Mantaaapp ! Terima kasih mas Syaiful.
Salam, Nuning Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: mohammad syaiful <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Mon, 25 Mar 2013 13:14:53 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net] Mundurnya penemuan migas Suwun mbak Nuning, Kalo gitu aku akan membantu menutupi kendala ketidaksediaan alat dan jasa penunjang, nggih. Juga akan membantu PND agar data yang sebenarnya ada tapi tidak 'siap tersedia' diakses oleh yang memerlukannya. Semoga semua kendala dapat diatasi dalam waktu yang relatif singkat dan kemunduran penemuan migas dapat ditahan dan harapannya bahkan bisa lebih maju. Salam, Syaiful 2013/3/25 <[email protected]> > ** > > Mas Syaiful, kendala lainnya adalah ketidaksediaan alat dan jas penunjang > (ini bangsanya rig, vessel survey seismik, dll) yaitu sebesar 21% dan > sisanya adalah ketidaksediaan data GnG (data geologi dan geofisika tidak > cukup atau tidak tersedia di PND, pada saat memulai kegiatan > eksplorasi/program Komitmen Pasti sehingga pekerjaan tertunda). Begitu. > > > Salam, > Nuning > > > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * mohammad syaiful <[email protected]> > *Sender: * <[email protected]> > *Date: *Mon, 25 Mar 2013 09:47:42 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [iagi-net] Mundurnya penemuan migas > > Mbak Nuning, > > Dari 3 penyebab yang sudah dikemukakan, ada 67% (33% + 24% + 10%). Nah, > dikasih tahu dong, sisanya 33% itu terdiri dari apa saja yang membuat > 'komitmen pasti' terlunta-lunta. > > Suwun n salam, > Syaiful > > 2013/3/24 <[email protected]> > >> ** >> >> Dear temens, >> >> Secara fakta, yg menjadi alasan tidak terlaksananya Komitmen Pasti selama >> tahun2 terakhir ini, adalah urusan Peizinan, tumpang tindih lahan dan >> urusan surface lainnya. Ini mencapai angka 33% alias yg tertinggi. Masalah >> kedua yg menjadi sebab tidak terlaksananya pekerjaan (pengeboran, survey >> sesimik) dalam Komitmen Pasti dan Komitmen Kerja adalah urusan internal di >> KKKS, angkanya 24%, yaitu kendala finansial, kendala gonta ganti >> operatorship, kendala internal lainnya. Yg urusan subsurface (karena perlu >> studi dulu atau perlu survey seismik detil, dll) itu hanya 10 % saja. >> >> Kami punya data masalah perizinan dsbnya di berbagai wilayah (yg >> terbanyak di Indonesia barat yg petroleum system-nya sudah oke !). >> Itu adalah fakta atau keadaan yg sebenarnya kita alami. Ini bukan karena >> nasional atau bukan nasional. >> >> Fakta lainnya adalah... memang perusahaan "nasional" itu yg mengalami >> kendala nomer dua terbanyak (yg urusan finansial/internal KKKS), walau >> kemudian yg nasional tersebut (sekali lagi ini fakta) di tahun2 berikutnya >> ternyata tidak menjadi perusahaan nasional lagi (sudah farm out sebagian >> atau seluruhnya). Jadi "bingung" juga kami mengkategorikan KKKS tsb >> nasional atau bukan. Yah, gak papa juga sih soal nasional atau tidak >> nasional. Ini hanya sekedar fakta saja. Kami punya setumpuk data KKKS >> "nasional" yang kinerjanya buruk. >> >> Soal urusan surface seperti perizinan seperti izin2 dgn Pemda, dengan >> Kehutanan, tumpang tindih lahan dgn perkebunan, dgn kehutanan, dll., adalah >> kendala terbesar. Ini susah dicari jalan keluarnya karena menyangkut >> hubungan dengan "kekuasaan" yg lain di luar SKK Migas / KKKS. Kayaknya >> bahkan Inpres No. 2 yg terbit tahun 2012 yg lalu, yg meminta semua fihak >> utk mementingkan produksi migas, enggak mempan juga. >> >> Kami sudah membentuk FOKWE (forum operator KKKS Wilayah Kerja eksplorasi) >> dan berusaha utk meningkatkan kerjasama dgn Pemda setempat, dgn kehutanan, >> dll. Mudah2an ini berhasil menurunkan angka tidak tercapainya pelaksanaan >> Komitmen KKKS. >> >> FOKWE juga sudah beberapa kali mengadaan Farm Out Forum, yg tujuannya >> membantu para KKKS yg membutuhkan sharing dana/resiko dalam melaksanakan >> operasinya. >> >> Soal sedikitnya Komitmen Pasti di dalam kontrak (KKS) yg baru >> ditandatangani memang menjadi keprihatinan kami (gimana mau melaksanakan >> eksplorasi secara "masif" klo segitu aja komitmen KKKS-nya). Sangat boleh >> jadi KKKS tsb mengajukan Komitmen dalam penawaran WK ke DitJen Migas memang >> sudah melihat bahwa wilayah tsb masih terkendala perizinan, dsbnya sehingga >> merasa masih membutuhkan waktu yg lebih lama utk mengebor. Ini dugaan saja. >> Silakan temen2 DitJen Migas yg lebih tau utk menjawabnya. >> >> Memang membutuhkan terobosan dalam mengatasi masalah perizinan dan >> tumpang tindih lahan ini. Ada ide ? >> >> >> >> Salam, >> Nuning >> >> > -- Mohammad Syaiful - Explorationist, Consultant Geologist Mobile: 62-812-9372808 Emails: [email protected] (business) [email protected] President Director of Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)

