR lewat jalur itu. Karena kalau tidak ada pemikir di DPR, ya akhirnya DPR diisi oleh anggota "topeng monyet". Saintis, pemikir, dan mereka yg tahu tentang keilmuan inilah yg perlu dimasukkan DPR sana. Jadi kangen mendiang Ondos.
Saya kira dari test the water ini Pak RR sudah dapat melakukan "mapping" dari siapa saja yg ada di kiri kanannya, termasuk kawan-kawan ATM sendiri. Ini satu pembelajaran seorang pejabat baru, yg mungkin dulu jarang dilakukan oleh alm Mas Wid. Mas Wid setahu saya justru terlalu sering memberikan email-emailnya di mailist, sehingga gerakannya mudah ditebak "lawan politik"nya. Memang banyak ilmu yg saya peroleh dari tulisan2 pak wid. Termasuk buku yg belieu hadiahkan ke saya sewaktu kunjungan. Rdp On Sunday, October 21, 2012, Nugrahani wrote: > > Wah, pakdhe Vicky bener nih, aku baru aja mau forward tulisannya Rudi di > milis angkatan80itb. Menurut Rudi dia gak pernah kasih pernyataan seperti > itu. > Silakan baca sendiri aja ya, sebentar lagi. Aku cuman forward aja loh ! > > > Salam, > Nuning > > > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ________________________________ > From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected] <javascript:;>> > Date: Sun, 21 Oct 2012 14:05:48 +0700 > To: [email protected] <javascript:;><[email protected] <javascript:;>> > ReplyTo: <[email protected] <javascript:;>> > Subject: Re: [iagi-net-l] Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs > > Sebentar lagi akan ada penjelasa Pak RR di milist alumninya. Seperti biasa. > Gaya politisi memang begitu, bikin pernyataan dulu, baru menjelaskan > ... Just test the water ! > Doh > > Rdp > > On Sunday, October 21, 2012, o - musakti wrote: > Sebelum keburu panas hati, coba di cek (bahasa kerennya tabayuun) dulu, > apakah benar yang ditukis detik ini merupakan faithful transcript dari apa > yang pak wamen katakan. > > Jangan-jangan ada konteks yang hilang, kata-kata yang dirubah atau > ditambah dsb, entah sengaja atau tidak oleh wartawan dan editor media. > Bukan sekali ini terjadi, khan....? > > Kalau ternyata ucapan wamen memang benar begitu, jelas beliau melakukan > kesalahan dengan istilah 'usir'. Siapa yang usir ? Lha kontraknya nya sudah > berahir, ya kembalikan ke yang punya dulu dong. Perkara habis itu mau > diperpanjang atau berpisah dengan baik-baik, suka-suka yang > punya..,.teorinya.... > > Coba deh, PP undang pak Rudy untuk luncheon talk atau mini seminar khusus > membahas masalah blok Mahakam ini. Kayanya lebih cespleng ketimbang > bereaksi terhadap berita 2 sekunder ( media)......Tapi semangatnya kudu > semangat mendengarkan dan memberi masukkan, bukan semangat mengadili atau > 'meng unek-unek-ke' ...gak tahu terjemahan bahasa Indonesianya...... > > Salam > Oki > > > ________________________________ > From: [email protected] <javascript:;><javascript:_e({},%20'cvml',% > 20'[email protected] <javascript:;>');> <[email protected]<javascript:;> > <javascript:_e({},%20'cvml',%20'[email protected] <javascript:;>');>>; > To: <[email protected] <javascript:;><javascript:_e({},%20'cvml',% > 20'[email protected] <javascript:;>');>>; > Subject: Re: [iagi-net-l] Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs > Sent: Sun, Oct 21, 2012 3:08:59 AM > > > Wowww ..... menurut hemat saya semakin banyak ajaa pejabat yg lebayy > ...by. ..buy ..buy by .... tapii memang sebaiknya demikian, apa yg > dipikirkan langsung diucapkan, dan bukan sebaliknya berpikir lain berkata > lain ... > > Apa iya anak bangsa ini betul2 ngga mampu mengelola industri migas di > sektor hulu ??? > > Bukankah KemBUMN bisa membuat BUMN baru utk mengelola blok mahakam dg > memberdayakan segenap kemampuan anak negri ??? Atau cukup pertamina aja yg > membuat anak perusahaan, kemudian menghimpun seluruh kekuatan anak bangsa > yg sdh berpengalaman dalam operasi lepas pantai, tentunya termasuk TKI ex > karyawan Total. Kemudian tetapkan pendapatan bulanan karyawan indonesia tsb > 30-40% diatas gaji sekarang ...... > > Selama ini kita mengetahui bahwa perbandingan gaji TKA dg TKI di industri > hulu migas aple to aple kira2 1(satu) berbanding 5(lima) bahkan mungkin > lebih. > > Andaikata pemerintah masih menilai bahwa anak bangsa tdk mampu utk level > GM dan VP bahkan juga tingkatan tenaga ahli, maka pemerintah dapat > instruksikan pertamina utk menyewa sementara beberapa orang TKA..... > > Dg cara sederhana di atas, saya yakin pendapatan negara akan lebih > optimal, baik secara materi maupun moral. > > Beberapa puluh th lalu di pertamina pernah ada anekdot .... JOB = join > operating body, tapi kemudian diplesetkan menjadi "jongos orang bule" ... > maaf sekalii, hanya sekedar bercanda .... > > Ada lagii, dalam sejarah disebutkan bahwa indonesia dijajah negara asing > hampir 3,5 abad, lama nian yaaa .... begitu melihat ada bule jadi tukang > semir di bandara LN/mall, maka sekonyong2 bbrp kawan menyodorkan sepatunya, > sambil berkata ... kapan lagi sepatu gue disemirin bule ... ha..haa ..puas.. > > Maaf dan salam ... > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -----Original Message----- > From: "Agung Adi Susanto" <[email protected]> > Date: Sun, 21 Oct 2012 01:42:35 > To: <[email protected]> > Reply-To: <[email protected]> > Subject: [iagi-net-l] Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs > > Semakin "Wow" aja nih berita.... :) > > -------------------------- > Jumat, 19/10/2012 15:42 WIB > > Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs > > Rista Rama Dhany - detikFinance > > Jakarta - Kontrak Total E&P Indonesie dalam pengelolaan Blok Mahakam di > Kalimantan Timur akan segera berakhir pada 2017. Ada wacana keinginan > 'mengusir' Total dan menyerahkan pengelolaannya kepada Pertamina, tetapi > jika sampai itu terjadi dampaknya akan berbahaya khususnya buat anak cucu > rakyat Indonesia, Loh kok bisa? > > Hal tersebut seperti diungkapkan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral > (ESDM) Rudi Rubiandini, kalau Indonesia meniru gaya Venezuela mengusir para > investor asingnya justru berbahaya, pasalnya negara-negara seperti itu > memang siap untuk dikucilkan dunia Internasional. > > "Tapi apakah Indonesia mau dikucilkan tentunya tidak, kalau kita mengusir > para investor asing yang telah menanamkan investasinya di Indonesia yang > membantu Indonesia hingga kita bisa memakai pakaian bagus, bisa gaji guru, > gaji polisi, TNI, bangun sekolah, jangan sampai itu terjadi," kata Rudi > dalam diskusi Solusi di Bidang Energi dan Pertambangan di Kantor Pusat > Nahdatul Ulama, Jumat (19/10/2012) > > Dikatakan Rudi, Indonesia memang sengaja mengundang para investor tersebut > sejak tahun 1945, kalau tidak Indonesia tidak akan mampu mengelola sumber > daya Alamnya disektor Migas dimana pendapatan dari sektor Migas mencapai Rp > 300 triliun. > > "Indonesia tidak akan mampu kelola sendiri sektor Migasnya, makanya kita > dulu mengundang mereka, jadi kita bisa nikmati pendapatan di sektor Migas > yang mencapai Rp 300 triliun itu. Jadi kalau saat ini ada eforia kita mampu > kelola sendiri, ya jangan untuk mengusir mereka," kata Rudi. > > Asal tahu saja kata Rudi, produksi minyak Indonesia pernah sampai > menyentuh 1,6 juta barel per hari, itu karena Chevron, Total, BP dan > perusahaan migas Asing berhasil menemukan cadangan minyak sangat besar. > > "Tangguh, Minas, Duri dan lainnya yang menemukan ya mereka juga > (perusahaan asing), kita? tidak ada, makanya sampai saat ini produksi > minyak kita terus turun. Kenapa tidak mencari sendiri, itu tidak mudah, > biaya eksplorasi satu sumur minyak saja mencapai US$ 400 juta, itu harus > kas tidak bisa pinjam uangnya, dan belum tentu dapat bahkan lebih sering > tidak dapatnya, makanya itu kita undang perusahaan asing," tutur Rudi. > > Jadi, kalau sekarang Indonesia main usir-usir > in-------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2011-2014: > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com > > -------------------------------------------------------------------------------- > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. > REGISTER NOW ! > Contact Person: > Email : [email protected] <javascript:;> > Phone : +62 82223 222341 (lisa) > > -------------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > For topics not directly related to Geology, users are advised to post the > email to: [email protected] <javascript:;> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > -- *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

