Dear temens,
Secara fakta, yg menjadi alasan tidak terlaksananya Komitmen Pasti selama
tahun2 terakhir ini, adalah urusan Peizinan, tumpang tindih lahan dan urusan
surface lainnya. Ini mencapai angka 33% alias yg tertinggi. Masalah kedua yg
menjadi sebab tidak terlaksananya pekerjaan (pengeboran, survey sesimik) dalam
Komitmen Pasti dan Komitmen Kerja adalah urusan internal di KKKS, angkanya 24%,
yaitu kendala finansial, kendala gonta ganti operatorship, kendala internal
lainnya. Yg urusan subsurface (karena perlu studi dulu atau perlu survey
seismik detil, dll) itu hanya 10 % saja.
Kami punya data masalah perizinan dsbnya di berbagai wilayah (yg terbanyak di
Indonesia barat yg petroleum system-nya sudah oke !).
Itu adalah fakta atau keadaan yg sebenarnya kita alami. Ini bukan karena
nasional atau bukan nasional.
Fakta lainnya adalah... memang perusahaan "nasional" itu yg mengalami kendala
nomer dua terbanyak (yg urusan finansial/internal KKKS), walau kemudian yg
nasional tersebut (sekali lagi ini fakta) di tahun2 berikutnya ternyata tidak
menjadi perusahaan nasional lagi (sudah farm out sebagian atau seluruhnya).
Jadi "bingung" juga kami mengkategorikan KKKS tsb nasional atau bukan. Yah,
gak papa juga sih soal nasional atau tidak nasional. Ini hanya sekedar fakta
saja. Kami punya setumpuk data KKKS "nasional" yang kinerjanya buruk.
Soal urusan surface seperti perizinan seperti izin2 dgn Pemda, dengan
Kehutanan, tumpang tindih lahan dgn perkebunan, dgn kehutanan, dll., adalah
kendala terbesar. Ini susah dicari jalan keluarnya karena menyangkut hubungan
dengan "kekuasaan" yg lain di luar SKK Migas / KKKS. Kayaknya bahkan Inpres No.
2 yg terbit tahun 2012 yg lalu, yg meminta semua fihak utk mementingkan
produksi migas, enggak mempan juga.
Kami sudah membentuk FOKWE (forum operator KKKS Wilayah Kerja eksplorasi) dan
berusaha utk meningkatkan kerjasama dgn Pemda setempat, dgn kehutanan, dll.
Mudah2an ini berhasil menurunkan angka tidak tercapainya pelaksanaan Komitmen
KKKS.
FOKWE juga sudah beberapa kali mengadaan Farm Out Forum, yg tujuannya membantu
para KKKS yg membutuhkan sharing dana/resiko dalam melaksanakan operasinya.
Soal sedikitnya Komitmen Pasti di dalam kontrak (KKS) yg baru ditandatangani
memang menjadi keprihatinan kami (gimana mau melaksanakan eksplorasi secara
"masif" klo segitu aja komitmen KKKS-nya). Sangat boleh jadi KKKS tsb
mengajukan Komitmen dalam penawaran WK ke DitJen Migas memang sudah melihat
bahwa wilayah tsb masih terkendala perizinan, dsbnya sehingga merasa masih
membutuhkan waktu yg lebih lama utk mengebor. Ini dugaan saja. Silakan temen2
DitJen Migas yg lebih tau utk menjawabnya.
Memang membutuhkan terobosan dalam mengatasi masalah perizinan dan tumpang
tindih lahan ini. Ada ide ?
Salam,
Nuning
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: <[email protected]>
Date: Sun, 24 Mar 2013 01:27:37
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Mundurnya penemuan migas
Mungkin ini menunjukkan tingkat kematangan Basin yg sudah tinggi shg high risk
but manageble dan high reward makin berkurang
Semua ini saya kira karena keterbukaan data menjadi masalah di Negara ini,
katakan kita bicara Jurassic Sand, bagaimana penyebaran dan kwalitasnya, apakah
kita mengerti spt kita mengerti Mid Mio Sands di Delta Mahakam? Saya kira tidak
Bagaimana mencoba mengurai struktur yg overprinting di East Indonesia apa betul
sudah ada solusi yg katakan 80% solution dan banyak masalah tektonik yg lain yg
perlu dipecahkan dalam mendorong kesuburan investasi explorasi di Indonesia dan
Ind Timur pada umumnya
Nah kalao status kepahaman thd stratigrafi di Frontier area masih kaya sekarang
susah investor masuk? Mungkin saatnya pemerintah mengeluarkan modal untuk
membantu mengAddress masalah ini
Saya kira bukan masalah nasional dan MNC tapi yg di pahami risknya blom
managable, kenapa TEPI ngotot perpanjangan krn managable risknya memang ZERO
artinya tidak ada resiko bukannya begitu den bagus!!!
Saya setuju dg Hess untuk bayar signature bonus 40jt USD krn kalo melihat
seismic Andalan predrill sangat SEXY tebal dan gede dg assumsi Jurassic sand dg
porositas tapi faktanya mungkin tidak begitu shg cuman oil stain aja katanya.
Yg namanya perusahaan Nasional ya harus tetap di dukung dong cak Noor ojo di wk
wk wk hiks hiks
Selamat week end
Avi
Peace on Earth
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Sun, 24 Mar 2013 07:54:07
To: IAGI<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Mundurnya penemuan migas
2013/3/24 noor syarifuddin <[email protected]>
> Wkwkwk itulah potret pemain industri migas kita..... , mungkin ini salah
> satu harga yg hrs kita bayar dalam rangka "nasionalisme"...
> Salam
>
Nuwun sewu Mas Noor,
Kok "nasionalisme" menjadi penyebabnya ? Apakah kalau tidak ada
"nasionalisme" menjadikan lebih bagus ?
Blok yg dioperasikan investor "negara sahabat"pun (Salamander, Inpex,
Mubadalla, Premier) juga tidak mengajukan pengeboran sumur komitment pasti.
Salam
RDP
>
> On Saturday, March 23, 2013, yustinus yuwono wrote:
>
>> RDP yth,
>> Kalo hanya 5 sumur yang akan dibor 3 th pertama dari 14 blok, apa yang
>> akan diharapkan?????
>> Apakah ini masalah finansial ya? Lha di mana letak investasinya?, kok
>> kayanya mirip broker bukan investor sungguhan, siapa tahu daripada ketahuan
>> cuci uang, lalu dibelikan blok terus nanti dijual lagi, uangnya jadi
>> bersih? Mudah2 an ini hanya dugaan orang di warung kopi.
>> Salam,
>> YSY
>>
>> 2013/3/23 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
>>
>>> Pada tanggal 21-Maret beberapa hari lalu, ESDM mengumumkan pemenang
>>> lelang penawaran langsung tahap II-2013. Ada 14 blok baru yg dimenangkan.
>>> Namun ada hal yg memprihatinkan bahwa hanya 5 sumur pengeboran yang masuk
>>> dalam komitmen pasti (3 tahun pertama). Padahal daerah eksplorasi
>>> blok-blok ini ada di Indonesia Barat yg relatif sudah terbukti petroleum
>>> sistemnya, berada diantara lapangan-lapangan yg sudah terbukti,
>>> diketemukan, discovery.
>>> Terlebih blok-blok ini berada didaerah yang sebelumnya sudah dilakukan
>>> Joint Study, jadi sebenernya waktu pengerjaannya sudah dilakukan
>>> sebelumnya.
>>> Jadi konsekuensi yg harus dimengerti adalah semakin mundurnya penemuan
>>> lapangan-lapangan migas baru. Harus disadari dan harus disikapi dengan bila
>>> membuat perencanaan bahwa penemuan migas di Indonesia akan memakan waktu
>>> lebih lama dari yang sebelumnya.
>>>
>>> Nah, apa langkah yg dapat dipakai untuk "mempercepat" penemuan lapangan
>>> baru ?
>>>
>>> Salam
>>>
>>> Rovicky
>>>
>>>
>>> --
>>> *"**Good idea is important key to success, "working on it" will make it
>>> real."*
>>>
>>
>>
--
*"**Good idea is important key to success, "working on it" will make it
real."*