Seperti Mitt Romney dengan komentar "47%" -nya. Berbicara di kalangan sendiri dan eksklusif (klub para bilioner atau milis alumni) berbeda dengan yang apa yang dikampanyekannya di luar kandang.
Detikcom dan penulisnya punya identitas yang jelas. Jika mereka memelintir berita dan menyebar kebohongan, pihak yang dirugikan bisa menuntut lewat jalur hukum. NKRI masih negara hukum kan? I still believe to become a peanut politician, you would need to play "be a live chicken or dead dinosaur" game. -bg On Oct 21, 2012, at 2:05 AM, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote: > Sebentar lagi akan ada penjelasa Pak RR di milist alumninya. Seperti biasa. > Gaya politisi memang begitu, bikin pernyataan dulu, baru menjelaskan > ... Just test the water ! > Doh > > Rdp > > On Sunday, October 21, 2012, o - musakti wrote: >> >> Sebelum keburu panas hati, coba di cek (bahasa kerennya tabayuun) dulu, >> apakah benar yang ditukis detik ini merupakan faithful transcript dari apa >> yang pak wamen katakan. >> >> Jangan-jangan ada konteks yang hilang, kata-kata yang dirubah atau ditambah >> dsb, entah sengaja atau tidak oleh wartawan dan editor media. Bukan sekali >> ini terjadi, khan....? >> >> Kalau ternyata ucapan wamen memang benar begitu, jelas beliau melakukan >> kesalahan dengan istilah 'usir'. Siapa yang usir ? Lha kontraknya nya sudah >> berahir, ya kembalikan ke yang punya dulu dong. Perkara habis itu mau >> diperpanjang atau berpisah dengan baik-baik, suka-suka yang >> punya..,.teorinya.... >> >> Coba deh, PP undang pak Rudy untuk luncheon talk atau mini seminar khusus >> membahas masalah blok Mahakam ini. Kayanya lebih cespleng ketimbang bereaksi >> terhadap berita 2 sekunder ( media)......Tapi semangatnya kudu semangat >> mendengarkan dan memberi masukkan, bukan semangat mengadili atau 'meng >> unek-unek-ke' ...gak tahu terjemahan bahasa Indonesianya...... >> >> Salam >> Oki >> >> From: [email protected] <[email protected]>; >> To: <[email protected]>; >> Subject: Re: [iagi-net-l] Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs >> Sent: Sun, Oct 21, 2012 3:08:59 AM >> >> >> Wowww ..... menurut hemat saya semakin banyak ajaa pejabat yg lebayy ...by. >> ..buy ..buy by .... tapii memang sebaiknya demikian, apa yg dipikirkan >> langsung diucapkan, dan bukan sebaliknya berpikir lain berkata lain ... >> >> Apa iya anak bangsa ini betul2 ngga mampu mengelola industri migas di sektor >> hulu ??? >> >> Bukankah KemBUMN bisa membuat BUMN baru utk mengelola blok mahakam dg >> memberdayakan segenap kemampuan anak negri ??? Atau cukup pertamina aja yg >> membuat anak perusahaan, kemudian menghimpun seluruh kekuatan anak bangsa yg >> sdh berpengalaman dalam operasi lepas pantai, tentunya termasuk TKI ex >> karyawan Total. Kemudian tetapkan pendapatan bulanan karyawan indonesia tsb >> 30-40% diatas gaji sekarang ...... >> >> Selama ini kita mengetahui bahwa perbandingan gaji TKA dg TKI di industri >> hulu migas aple to aple kira2 1(satu) berbanding 5(lima) bahkan mungkin >> lebih. >> >> Andaikata pemerintah masih menilai bahwa anak bangsa tdk mampu utk level GM >> dan VP bahkan juga tingkatan tenaga ahli, maka pemerintah dapat instruksikan >> pertamina utk menyewa sementara beberapa orang TKA..... >> >> Dg cara sederhana di atas, saya yakin pendapatan negara akan lebih optimal, >> baik secara materi maupun moral. >> >> Beberapa puluh th lalu di pertamina pernah ada anekdot .... JOB = join >> operating body, tapi kemudian diplesetkan menjadi "jongos orang bule" ... >> maaf sekalii, hanya sekedar bercanda .... >> >> Ada lagii, dalam sejarah disebutkan bahwa indonesia dijajah negara asing >> hampir 3,5 abad, lama nian yaaa .... begitu melihat ada bule jadi tukang >> semir di bandara LN/mall, maka sekonyong2 bbrp kawan menyodorkan sepatunya, >> sambil berkata ... kapan lagi sepatu gue disemirin bule ... ha..haa ..puas.. >> >> Maaf dan salam ... >> Sent from my BlackBerry® >> powered by Sinyal Kuat INDOSAT >> >> -----Original Message----- >> From: "Agung Adi Susanto" <[email protected]> >> Date: Sun, 21 Oct 2012 01:42:35 >> To: <[email protected]> >> Reply-To: <[email protected]> >> Subject: [iagi-net-l] Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs >> >> Semakin "Wow" aja nih berita.... :) >> >> -------------------------- >> Jumat, 19/10/2012 15:42 WIB >> >> Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs >> >> Rista Rama Dhany - detikFinance >> >> Jakarta - Kontrak Total E&P Indonesie dalam pengelolaan Blok Mahakam di >> Kalimantan Timur akan segera berakhir pada 2017. Ada wacana keinginan >> 'mengusir' Total dan menyerahkan pengelolaannya kepada Pertamina, tetapi >> jika sampai itu terjadi dampaknya akan berbahaya khususnya buat anak cucu >> rakyat Indonesia, Loh kok bisa? >> >> Hal tersebut seperti diungkapkan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral >> (ESDM) Rudi Rubiandini, kalau Indonesia meniru gaya Venezuela mengusir para >> investor asingnya justru berbahaya, pasalnya negara-negara seperti itu >> memang siap untuk dikucilkan dunia Internasional. >> >> "Tapi apakah Indonesia mau dikucilkan tentunya tidak, kalau kita mengusir >> para investor asing yang telah menanamkan investasinya di Indonesia yang >> membantu Indonesia hingga kita bisa memakai pakaian bagus, bisa gaji guru, >> gaji polisi, TNI, bangun sekolah, jangan sampai itu terjadi," kata Rudi >> dalam diskusi Solusi di Bidang Energi dan Pertambangan di Kantor Pusat >> Nahdatul Ulama, Jumat (19/10/2012) >> >> Dikatakan Rudi, Indonesia memang sengaja mengundang para investor tersebut >> sejak tahun 1945, kalau tidak Indonesia tidak akan mampu mengelola sumber >> daya Alamnya disektor Migas dimana pendapatan dari sektor Migas mencapai Rp >> 300 triliun. >> >> "Indonesia tidak akan mampu kelola sendiri sektor Migasnya, makanya kita >> dulu mengundang mereka, jadi kita bisa nikmati pendapatan di sektor Migas >> yang mencapai Rp 300 triliun itu. Jadi kalau saat ini ada eforia kita mampu >> kelola sendiri, ya jangan untuk mengusir mereka," kata Rudi. >> >> Asal tahu saja kata Rudi, produksi minyak Indonesia pernah sampai menyentuh >> 1,6 juta barel per hari, itu karena Chevron, Total, BP dan perusahaan migas >> Asing berhasil menemukan cadangan minyak sangat besar. >> >> "Tangguh, Minas, Duri dan lainnya yang menemukan ya mereka juga (perusahaan >> asing), kita? tidak ada, makanya sampai saat ini produksi minyak kita terus >> turun. Kenapa tidak mencari sendiri, itu tidak mudah, biaya eksplorasi satu >> sumur minyak saja mencapai US$ 400 juta, itu harus kas tidak bisa pinjam >> uangnya, dan belum tentu dapat bahkan lebih sering tidak dapatnya, makanya >> itu kita undang perusahaan asing," tutur Rudi. >> >> Jadi, kalau sekarang Indonesia main usir-usir investor asing disektor Migas, >> akan menjadi kesan buruk bagi investor. >> >> "Kalau sampai investor enggan masuk lagi di Indonesia,bahaya,kasihan anak >> cucu kita, tidak bisa menikmati hasil pengelolaan sumber daya alamnya. Jadi >> konsep usir mengusir itu merupakan kesalahan fatal, akan sebabkananak cucu >> kita merana," tandas Rudi. >> >> http://m.detik.com/finance/read/2012/10/19/154223/2067296/1034/ini-bahayanya-kalau-pemerintah-usir-total-cs >> >> Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > -- > "Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"

