Lama2 jadi sebel juga lihat polah tingkah politisi dan  praktisi hukum di
Indonesia tercinta ini, bahkan MUI ikutan masuk ranah hukum?.
Saya merenung...nanti yang masuk neraka paling dulu adalah para politisi
dan, para ahli hukum, juga rohaniwan yang terlalu ikut campur masalah
duniawi tapi mengabaikan pencerahan rohani..........Sedangkan yang masuk
sorga duluan adalah para pelawak dan badut karena kerjanya menghibur orang
lain, juga para guru.......boper bodak, boleh percaya boleh tidak.

Salam,
YSY

2012/11/20 <[email protected]>

>
> Fwd aja :
> http://budisansblog.blogspot.com/2012/10/pendulum-penguasaan-migas.html?m=1
>
>
> Salam,
> Nuning
>
>
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Ajie KP <[email protected]>
> *Date: *Tue, 20 Nov 2012 22:10:50 +0700
> *To: *<[email protected]><[email protected]>
> *ReplyTo: * <[email protected]>
> *Subject: *Re: [iagi-net-l] Penyadaran Masyarakat ttg Pembodohan Publik
> di Kasus Pembubaran BPMigas
>
> Sebenarnya walaupun UU tersebut dirubah, dibentuk Badan lain sebagai
> pengganti BPMigas, dll, semua gak akan berpengaruh kalau pemerintahan kita
> masih melempem seperti halnya dari zaman Soeharto hingga sekarang. Kita
> langsung bertekuk lutut dihadapan negara2 pemberi utang. Mental bangsa ini
> memang sudah dirusak pemimpinnya sendiri.
> Lihat Freeport, pemerintah tak kuasa menolak perpanjangan kontraknya,
> pemberian operatorship kepada exxon yang sangat dipaksakan. Sampai hal2
> aneh seperti Presiden PetroChina yang menjabat lebih dari 11 tahun.
> Meskipun sependek pengetahuan saya dalam peraturan maksimal hanya 6 tahun.
> Belum lagi memaksakan perusahaan & produk dari cina yg mungkin substandar
> digunakan dalam kegiatan drilling dan sering mengakibatkan problem. Tapi
> BPMigas sendiri seolah tak berdaya karena ada mungkin deal G to G yg lebih
> berkuasa. Jadi mau diganti apapun selama semua masih bisa di negosiasi akan
> percuma.
>
>
>
>
>
> --- On *Tue, 11/20/12, [email protected] <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: [email protected] <[email protected]>
> Subject: [iagi-net-l] Penyadaran Masyarakat ttg Pembodohan Publik di Kasus
> Pembubaran BPMigas
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, November 20, 2012, 5:58 AM
>
> Banyak tulisan yang bagus baik dr kalangan internal (ex)BPMIGAS, kalangan
> masyarakat migas, maupun kalangan luar migas yg menunjukkan kekeliruan -
> salah alamatnya tuduhan2 ke BPMigas terkait dg pembubarannya oleh putusan
> MK 13 nov 2012 kemarin. Bagaimana kira2 kelanjutan - follow upnya? Apakah
> tulisan2 koreksi - penyadaran itu akan bisa jadi gerakan yg cukup
> signifikan u/mengubah apa yg terjadi?
>
> Untuk menghadapi gerakan politik sebenarnya tidak harus selalu frontal dg
> gerakan serupa. Salah satu caranya ya dg membuat gerakan intelektual -
> budaya - penyadaran yg mengalir seperti bentuk2 tulisan kawan2 BPMigas di
> internet, tulisan Prof Hikmahanto, dll.  Tetapi itu semua harus dengan
> syarat minimal: para proponennya juga harus banyak yg punya level militansi
> yg sama sehingga bisa menggumpal ujungnya jadi gerakan politik: siapapun di
> ujungnya yang akan menyimpulkan dan membuat ini semua jadi "pukulan
> politik" untuk "melawan balik" ...
>
> Sama dg di kasus "pemolitikan" lumpur Lapindo dulu. Gerakan politik bisnis
> untuk mengkambinghitamkan gempa/tektonik sbg penyebab utama bencana Lumpur
> Lapindo tidak dihadapi dengan militansi yg sama diantara proponen2
> pendukung akal sehat intelektual yg ada, meskipun popular vote masyarakat
> menginginkan adanya gerakan itu. Maka kandaslah tulisan2 analisis2 riset2
> ilmiah bagus yg punya latarbelakang independen yg mengkaitkan itu semua dg
> kecerobohan pemboran dan substandard operasional Lapindonya,.... Banyak
> kaum intelektual waktu itu (dan sampai sekarang) merasa tidak punya
> kepentingan langsung dg usaha "melawan pembodohan akal sehat" itu sama juga
> situasinya dg "pembodohan ttg pembubaran bpmigas" ini.
>
> Maka, seharusnya kalau mau: iAGI, HAGI, IATMI, mungkin bersama Asosiasi
> Pedagang Kakilima X, Persaudaraan Buruh Pasar Ikan Y, dan Ikatan Sepeda
> Gowes Z, dll bersama-sama terus menerus melakukan advokasi ke masyarakat
> memakai bahan2 seperti yg dituliskan oleh kawan2 semua. Itu kalau kita mau
> dg militan menyelesaikan masalah politik ini. Kalau tidak,...ya dagelan
> politik ini akan terus berlangsung dimanfaatkan oleh para politisi dan
> pemain2 kekuasaan, kemudian nantinya akan dilupakan,..spt kasus Lumpur
> Lapindo,....
>
> Ayo pak dhe RDP, bisa ngak kita gulirkan ide dan pemikiran semacam yg
> berkembang di milis IAGInet ini jadi "gerakan politik" anti pembodohan
> migas Indonesia?
>
> ADB
> Dewan Penasehat IAGI
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
>

Kirim email ke