Betul sekali bro . . .pengamatan thermal bisa di lihat di 2 sisi, yaitu dipermukaan berupa manifestasi air panas, zona mineralisasi etc; dan dari core yang di dapat dari pemboran ini. Di geothermal kita menganalisa core dengan beberapa metode misalnya petro - utk mengetahui pertumbuhan mineral kuarsa-mineral2 yang terbawa oleh fluida panas yg berasal dari reservoar. Utk sementara PSDG petronya di bw ke Bandung, sedangkan yang langsung di"site" dengan mikroskop saja. Setidaknya % mineral yang berkembang bisa dihitung spt oksida besi, clay, qz, dan banyak lagi "mineral indikator thermal" yang lain spt epidot dll. Di geotermal yang kita cari adalah "steam", dengan data yang sudah ada (depth 206m) diharapkan semakin ke dalam temp-nya akan semakin meningkat (gradien).
Lainea, Salam Go Green Energy Rahmawan Helmi NA 3541 Pada tanggal 07/06/13, [email protected] <[email protected]> menulis: > Sy yg agak awam membacanya bhw pengaruh gradient geothermal didaerah lainea > antara 20-30 x dikedalaman 200an sdgkan pengaruh panas akibat variabel yg > tdk diamati memiliki pengaruh 40-60 x..kira2 pengaruh diluar gradient geoth > tsb bisa didekati dgn alterasi mineral atw apa ya? Pak helmi. > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: Rahmawan Helmi <[email protected]> > Sender: <[email protected]> > Date: Fri, 7 Jun 2013 07:12:18 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net] Peran patahan dalam geothermal --> Fwd: Sharing > Ilmu > Gradien geotermal lainea sultra : > dengan metode Hornerr Plot diperoleh > Sumur LNA-1 y = 32.58 x + 63.18 di kedalaman 231m. > Sumur LNA-2 y = 21.2 x + 47.21 di kedalaman 252m. > Sumur LNA-3 y = 29.6 x + 65.49 di kedalaman 200m. > > Salam Go Green Energy > Rahmawan Helmi > NA 3541 > > Pada tanggal 04/06/13, Yanto R. Sumantri <[email protected]> menulis: >> >> >> >> >> ________________________________ >> From: Rahmawan Helmi <[email protected]> >> To: [email protected] >> >> >> Pak Rachmawan >> >> .di 206 m dengan T 61 C , apakah maksudnya pada kedalaman 206 m >> temperatur >> yang tercatat 206 derajat Celcius ? >> >> >> si Abah >> >> >> Sent: Tuesday, June 4, 2013 5:29 AM >> Subject: Re: [iagi-net] Peran patahan dalam geothermal --> Fwd: Sharing >> Ilmu >> >> >> >> >> >> Kebetulan saat ini kita dari tim PSDG Bandung lagi ngebor di Lainea LNA-3 >> Sulawesi tenggara. Sudah dimulai dari 16 mei - 14 Juni (2 bulan). >> Kondisi >> terakhir masih di 206m dengan T 61 C. Nilai ini sudah bagus karena >> mengingat di sini batuannya metamorf berupa sekis - sabak - filit, yang >> punya sifat rontok. Jadi kita perlu formulasi yang optimal untuk RPM bor >> dan Mud-nya. Saya hitung kita udah tiga kali putus pipa. >> >> >> >> >> >> >> Pada 3 Juni 2013 15.43, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> >> menulis: >> >> Ada yang bisa bantu menjelaskan patahan dalam geothermal ? >>> >>>Salam >>>RDP >>> >>>-- >>>"Nasionalisme itu ekspresi perasaan ketika negaramu terpuruk" >>> >>> >>>---------- Forwarded message ---------- >>>From: Rezki Amaliah <[email protected]> >>>Date: 2013/6/3 >>>Subject: Sharing Ilmu >>>To: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> >>> >>> >>> >>>Assalamu 'Alaikum >>>Pak Rovicky, bagaimana kabarnya Pak? >>>Oia Pak, saya ingin menanyakan mengenai gravity yang dalam kaitannya di >>> bidang geotermal. >>>Pak, bagaimana sebenarnya kaitannya sesar/patahan terhadap suatu sistem >>> geotermal? >>>Apakah patahan itu bisa mnimbulkan rekahan kemudian dapat >>> diimplementasikan >>> sebagai sebuah reservoar sehingga bisa dimodelkan melalui anomali medan >>> gravity? >>> >>> >>>Maksih Pak. >>> >

