Dalam email pak YY (Yustinus Yuwono) yang lalu mengangkat masalah K3S yg tak mau ngebor walau data seismik cukup mengacu penjelasan pak Koesoemadinata. Memang setelah pergantian UU Migas 8/1971 dengan UU Migas 22/2001 terjadi pergantian dapur pengadaan lahan migas baik melalui tender maupun join study. Tak ada strategy yg jelas perusahaan minyak mana yang menjadi target market. Akibatnya asal ada perusahaan yang mau hayooo ikut tender/join study nantinya dapat lahan. Kalau tak salah sekarang ada lebih dari 100 blok yang tak di-apa2kan oleh Operatornya karena si operator perusahaan minyak-minyik (perusahaan yg tak jelas). Bahkan ada 1 perusahaan minyak yang reputasinya gak terkenal mendapat 16 blok di laut dalam, kalau komitmen pasti utk ngebor 2 sumur, biaya 1 sumur diatas usd 100 juta, maka perusahaan ini harus menyediakan dana diatas usd 3.2 milyar (wouuw...) Untuk membor 32 sumur. Akibatnya yg ada sekarang K3S lebih memperdagangkan lahan/blok dari pada mengoperasikannya.
Kondisi sekarang makin parah karena dasar hukum pengoperasian upstream migas tidak jelas: 1. Sejak MK membubarkan bpmigas 13 Nov '12, seluruh pasal (19 pasal) yang terkait kegiatan Hulu migas dibatalkan 2. Pengganti bpmigas harus dibentuk dengan UU (sampai sekarang belum ada kabar lanjutan revisi UU Migas) 3. Untuk mengisi kekosongan, pengganti bpmigas bersifat sementara harus masuk ke Pemerintah (amar putusan MK). Karena unit pemerintah maka pimpinannya (Ka/Waka/Deputi) mestinya diisi oleh PNS (bagaimana dengan Ka dan Deputi SKK Migas?) 4. Skk Migas dibentuk berdasarkan peraturan presiden, gaji pekerja dan pimpinan Skk Migas ditetapkan dengan Peraturan Menteri ESDM. Sampai sekarang belum ada peraturan MESDM yg mengatur ini. Dari audit BPK dinyatakan Anggaran Skk Migas non APBN melanggar UU Keuangan, akibatnya belum ada kejelasan Anggaran Skk Migas utk 2014 (kabarnya masuk APBN). 5. Di dalam Perpres, utk Skk Migas ada Dewan Pengawas, Ketua Dewan Pengawas lapor/bertanggung jawab kepada MESDM. Baik MESDM maupun Ketua Dewan Pengawas dijabat Jero Wacik, sehingga Wacik lapor/bertanggung jawab ke Wacik (ada konflik of interest.....kayak dagelan saja). 6. Dalam UU No. 38/2008 (mengatur Kementrian), bahwa Menteri tidak boleh merangkap jabatan di lembaga yang Anggaran Lembaga ini di danai dengan uang negara (Skk Migas didanai dengan keuangan negara, maka jabatan Ketua Dewan Pengawas tak boleh dirangkap oleh MESDM) 7. Posisi Skk Migas terhadap KKKS maupun KKS: waktu pergantian dari UU 8/1971 ke UU 22/2001, ada amandemen PSC yg tadinya kata Pertamina diganti BPMIGAS. Dengan keberadaan Skk Migas belum pernah dibuat amandemen PSC terhadap keberadaan Skk Migas dalam PSC (kontraktor PSC bekerja atas dasar kontrak/PSC, sedangkan Skk Migas tak tertulis dalam kontrak/PSC). Maka tak ada dasar hukumnya Skk Migas memberikan persetujuan dalam operasional PSC. Ya itulah yang kudu segera dibenahi. Walaupun 2013 dinyatakan tahun ngebor/banyak ngebor tetapi yang terjadi sebaliknya (lain yang gatal lain yang digaruk) Kumaha Koh Liamsi ? Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: yustinus yuwono <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Tue, 1 Oct 2013 15:34:49 To: iagi-net<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net] Basement di Sumatra: jarak dekat tapi berbeda? Vita & Shofie yang baik, Th 2012 dan bulan Maret 2013 yl saya adakan kursus basement reservoir di Yogya dan Bandung, peminat gk begitu banyak, sekitar 20 org, bahkan kebanyakan para junior geologist. Dalam kursus tersebut saya diskusikan mengenai basement prospect dari sudut petrologi (Petrology Assessment). Nah dari diskusi yang dibuka Vita ini, kebanyakan yang angkat bicara adalah temen2 geotektonik. Saya yang hardrocker coba saharing di sini (mau gak mau kalo bicara basement harus mengajak petrologist, tak iyo?): Pengalaman saya studi basement di South Sumatra Basin (SSB): 1. Dari studi sekitar 60 sumur yang menembus basement (atau dianggap basement), saya kelompokkan himpunan batuannya secara sederhana (merujuk ke arah kepentingan ekonomi praktis) dalam 4 kelompok: Kelompok granitoid, kelompok volkanik, kelompok metamorf non karbonat, dan kelompok metamorf karbonat (marble). 2. Urutan yang paling prospek berturut- turut : Granitoid, Metamorf karbonat, Volkanics, dan terakhir metamorf non karbonat. 3. Porosity dalam basement saya bagi menjadi tiga:1. fracturing by tectonics, 2. fracturing by hydrothermal, dan 3. porosity dari proses surficial weathering. 4. Pengamatan dari data empiris dan experimental, fracturing dari tektonik hanya menghasilkan max 6%. Sedangkan fracturing dari hidrotermal bisa mencapai 100%!!!!!! (contoh di zona Loss of Drilling Fluid di Lap Geotermal). Nah bila anda punya granit basement yang ekonomis dengan porosity mencapai 30%-40% (contoh Vietnam, India), saya lebih mudah menjelaskan bahwa porosity tsb disumbang oleh hydraulic fracturing dari hydrothermal fluid (pre rifting process). Tectonic fracturing yang sangat kecil itu peranannya penting untuk "membuka porosity by hydrothermal yang sering tidak bersambung satu sama lain, selain itu karena sifatnya yang lebih regional, tectonic fracturing juga bertindak sebagai channel way untuk migrasi HC supaya bisa masuk ke basement. Jadi menurut saya, tectonic fracturing bukanlah "rumah" bagi HC, rumah sebenarnya dari HC adalah hydrothermally altered zone. 5. Untuk "weathered" type porosity, saya skeptis. Karena: zona weathered yang tipis ini, kalau "tenggelam" dan posisinya persis menempati bagian atas dari actual basement pasti sudah diagenesis berat akibat overburden yang bisa ribuan meter tebalnya dari sedimentary sequences di atas basement, hasilnya akan menjadi tight, logis to?, meskipun mungkin masih mampu menyimpan porosity aslinya. Apalagi zona weathered ini pasti banyak lempung (kaolinit dan monmorilonit yang berubah menjadi illit, hal ini makin mengurangi porositas. 6. Membicarakan weathered zone ini, kita sudah diskusi panjang di milis ini ketika kita membicarakan "granite wash" masih ingat ya Vita? 7. Pengalaman saya di Tambang Timah Bangka (gak usah jauh-2 ke Vietnam kalo mau mempelajari weathering proses dari granitoid, di Bangka- Belitung banyak open pit besar-2 yang mudah kita pelajari). Di Bangka itu granit wash ini tebalnya max tidak lebih dari 40-50 m saja. Nah kalo anda punya produktif basement yang tebalnya sampai 100m ya mustahil kalo dari weathering. Kalo saya amati produk pelapukan granit di Bangka, kebanyakan warnanya kemerahan karena oksida besi yang berasal dari pelapukan pyrite-chalcopyrite (sulfida), dan mafic mineral.Bagi saya mudah saja meng-identifikasi, bila anda punya cutting yang diperkirakan weathered granite ini masih mengandung sedikit mineral sulfida (pyrite, ccp) pasti cutting anda bukan weathered granite atau granite wash, tetapi adalah altered granite. Ingat, min sulfida adalah metastable pada kondisi atmosfere, mudah berubah menjadi iron oxide. Sharing nya rada panjang, maaf kalo mengganggu. Salam, YSY 2013/10/1 kamsul hidayat <[email protected]> > Mbak Vita dan rekan2 IAGI ysh; > > Mbak Vita apa kabar nih? kayaknya sejak 1992 nggak pernah jumpa muka, he > he.. > Sy baru baca materi dari mbak Vita di bawah:) ingin ikut nimbrung discuss > dari sudut pandang seorang hardrocker :) mungkin Paleozic basements Sumatra > merupakan satu kesatuan geologic setting dengan basements yang ada di > Semenanjung Malaya, terutama pada bagian2 basement yg di kalangan > hardrocker disebut sebagai 1) Western Tin Belt (Siluro-Devonian deep marine > sedimentary rocks "Tethyan origin" dan Triassic Sn-W granite batholith) 2) > Central Gold Belt (Permo-Triassic continental shelf "fore arc" sequences yg > di intrusi oleh Early Jurassic Plutons granite-syenit dan terahir dipotong > oleh dike diorit/tonalie). Di tempat saya, Penjom dan sekitarnya "Central > Gold Belts" , basements ini tersusun atas perselingan batulanau-pasir > tufaan, calcareous sandstone, carbonaceous shale dan sedikit limestone yang > dipotong oleh dyke dan sill tonalite. Batuan2 sedimen dan beku yang berbeda > umur ini (sedimen imur "Permo Trias" batuan beku umur "Trias") bisa > ditemukan secara bersamaan pada satu singkapan atau open pit. > > Yang menarik, basements ini dipotong oleh thrust fault berarah NE (35 deg) > pada zaman Early Jurassic, di mana sesar besar ini memproduksi "milled > rocks" dan alterasi graphite, hancuran batuan & karbon ini naik ke atas > "upwelling" mengikuti rekahan bidang sesar, dan membentuk zona impermeable. > Zona ini menjadi semacap perangkap (lithocap) dari fluida hydrothermal yang > naik ke permukaan sehingga diendapkan urat2 kuarsa yang mengandung logam2 > berharga. Apakah sesar N35E ini menerus sampai ke Sumatra? thus, zona > lithocaps nya menjadi perangkap hidrokarbon "oil dan gas" di sana? > > Sebagai ilustrasi, di bawah ini saya sertakan peta dan foto singkapan > batuan2 basement pada open pit. Jika ingin lebih jelas, singkapan batuan2 > tersebut bisa dilihat di sini :) sebagian dari batsement Paleozoic ini > sudah masuk processing plant :) :) > > > > > Foto basements : sedimen diintrusi tonalite > > Salam, > Kamsul Hidayat > Central Gold Belt-Semenanjung Malaysia > ------------------------------ > *From:* "[email protected]" <[email protected]> > *To:* Iagi <[email protected]> > *Sent:* Wednesday, September 25, 2013 11:52 AM > *Subject:* Re: [iagi-net] Basement di Sumatra: jarak dekat tapi berbeda? > > Hehehe lupa pelajaran tektonik regional dari pak sekendar? > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * Parvita Siregar <[email protected]> > *Sender: * <[email protected]> > *Date: *Wed, 25 Sep 2013 02:54:40 +0000 > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[iagi-net] Basement di Sumatra: jarak dekat tapi berbeda? > > Rekan-rekan IAGI-Net yang asik2, > > Ini mungkin pertanyaan yang tidak terlalu cerdas, tetapi saya kemarin2 ini > melihat data beberapa sumur di Sumatra yang sampai ke basement. Dan dalam > jarak yang lumayan dekat, komposisi basementnya beda sekali: yang satu > marble, yang satu phyllite. Sementara, saya yang lumayan awam ini > berpikiran kalau di Sumatra itu, basementnya mustinya granitic. Ternyata > tidak musti begitu ya? > > Mungkin ada yang mau memberikan pencerahan mengenai basement? Sekali2 > jadi Hardrockerlah…(hidup metaaal). > > > > *PARVITA SIREGAR** |* SENIOR GEOLOGIST | AWE (NORTHWEST NATUNA) PTE LTD | AWE > LIMITED > ------------------------------ > P +62 21 2934 2934 | D EXT 107 | F +62 21 780 3566 | M +62 811 > 996 616 | E [email protected] > ARKADIA OFFICE PARK, TOWER F, 14TH FLOOR, JI. LET. JEND TB SIMATUPANG KAV > 88 JAKARTA 12520 INDONESIA > > SYDNEY *|* NEW PLYMOUTH *|* PERTH *|* JAKARTA > *www.awexplore.com* > If you are not an intended recipient of this email, please notify the > sender, delete it and do not read, act upon, print, disclose, copy, retain > or redistribute it. > > > ---------------------------------------------------- > Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013) > The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & Exhibition > Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/ > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, > resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with > the use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > > > > ---------------------------------------------------- > Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013) > The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & Exhibition > Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/ > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, > resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with > the use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > ---------------------------------------------------- Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013) The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & Exhibition Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/ ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ----------------------------------------------------

