Ilmuwan itu harus 'skeptis', namun di sini sering diterjemahkan menjadi 'apatis'. Skeptis yang benar selalu berusaha memahami dengan seksama semua tahapan dan analisa penelitian orang, terutama masalah akurasi dan ketidakpastiannya. Etika ilmiah yang benar adalah menanyakan dengan sopan kepada peneliti apabila ada sesuatu yang dirasa belum clear, bukan memandang remeh peneliti apalagi langsung mem-vonis bahwa hasil penelitiannya salah. Sikap skeptis berarti banyak diskusi sehingga saling mengisi ilmu membuat analisa menjadi lebih tajam. Itulah kenapa seorang Oppenheimer ketika ditanya tentang Sadahurip dan Gunung Padang jawabannya "saya tidak tahu; terus terang saya skeptis, tapi saya ingin sekali melihat data dan analisanya karena apabila benar, ini hal yang sangat luarbiasa". Jadi skeptis bukan semangat menghina atau membuang hasil penelitian orang, itu apatis, melainkan semangat untuk membuat hasil penelitian menjadi lebih baik.
Keraguan akan hasil dating adalah hal yang memang seharusnya demikian, karena sampai sekarang kamipun masih terus menganalisanya, sering diskusi dengan teman-teman yang lebih ahli dalam hal ini. Hasil dating Gunung Padang sekarang yang terbaik untuk tahap ini yang bisa kami lakukan dengan segala keterbatasan yang ada. Sudah jauh lebih baik dari kelompok Petisi 34 yang tidak punya data umur karbon dating sama sekali, kecuali karbon dating dari longsoran di sungai di bawahnya yang kemudian dijadikan umur maksimal untuk situs, entah apa alasannya, bahkan longsoran itu asalnya darimana, apakah dari Gunung Padang atau Gunung Karuhun, tidak dibahas Penentuan umur karbon yang dilakukan oleh Beta Analytic terkenal sangat akurat dan dijamin keakuratannya. Yang krusial adalah: umur itu merepresentasikan apa? Apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan? Kunci utama adalah mendapatkan SAMPEL terbaik. Waktu itu option kami sangat terbatas. Kami belum berhasi menemukan sampel terbaik, misalnya renik biologi yang sudah pasti insitu atau paling tidak lempengan charcoal. Yang kami dating adalah very fine grain carbon yang disseminated dalam materialnya. Nonetheless, kelihatannya umur-umur yang akmi dapat cukup konsisten. Perkiraan umur dari bangunan di bawah kedalaman 5m-8m yang diwakili oleh karbon di dalam 'semen' adalah berkisar antara 13.000 - 23.000 tahun lalu. Umur pasir ayak yang mengisi rongga-nya adalah 11.600 tahun lalu (lebih muda), umur tanah urug yang menutupnya 8600 tahun lalu. Bagian atas stratigrafinya ditutup oleh lapisan pasir-kerikil yang umur karbonnya 6600 tahun lalu (yang di kedalaman 4-5 meter). Yang paling bisa dipercaya (terbaik) dalam batch-1 umur karbon sekarang adalah umur dari tanah urug yaitu 8600 tahun lalu. Yang kedua adalah umur pasir. Umur semen menurut hemat saya yang mempunyai ketidakpastian paling tinggi. Tapi rasanya masih cukup masuk akal apabila untuk sekarang ini umurnya dianggap dalam kisaran batas min dan maxnya yaitu dari 13.000 sampai 23.000 itu. Penggalian itu salahsatu agendanya adalah dalam rangka mencari sampel yang lebih baik untuk karbon dating. Rencananya akan dilakukan lagi karbon dating dari sampel penggaliannya Pak Ali Akbar. Sekian dulu. Mudah-mudahan keterangan ini membantu. Saya harus boarding sebentar lagi Salam -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: 05 Mei 2013 13:22 To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net] SITUS GUNUNG PADANG : BELAJAR DARI ARKEOLOG "Semen purba berumur 23.000 tahun Ketika Tim Mandiri Gunung Padang mengumumkan ke seantero dunia bahwa merekamenemukan semen perekat kolom andesit berumur 13.000 - 23.000 tahun", Di atas aku copy paste dari mang okim. Kalau di bawah ini copy paste dari ahli geofisika TTPMG "Perihal karbon dating ini adalah pekerjaan saya sehari-hari, dan saya tahupersis bukan hal yang mudah. Kita dating semen karena material itu adadiantara kolom-kolom andesit yang disusun manusia bukan alamiah". Naa silakan tanya ke ybs. Salam Powered by Telkomsel BlackBerry®

