Is.
Yang membuat saya SANGAT bersedih(dan marah juga hehehe) adalah ego sektoral  
!!!TIDAK ADA kesamaan visi bahwa energi nasional berada dalam kondisi kritis 
sekritis kritisnya , tidak ada visi mereka untuk memberikan dorongan moril atau 
keinginan agar proses bisa berjalan cepat dan tidak membebani para kontraktor 
.Saya tidak bisa membayangkan sebelumnya bahwa ada BUMN yang menuntut 
pengembang pabum dengan sewa tanah darat /lahan sebesar kl 400 juta /ha/tahun 
!!!! untuk lahan dengan NJOP sekitar 15.000/ m2.
Tah kumaha Is ?
Belum lagi regulasi yang pabaliut !!!Kalau dengan kondisi seperti ini , 
bagaimana program peningkatan produksi ,devrsifikasi energi bisa berjalan 
dengan mulus ??
Belum lagi kebijakan "nuclear phobia" dari Pemerintah yang kemudian menyatakan 
PLTN baru  akan dibangun tahun 20130 !!!! Moga moga Pemerintah Baru bisa lebih 
baik , sesuai janjinya.
si Abah

 

     On Wednesday, September 24, 2014 7:59 PM, "[email protected]" 
<[email protected]> wrote:
   

 Tinngal nunggu sebulan lagi Mentri ESDM yg baru yg akan
mengurai permasalahan ini dengan revolosi mentalnya ( kira kira
siapa ya ? Ketua IAGI kan masuk nominasi juga to)
Lifting saat ini diangka 800 an ribu BOPD , disisi lain
konsumsi sdh di angka 1,5 juta, tugasnya menteri ESDM baru
bagaimana menaikan lifting dan mengurangi konsumsi , coba kalau
konsumsi turun menjadi 1,2 juta dan lifting naik menjadi 1,2
juta kan imbang , mungkinkah dalam 5 tahun kedepan ini tercapai
?
Kalau mobil pertahun nambahanya sdh i juta dan motor sudah 8
juta , maka kalau mobil mengkonsumsi BBM 5 liter perhari dan
motor 1 liter perhari , maka tiap tahun akan membutuhkan
tambahan  BBM kira kira sdh 80 ribu barel per hari. Nah apakah 
konsumsi yg tiap tahun naik sebesar itu , bisa dimbangi dengan
kenaikan produksinya ( lifting ) juga ?
Saat ini ada kira kira 48 juta KL BBM yg disubsidi dg duit kira
kira 400 T , atau kira kira 820 ribu barel perhari , ini kira
kira sama dg lifting saat ini , padahal pengahsilan dari
lifting tersebut hanya kira kira 300 T , jadi nomboki subsidi
saja tdk cukup.Masalah yg menyangkut Perizinan , tumpang tindih lahan ,
kebijakan fiskal ini ada disetiap proyek kususnya energi , dan
sdh berlangaung lama , belum lagi masalah ego sektoral yang
saling tumpang tidih aturannya shg mengakibatkan proese yg
panjang dan memakan waktu yg lama ujung ujungya kapasitas
produksi tdk nambah nambah padahal konsumsi naik terus tdk bisa
direm, ini  tugas pemenrintahan  baru , apakah akan sama dg yg
sdh sdh atau ada perubahan secara signifikan dalam lima tahun
kedepan, kususnya menteri ESDM nya

ISM




> Tertulis di Koran Tempo kemarin: bahwa negeri ini tidak
> punya cadangan bbm mencukupi.
> Semua impor.
> Sependek yang aku tau, artinya energi negeri ini sangat
> kurang. Dari btbara msh dikit; dari angin ombak dan mentari
> tidak memadai; apalagi dari nuklir. Hehe balik lagi saja
> dari kayu?  Hutan sdh habis; sisa dari air;  asal dijaga
> lingkungan penyimpan air;  masih dpt dimanfaatkan.
> Energi; makanan; transportasi; bahan bangunan; semua impor.
> Waha tinggal ekspor teroris saja.
> Daripada ngerecokin dlm negri; atau buat tentara bayaran
> saja yaa? Dari pada konyol katanya belain sdr sefaham;
> mending dididik jadi mercenaries saja; jelas dapat uang;
> kata di pilem gajinya gedee.
> Salam . bdn
> Pada 24 Sep 2014 07:14, "Rovicky Dwi Putrohari"
> <[email protected]> menulis:
>>
>> Memberdayakan Migas
>>
>> by : Aris Setyawan
>>
>> Indonesia dulu dikenal sebagai jawara di bidang sumberdaya
>> minyak dan gas
> bumi. Bahkan ketika di akhir abad ke19 sudah dilakukan
> eksplorasi migas yang menemukan lapangan Telaga Said. Begitu
> pula dengan temuan-temuan lapangan migas di Kalimantan
> Timur. Memang yang menemukan dan memproduksi
> lapangan-lapangan tersebut adalah institusi swasta dari
> Belanda.
>>
>> Migas memang dianggap sebagai aset strategis. Maka
>> begitulah ketika
> Jepang menyerbu Indonesia di tahun 1942, yamg pertama
> dikuasai adalah aset-aset lapangan minyak seperti di daerah
> Tarakan yang merupakan entry point pasukan Jepang.
>>
>> Dengan kekayaan migas di bawah permukaan, Indonesia juga
>> berhasil
> mendatangkan investasi perusahaan-perusahaan multinasional
> utamanya di tahun 1970an sehingga menggairahkan dunia
> eksplorasi dan produksi migas. Indonesia mengalami kejayaan
> karena melimpahnya asupan petrodolar, dan bisa bergaya
> memberikan subsidi BBM untuk rakyatnya.
>>
>> ***
>>
>> Namun belakangan ini, industri migas kelihatannya tidak
>> lagi dianggap
> sebagai industri strategis. Bahkan cenderung diperlakukan
> seperti sapi perah yang tidak pernah diurus tetapi harus
> mengeluarkan susu (penghasilan) ke pemerintah pusat mau pun
> daerah dan pelbagai komponen masyarakat lainnya. Hal ini
> tercermin dengan target lifting minyak sebagai penerimaan
> negara yang sekarang selalu dipatok pemerintah dan menjadi
> target yang harus dipenuhi oleh industri migas.
>>
>> Meski pun target lifting minyak dipatok tinggi, namun
>> justru biayanya
> dibatasi dengan pembatasan cost recovery. Sebagai
> perumpamaan mungkin seperti bis antar kota Jakarta ke
> Surabaya namun cuma diberi jatah bensin lima puluh liter.
> Jika bensinnya kurang, bis rusak, mogok atau ada pungutan di
> jalan, maka semua itu ditanggung sopir.
>>
>> Belum lagi kebijakan perpajakan yang mengenakan Pajak Bumi
>> dan Bangunan
> (PBB) pada setiap jengkal blok eksplorasi. Bahkan ketika
> upaya eksplorasi belum dilakukan, apalagi terdapat
> ketidakpastian yang tinggi terhadap keberadaan cadangan
> migas itu sendiri. Dan juga lahan yang sebenarnya akan
> dipakai hanya beberapa hektar untuk lokasi tapak sumur dan
> pembangunan fasilitasnya.
>>
>> Industri migas juga sekarang ini dianggap sama saja dengan
>> industri
> lainnya, seperti tambang batubara atau pun industri
> perkebunan. Hal ini menimbulkan permasalahan tumpang tindih
> lahan antara ketiga industri tersebut. Dan biasanya karena
> industri migas relatif "manja", mereka selalu kalah bersaing
> dalam kerasnya permasalahan tumpang tindih lahan.
>>
>> ***
>>
>> Padahal sejatinya industri migas tidak hanya sekadar
>> penghasil lifting
> minyak untuk penerimaan negara saja. Yang kita en toch tidak
> tahu kemana saja uang itu mengalir. Namun ketersediaan migas
> harus disikapi secara strategis. Mengacu kepada Pasal 33 UUD
> 1945 adalah dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran
> rakyat.
>>
>> Jadi gas bumi sedapat mungkin dimanfaatkan untuk pemenuhan
>> kebutuhan
> energi listrik bagi masyarakat sekitar dan juga dapat
> sebagai bahan baku industri petrokimia. Sudah cukuplah
> Indonesia mengasup gas bumi ke Jepang dan Korea sejak tahun
> 1970an sehingga mereka bisa berkembang menjadi macan asia.
>>
>> Begitu juga minyak bumi sebisa mungkin diolah sendiri dan
> ditumbuhkembangkan industri pengolahan minyak sehingga tidak
> hanya bergantung pada pabrik pengolahan yang sudah tua dan
> tidak efisien lagi.
>>
>> Tidak. Saya tidak mengacu kepada lapangan-lapangan kecil
>> dan tidak
> ekonomis saja yang digunakan untuk keperluan domestik.
> Tetapi justru lapangan-lapangan migas besar harus memberikan
> kontribusi dan komitmennya untuk dipergunakan bagi
> kesejahteraan rakyat banyak. Dengan demikian industri migas
> bisa benar-benar menjadi industri strategis yang dibutuhkan
> dan dicintai rakyat banyak.
>>
>> (dikutip dari status FB Pak Aris)
>>
>> --
>> "Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang
>> positip".
>>
>> ----------------------------------------------------
>> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
>> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
>> JAKARTA,15-18 September 2014
>> ----------------------------------------------------
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>> ----------------------------------------------------
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
>> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> ----------------------------------------------------
>> Subscribe: [email protected]
>> Unsubscribe: [email protected]
>> ----------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>> information posted on its mailing lists, whether posted by
>> IAGI or others.
>> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
>> including but
> not limited
>> to direct or indirect damages, or damages of any kind
>> whatsoever,
> resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in
>> connection with
> the use of
>> any information posted on IAGI mailing list.
>> ----------------------------------------------------
>>
>
> ----------------------------------------------------
> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
> JAKARTA,15-18 September 2014
> ----------------------------------------------------
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
> ----------------------------------------------------
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information  posted on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
> including but not limited to direct or indirect damages, or
> damages of any kind whatsoever, resulting  from loss of use,
> data or profits, arising out of or in connection with the
> use of  any information posted on IAGI mailing list.
> ----------------------------------------------------



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id


----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------



----------------------------------------------------

Siapkan waktu PIT IAGI ke-43

Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition

JAKARTA,15-18 September 2014

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke