"Tidak ada satu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah bangsa. Tapi pasti ada satu langkah kemajuan bila anda ikut serta memperbaikinya".* ============================================
Mungkin dalam rangka "move on " ini pak Ketua ( dan juga mantan Ketua ) masuk ke "Dunia Lain" ( DEN ) , meninggalkan jalur yg selama ini sdh "Nyaman" Semoga dapat lolos masuk di DEN para Geologist yg juga pakar ttg Migas ini agar dapat memberikan warna lain dalam kebijakan pengelolaan Sumber Daya energi khususnya disektor hulu, yg selama ini blm ada ahlinya di Intitusi tsb. Untuk merubah sesuatau cara terbaik dg ikut terlibat langsung dari dalam . ISM > Welcome to the new world ! > > Benar, sekarang kita sudah masuk di era baru yang tidak > mudah dimengerti oleh saya sendiri dan juga kawan-kawan > khususnya di IAGI. Selamat datang di alam dunia > "*demokrasi*" (dalam tanda kutip, karena saya juga kurang > mengerti persis apa maknanya). Namun secara lugas, yang saya > mengerti, bahwa saat ini tidak ada satu institusi/lembaga > yang akan bisa langgeng bentuknya termasuk pejabat yang > memimpinnya. Presidenpun bukan otoritas satu-satunya yang > menjalankan negeri ini. Kapasitasnya sudah jauh berkurang > dan terbatas dibanding era orde baru. > > Bahkan hampir semua institusi/lembaga sudah ada cacat bawaan > lahir. Artinya, apabila tidak pinter-pinter membawa/memimpin > institusi ini, atau malah *sembrono *dalam membawa kendaraan > yang berupa institusi/lembaga ini maka, bila kesandung > apesnya, risikonya akan ditanggung oleh seluruh pekerja dan > pegawai di institusi/lembaga yg dipimpinnya. Dan > membingungkan yang lain, (terutama saya). > kalau kita jeli melihatnya, maka beberapa kali pemicu > dibubarkan atau dihapuskannya lembaga-lembaga ini karena > *kesembronoan*, bukan karena legalitas atau konstitusi. > Konstitusi itu "kesepakatan", legalitasnya dibuat dengan > kesepakatan secara bersama-sama, antara Pemerintah dengan > DPR. Walaupun pada akhirnya seringkali alasan legalitas, > inskonstitusional, dan keterpurukan performance dll itu > menurut saya hanyalah "alasan" (reasoning) yang diperlukan > supaya semua keputusannya "terlihat" > seolah-olah telah dikaji dengan benar. > > Setahu saya ada beberapa (banyak) UU, PP Permen dll yang > "cacat lahir", namun sebagai orang tua (pejabat pemimpinnya) > tentunya berusaha membesarkan bayi cacat lahir ini supaya > tetap menjadi berguna. Sampai nantinya ada aturan baru yang > mampu mengatakan bahwa kesempurnaan menjadi sebuah > prasyarat, dan si cacat lahir inipun terpaksa dibubarkan. > > Kemarin Pak Noor melihat keanehan DEN, dimana KEN (draft > PP-nya) sudah disejui DPR, tapi sekali lagi keanehannya > justru mengapa PP dimintakan persetujuan DPR. Lah kalau > nanti persetujuan blok-blok pertambangan baru harus > mengikuti prosedur persetujuan parlemen *apa ngga runyem*. > Karena. apabila UUnya mengatakan begitu, maka siapapun yang > jadi pemimpin harus dan wajib menjalankannya, *otherwise > *akan dianggap melanggar UU dan bisa di-impeach. > > Benarkah investor asing tidak mengerti ? > Saya kok ragu tentang hal ini. Mereka (investor asing) > justru mengerti betul adanya risiko ini. Dan semua risiko > (ketidakpastian) itu sudah masuk dalam kalkulasi risiko > kekonomiannya yang konsekuensinya blok ini menjadi "lebih > mahal". Kalau kita lihat Pertaminapun pernah masuk daerah yg > berisiko politik juga, misalnya Libya. Juga perusahaan > tempat kerja saya pernah disana. Perusahaan raksasa banyak > yang bermain di negara-negara berrisiko ini, termasuk > timteng dan negara2 afrika. Mungkin mereka ngerti, tapi ya > tetep saja mereka akan "misuh-misuh" bila potensi impiannya > ternyata jeblok dan ambyar ditengah jalan. > > Jadi saya sarankan kepada semua kawan-kawan IAGI juga, untuk > memulai mengerti dan mengenali perubahan tata kelola > perpolitikan di negeri ini. Jangan hanya *melow *dengan masa > lalu, jangan terpesona dengan "*Enak jamanku to, le ?*". > Kita harus *move on*, tantangan kita tidak sedikit, dan > tidak ada satu* silver bullet* untuk menyelesaikan masalah > bangsa. Saya mempunyai trail dibawah : "*"Tidak ada satu > cara terbaik untuk > menyelesaikan masalah bangsa. Tapi pasti ada satu langkah > kemajuan bila anda ikut serta memperbaikinya".* > > Kembali ke khittah, bagaimana dunia eksplorasi ? > > Salam > Rovicky DP > > > -- > *"Tidak ada satu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah > bangsa. Tapi pasti ada satu langkah kemajuan bila anda ikut > serta memperbaikinya".* > > > 2014-02-03 <[email protected]>: > >> Ternyata yg memohon peninjauan thd UU Migas yg >> mengakibatkan >> Bubarnya BP Migas itu secara umum bukan yg berkepentingan >> langsung dg indusrti migas tsb , malah ada SOJUPEK >> Solidaritas >> Tukang Parkir Dan Pedagang Kaki Lima, namun alasannya >> justru >> bisa mementahkan si pembuat UU . >> lha kok BP migas bisa dikalahkan oleh tukang >> parkir........ayak >> ayak wae >> >> IOSM >> >> >> >> > Teman2 IAGI, >> > >> > >> > >> > Saya ingin menimbrung perihal perusahaan asing rugi Rp.16 >> > triliun. Bagi seorang geologist yang sifat pekerjaannya >> > harus selalu optimist, dry hole sangat berarti karena >> > menambah pengetahuan geologinya. Kerugian demikian bisa >> > dianggap sebagai "the cost of doing business". >> > >> > >> > >> > Namun dari sudut kaca mata oil companies, kerugian akan >> > jauh >> > lebih besar kalau tidak ada kelanjutannya. Pemerintah >> > sekarang ekstra hati-hati dalam mengambil keputusan. >> > HIngga >> > sering terjadi penundaan dan kelambatan. Bahkan menolak >> > kalau persoalannya kurang jelas atau mengandung risiko, >> > meskipun penolakan akan merugikan Negara. >> > >> > >> > >> > Kejelekan pekerjaan yang tertunda lama dapat disamakan >> > dengan keadaan sekarang dengan keterlambatan pembangunan >> > infrasruktur. Pekerjaan >> > infrastruktur serupa dengan eksplorasi dan produksi >> > migas, >> > hasilnya jangka panjang dengan biaya tinggi. Kemacetan >> > dan >> > banjir dikota-kota, sudah diantisipasi sejak 10 tahun >> > yang >> > lalu. Rancangan jalan tol sudah lama dibuat dan bahkan >> > dalam >> > hal penanggulangan banjir dikenal sejak zaman Belanda >> > dengan >> > nama "banjir kanaal". Namun pelaksanaan pekerjaan >> > infrastruktur ditunda terus karena dianggap tidak >> > langsung >> > terlihat manfaatnya. Akibatnya baru terlihat sekarang, >> > banjir dan kemacetan dimana-mana. Penundaan pekerjaan E&P >> > yang terjadi sekarang akan berakibat sama, fatal. >> > >> > >> > >> > Namun keraguan SKKMIGAS dan ESDM untuk mengambil >> > keputusan >> > dengan ekstra hati-hati bisa dimengerti. Baru setahun >> > lebih, MK membubarkan BPMIGAS. Investor asing tidak >> > mengerti >> > bagaimana BPMIGAS setelah 11 tahun berdiri dibubarkan dan >> > dianggap in-konstitusionil. Mereka juga tidak mengerti >> > mengapa dibubarkan tanpa tenggang waktu, langsung >> > diumumkan >> > langsung dibubarkan seperti "draconian law" hingga >> > terjadi >> > kekacauan dan kekosongan yang menyebabkan kerugian Negara >> > mencapai triliunan rupiah. Investor takut kalau tidakan >> > draconian diterapkan juga untuk PSC. Kepercajaan investor >> > turun drastis. >> > >> > >> > >> > Sedangkan BPMIGAS juga tidak mengerti mengapa mereka >> > dibubarkan dan dianggap menyalahi UUD45 Pasal 33 ayat 3 >> > setelah mereka secara tekun mengabdi selama 11 tahun. >> > Tidak >> > ada pengarahan dari MK maupun dari Pemerintah. Cuma nama >> > saja yang diganti. Orang-orangnya sama, struktur >> > organisasi >> > sama, pembiayaan sama, dan pelaksanaan sama. Secara >> > psychologis, SKKMIGAS terpukul berat dengan keputusan >> > dari >> > MK. Mereka sekarang berpegang teguh pada peraturan. Jika >> > ada >> > penyimpangan sedikitpun atau keraguan dalam interpretasi >> > peraturan, yang sering terjadi, mereka cenderung menolak. >> > Bahwa Negara akan dirugikan adalah sekonder. "Safety >> > first" >> > (Bukan keselamatan kerja!). >> > >> > >> > >> > Disusul dengan peristiwa Ketua SKKMIGAS dan Sekjen MIGAS >> > menerima $750,000 dan. $200,000. Akibatnya kedua instansi >> > Pemerintah tsb. sekarang tercengkram dan beberapa >> > keputusan >> > penting direvisi ataupun tertunda pelaksanaanya. Bahkan >> > surat yang sudah ditandatangani, sekarang diteliti >> > kembali. >> > K3S serba salah, mau membatalkan proyek tapi peralatan >> > sudah >> > tiba; mau meneruskan takut tidak cost recoverable. >> > >> > >> > >> > Dilain pihak pemerintah minta supaya produksi tahun ini >> > tetap seperti yang K3S telah janjikan hingga APBN >> > terjamin. >> > Pencapaian produksi sukar dipenuhi dalam suasana "wait >> > and >> > see". Diperkirakan produksi Indonesia tahun 2014 akan >> > turun >> > dari target 805,000 menjadi 795,000bbl/day. Jika hal ini >> > terjadi, dengan harga minyak $100/bbl, pendapatan Negara >> > turun $1,000,000 per hari. Kerugian sehari dari produksi >> > sama dengan "keuntungan" KPK dalam >> > menyelamatkan uang Negara dari kedua penjabat selama >> > proses >> > yang >> > diperkirakan akan memakan waktu lebih dari setahun. >> > >> > >> > >> > Beberapa lapangan baru yang siap untuk diproduksi telah >> > tertunda beberapa kali, seperti Cepu Exxon dan lapangan >> > gas >> > Jangkrik ENI. Beberapa workover dan in-fill-drilling yang >> > diperlukan untuk mengurangi penurunan produksi lapangan >> > tua >> > tertunda. Demikian juga investasi raksasa jangka panjang >> > jalan ditempat, seperti extension dari beberapa PSC, >> > Masela >> > INPEX, IDD Chevron, dan Train 3 BP Tanguh. Penundaan >> > sehari >> > akan berakibat kehilangan produksi dan devisa ratusan >> > juta >> > dollar, jauh dari semua uang yang pernah diamankan dari >> > hasil penyelidikan KPK. >> > >> > >> > >> > Memang keputusan MK harus ditaati. Demikian juga >> > keputusan >> > KPK harus dilaksanakan. Namun dilain pihak, sebagai >> > cendiakawan, kita harus bertanya, "at any cost?". >> > >> > >> > >> > Salam, >> > >> > >> > >> > HL Ong >> > >> > >> > >> > >> > ---------------------------------------------------- >> > Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013) >> > The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & >> > Exhibition >> > Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/ >> > ---------------------------------------------------- >> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact >> > ---------------------------------------------------- >> > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- >> > (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> > No. Rek: 123 0085005314 >> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> > Bank BCA KCP. Manara Mulia >> > No. Rekening: 255-1088580 >> > A/n: Shinta Damayanti >> > ---------------------------------------------------- >> > Subscribe: [email protected] >> > Unsubscribe: [email protected] >> > ---------------------------------------------------- >> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to >> > information posted on its mailing lists, whether posted >> > by >> > IAGI or others. >> > In no event shall IAGI or its members be liable for any, >> > including but not limited to direct or indirect damages, >> > or >> > damages of any kind whatsoever, resulting from loss of >> > use, >> > data or profits, arising out of or in connection with the >> > use of any information posted on IAGI mailing list. >> > ---------------------------------------------------- >> >> >> >> ___________________________________________________________ >> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id >> >> >> ---------------------------------------------------- >> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 >> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition >> JAKARTA,15-18 September 2014 >> ---------------------------------------------------- >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact >> ---------------------------------------------------- >> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- >> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> ---------------------------------------------------- >> Subscribe: [email protected] >> Unsubscribe: [email protected] >> ---------------------------------------------------- >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to >> information posted on its mailing lists, whether posted by >> IAGI or others. >> In no event shall IAGI or its members be liable for any, >> including but not limited >> to direct or indirect damages, or damages of any kind >> whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, >> arising out of or in connection with the use of >> any information posted on IAGI mailing list. >> ---------------------------------------------------- >> > > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- > (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to > information posted on its mailing lists, whether posted by > IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, > including but not limited to direct or indirect damages, or > damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, > data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id ---------------------------------------------------- Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition JAKARTA,15-18 September 2014 ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ----------------------------------------------------

