Semua minyak dari Indonesia Timur (Salawati, Tiaka, Oseil berkadar sulfur 
tinggi 1-2 % atau lebih dari itu karena berasal dari batuan induk serpih marin, 
napal, karbonat yang miskin besi, tetapi di lingkungan marin yang kaya sulfur, 
sehingga sulfur diikat biota ganggang marin, bukan oleh besi untuk membentuk 
pirit. Bila kelak ada minyak ditemukan di Indonesia Timur, bila berasal dari 
batuan induk seperti di atas, ia akan kaya sulfur. Tetapi kalau misalnya ada 
minyak yang ditemukan berasal dari lingkungan delta atau lakustrin, umur apa 
pun, akan rendah kandungan sulfurnya (<0.2 %).

Minyak-minyak di deepwater Indonesia Barat akan rendah sulfurnya sebab 
source-nya berasal dari exposed delta di updip area (redeposited source). Bila 
kelak ada minyak di deepwater atau delta di Indonesia Barat ditemukan, ia akan 
rendah kandungan sulfurnya.

Minyak-minyak di Indonesia Barat dari deep target apakah akan rendah atau 
tinggi sulfurnya sangat bergantung ke fasies batuan induknya. Bila marin akan 
tinggi sulfurnya, terutama kalau batuan induknya miskin besi (seperti karbonat, 
serpih marin, napal). Bila delta atau lakustrin akan rendah sulfurnya.

Salam,
Awang
________________________________
From: [email protected] [[email protected]] on behalf of Rovicky Dwi 
Putrohari [[email protected]]
Sent: Sunday, February 01, 2015 4:02 PM
To: IAGI
Subject: Re: [iagi-net] Jenis (kualitas) minyak mentah dan geologi

Great mas Eddy, info menarik.
Mungkin memang itu alasan dulu sehingga kita mendapatkan selisih harga. Untuk 
kedepannya, apakah minyak2 "yang belum ditemukan di Indonesia" akan berkadar 
sulfir tinggi atau rendah ?
Misal dengan asumsi akan ada minyak dari Indonesia Timur, dan akan ada minyak 
dari dari deep water Indonesia ? Supaya perencanaan kilang di Indonesia ini pas.
Apakah deeper target di Indonesia barat masih akan menghasilkan minyak dengan 
low sulphur ? Adakah efek maturity mempengaruhi kandungan sulfur ?

rdp


--
"Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".

2015-02-01 14:20 GMT+07:00 Eddy Subroto 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>:
Mas RDP,

Setahu saya tinggi rendahnya kandungan sulfur itu karena pengaruh lingkungan 
pengendapan. Utamanya adalah lingkungan laut yang minus kandungan besi (Fe). 
Lingkungan darat selalu rendah sulfur. Kalau terjadi pembentukan sulfur dari 
reduksi sulfat di lingkungan laut, tetapi di laut itu ternyata banyak besi 
bebas, maka sulfur itu akan diikat oleh besi menjadi pirit (FeS2). Akibatnya, 
kerogen yang ada di lingkungan itu tidak akan mengandung sulfur. Kalau kerogen 
mengandung sulfur dengan kadar rendah, maka minyak yang terbentuk juga akan 
berkadar sulfur rendah.

Kebalikannya, kalau sulfur yang terbentuk di laut itu berada di lingkungan yang 
miskin besi, maka sulfur itu akan bereaksi dengan kerogen dan akan terbentuk 
kerogen dengan kadar sulfur tinggi. Minyak yang terbentuk tentu berkadar sulfur 
tinggi.

Yang saya pahami, minyak Indonesia yang berkadar sulfur rendah dijual ke luar 
dan kita membeli minyak mentah berkadar sulfur tinggi yang lebih murah, 
sehingga kita memperoleh untung. Minyak dengan sulfur tinggi itu diproses di 
kilang kita untuk dibuang sulfurnya, sebelum dilepas di pasar domestik.

Wasalam,
EAS




-------- Original message --------
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]<mailto:[email protected]>>
Date:01/02/2015 13:36 (GMT+07:00)
To: IAGI <[email protected]<mailto:[email protected]>>
Subject: Re: [iagi-net] Jenis (kualitas) minyak mentah dan geologi

Tadinya saya berpikir high sulfur ini karena banyaknya vulkanisme di Indonesia. 
Saya sendiri belum pernah membandingkan kualitas crude dan hubungannya dengan 
kilang serta kualiatas BBM. yopik lain.

Low API bisa karena biodegradasi, bisa juga minyak low maturity. "High waxy 
oil" (banyak lilin) biasanya minyak dari lacustrine source rock. Tapi 
pertanyaan saya apa sih kontrol geologi penyebab high sulfur ?

RDP
-------
http://finance.detik.com/read/2015/01/26/083256/2813486/1034/ini-penyebab-kilang-pertamina-hanya-bisa-olah-kilang-mahal

Bogor -Indonesia memiliki 6 kilang minyak yang dikelola PT Pertamina (Persero). 
Namun sayangnya, kilang ini hanya mampu mengolah minyak yang harganya mahal 
jenis sweet crude. Sementara di pasar minyak, stok paling banyak tersedia 
adalah jenis sour crude.

Vice President Strategic Planning, Business Development, and Operation Risk 
Direktorat Pengolahan Pertamina Achmad Fathoni Mahmud mengakui, kilang-kilang 
Indonesia saat ini hanya mampu mengolah jenis minyak sweet crude.

"Pasalnya, desain awal kilang minyak Indonesia atau Pertamina dibangun 
berdasarkan jenis minyak yang ada di perut bumi Indonesia," kata Fathoni di 
acara Workshop Direktorat Pengolahan Pertamina di Sentul, Bogor, akhir pekan 
lalu.

Fathoni mengatakan, kilang minyak Indonesia ada yang dibangun pada masa 
kolonial Belanda yaitu pada 1992 atau 1935. Saat itu, Indonesia banyak 
memproduksi minyak dengan jenis sweet crude dengan kadar sulfur (belerang) di 
bawah 1%.

"Dulu kita bahkan bisa ekspor karena produksi kita banyak sekali. Sayangnya 
seiring perjalanan waktu produksi minyak kita terus turun, bahkan produksi kita 
tinggal mengais-ngais di bebatuan. Minyak yang didapat sulfurnya juga cukup 
tinggi," ungkapnya.

Tidak hanya di Indonesia, jenis minyak sweet crude ini di pasar minyak 
Internasional makin hari makin sedikit. Tentunya membuat harganya menjadi mahal.

"Yang banyak sekarang justru jenis minyak sour crude. Jenis minyak ini asam, 
sulfirnya tinggi lebih dari 1-3%. Kilang kita belum dapat mengolah jenis minyak 
ini. Kilang yang bisa olah minyak ini kilang modern seperti di Singapura dan 
Amerika," jelas Fathoni.

Desain kilang milik Pertamina, lanjut Fathoni, hampir seluruhnya menggunakan 
bahan dasar besi. Bukan alumunium seperti di Singapura.

"Bila kilang kita dipaksakan mengolah minyak sour akan bahaya, berkarat semua. 
Bisa bocor di mana-mana, bahkan bisa meledak," ungkapnya.

Agar kilang minyak makin fleksibel dan bisa memproduksi minyak yang sulfurnya 
tinggi, saat ini Pertamina sedang mengerjakan program Refinery Development 
Masterplan Program (RDMP). RDMP diproyeksikan akan mendongkrak kapasitas 
pengolahan minyak mentah dari posisi saat ini sekitar 820.000 barel/hari (bph) 
menjadi 1,68 juta bph atau dua kali lipat.

Fleksibilitas kilang juga meningkat, yang di antaranya ditunjukkan dengan 
kemampuannya untuk mengolah minyak mentah dengan tingkat kandungan sulfur 
setara 2%. Saat ini, kandungan sulfur pada minyak mentah yang dapat ditoleransi 
hanya 0,2%.

Dengan kompleksitas tinggi, produksi bahan bakar yang dihasilkan akan naik 
sekitar 2,5 kali lipat dari 620.000 bph saat ini menjadi 1,52 juta bph dengan 
produk utama gasoline dan diesel. Produk-produk tersebut akan memiliki kualitas 
tinggi yang memenuhi standar Euro IV.

--
"Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".

2015-02-01 13:24 GMT+07:00 Yanto R. Sumantri 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>:

Yang dikatakan pak koesoema benar , justru crude indonesia dominan low sulphur
Tentu saja jenis crude ada hubungannya dengan jenis.batuan induk..ada ilmunya 
yaitu geokimia lbh spesifiknya tanya jagonya . Si Abah

Sent from Yahoo Mail on 
Android<https://overview.mail.yahoo.com/mobile/?.src=Android>


----------------------------------------------------

----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]<mailto:[email protected]>
Unsubscribe: 
[email protected]<mailto:[email protected]>
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------



----------------------------------------------------

----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]<mailto:[email protected]>
Unsubscribe: 
[email protected]<mailto:[email protected]>
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

=


----------------------------------------------------

----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------


________________________________

Informasi yang terkandung di dalam dokumen ini mungkin mengandung informasi 
rahasia dan untuk kalangan terbatas, dan hanya ditujukan kepada individu 
(-individu) atau badan (-badan) yang namanya tersebut diatas. Jika anda bukan 
penerima dokumen yang dimaksud, dengan ini anda diingatkan bahwa setiap 
tindakan pengungkapan, penyalinan, pendistribusian atau penggunaan informasi 
dalam dokumen ini secara tidak sah adalah perbuatan yang terlarang.

(The information contained in this electronic message may be privileged and 
confidential, and is intended only for the individual(s) or entity(ies) named 
above. If you are not the intended recipient, you are placed on notice that any 
unauthorized disclosure, copying, distribution, or use of the contents of this 
electronic message is prohibited)

----------------------------------------------------

----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke