Saya mau ikut nimbrung sebagai wakil dari perguruan tinggi (PT) nih. Jadi pertimbangan PT khususnya PTN dan pemerintah untuk membuka program studi geologi tidak semata-mata dikaitkan dengan "kebutuhan" tenaga geologist di dunia korporasi saja. Ada kebutuhan untuk sumberdaya manusia untuk pemulian dan pengembangan ilmu (makanya ada program S2 dan S3), ada kebutuhan untuk konservasi lingkungan, ada kebutuhan untuk mitigasi bencana, ada kebutuhan untuk geoteknik dan kebutuhan-kebutuhan yang lain yang non konvensional (perbankan, asuransi, penerbitan, media). Tenaga geologist di industri ekstraksi (pertambangan dan perminyakan) hanya SEBAGIAN dari kebutuhan geologist secara nasional. Bahwa saat ini mungkin tidak banyak lowongan pekerjaan sebagai geologist di perusahaan atau korporasi di industri ekstraksi ini adalah sebuah fakta yang terkait dengan harga komoditas. Ke depan hal ini sangat mungkin berubah.
Bahwa sebagian lulusan geologi yang kemudian tidak bekerja sebagai geologist mungkin harus di lihat kasus per kasus. Bisa pada level individu atau bahkan pada level perguruan tinggi. Mohon diperhatikan bahwa sebagian mahasiswa dan lulusan geologi adalah perempuan yang sangat mungkin mempunyai preferensi yang berbeda dalam hal pencarian pekerjaan atau pencapaian karir. Bahkan mereka yang berprofesi sebagai geologist pun sangat mungkin untuk beralih ke profesi lain, misalnya menjadi politisi dan karir lainnya. Saat ini, sebagai bagian dari akreditasi program studi, masing-masing perguruan tinggi DIHARUSKAN untuk melakukan tracer studies terhadap lulusannya. IAGI barangkali bisa memanfaatkan data lulusan geologi tanpa harus melakukan survei sendiri. Kesimpulannya, IAGI sangat bisa dan memang diharapkan untuk memberikan masukan bagi program-program studi geologi yang ada di Indonesia. Namun pengaturan tentang jumlah mahasiswa geologi di perguruan tinggi adalah kewenangan perguruan tinggi itu sendiri. Satria Bijaksana Fellow of The Geological Society of London 2018-05-16 12:44 GMT+07:00 yoselena sunarto <[email protected]>: > Ikut Nimbrung Mas Mas.. > > Sebenernya lapangan pekerjaan lumayan banyak (ini bagi yang mau bener2 > nyari, bisa dari media cetak, online, ataupun dari koneksi). > dan kebanyakan temen2 saya yang "murtad" dari Geologi itu memang dari > keinginan mereka sendiri.. ada yang dagang, kerja di bank dll.. > memang mungkin peluang kerja kurang dan skrg dengan banyaknya prodi > Geology yang baru dibuka oleh beberapa kampus pasti menambah persaingan. > Tapi kok saya pikir sayang eh kalo dihilangkan.. hehheh✌✌ > > > Pada 16 Mei 2018 09.53, Anif Punto <[email protected]> menulis: > >> Ikut sharing di diskusi menarik ini.. >> >> Saya termasuk lulusan geologi yang 'murtad' (istilah yang bbiasa saya >> sampaikan ke rekan-rekan geologi..hehehe). Tapi kemurtadan itu sedikit >> menipis beberapa tahun terakhir.. >> >> Sejak lulus geologi tahun 1989 saya memilih profesi sebagai wartawan. >> Pilihan profesi itu mungkin karena sejak mahasiswa sudah sering menulis di >> koran (terutama Kedaulatan Rakyat) ditambah mengeloka majalah mahasiswa. >> >> Ketika menjadi wartawan, saya banyak berkutat di masalah ekonomi, jadi >> makin jauh aja dari geologi,, sebuah kemurtadan yang sempurna. Seandainya >> ketika jadi wartawan banyak meliput ke minerba atau mitigasi bencana, >> mungkin masih bau-bau geologi... >> >> Geologi seolah sudah terlupakan... >> >> Suatu kali mas RDP terpilih menjadi ketua umum IAGI. Saya diajak >> bergabung dalam kepengurusan 'bayangan'. Begitu masuk di IAGI karena naluri >> saya adalah wartawan, yang saya lihat pertama adalah 'apakah IAGI punya >> penerbitan semacam majalah atau buletin?'' Ternyata ada yakni Buletin >> Berita IAGI. >> >> Beberapa waktu kemudian saya mengusulkan ke mas RDP, gimana kalau buletin >> ini kita bikin majalah. Majalah itu nanti dikemas dalam gaya penulisan dan >> liputan yang ilmiah populer. Jadi majalah itu adalah sebuah bacaan >> yang--mengambil jargon majalah Tempo-- 'enak dibaca dan perlu' yang khusus >> mengulas masalah yang terkait dengan kegeologian. Isi majalah harus >> disesuaikan, baik liputan maupun penulisan, dengan anggota IAGI yang >> profesinya beragam, meskipun mayoritas di migas dan minerba. >> >> Akhirnya majalah Berita IAGI pun terbit. >> >> Ketika ketua umum IAGI beralih dari mas RDP ke mas Sukmandaru, dilakukan >> evaluasi dari beragam sisi, keputusannya majalah Berita IAGI terus >> dilanjutkan, dan sampai sekarang terbit rutin tiga-empat kali dalam setahun. >> >> Kalau saya tidak punya *background *geologi, saya kira saya cukup >> kesulitan untuk mengelola majalah Berita IAGI. Meskipun majalah itu tidak >> menulis secara teknis tentang geologi, tetapi tetap lah mengandung >> 'unsur-unsur' geologi di dalamnya. >> >> Jika pada akhirnya kehadiran majalah Berita IAGI bermanfaat bagi khazanah >> pergeologian Indonesia, berarti 'kemurtadan' saya akhirnya turut berguna >> juga dalam memajukan geologi Indonesia.. >> >> salam >> anif punto >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> 2018-05-16 5:52 GMT+07:00 Ok Taufik <[email protected]>: >> >>> Betul Pak, itu yang tepat, kalau akhirnya semua lulusan Geologi harus >>> beralih ke bidang lain yg bisa dilakukan oleh jurusan lainnya ngapain masuk >>> jurusan ini. Walau quisener belum dilakukan, tapi saya berkeyakinan >>> sebagian besar lulusan SMA memilih Geologi karena minat mereka terhadap >>> Ilmu tersebut, baik sciencenya maupun peluang kerjanya. Informasi yg >>> diberikan melalui institusi pendidikan itu sendiri juga tak jauh dari hal >>> tersebut, Tak mungkin misalnya ada Intitusi Jur Geologi menginformasikan, >>> lulusan pendidikan geologi bisa membuka kuliner, buka toko, buka agrobisnis. >>> >>> Harus jujur memberikan informasi ke calon mahasiswa, kemana mereka akan >>> mengabdikan ilmunya dan bagaimana peluangnya?, toh ini menyangkut >>> kepentingan masa depan anak didik. >>> >>> On Tue, May 15, 2018 at 9:18 PM, <[email protected]> wrote: >>> >>>> Ikutan Urun rembug biar ramai lagi millis IAGI....: >>>> >>>> Kita kembalikan ke Tujuan dari Pendidikan , apakah untuk mendidik agar >>>> dpt >>>> menguasai ilmu Geologi , dan terserah mau diapakan dg ilmu yg sdh >>>> diperolehnya tsb ( terserah mau kerja dimanapun ) >>>> atau untuk menyiapkan tenaga kerja dg berbekal ilmu geologi ( untuk >>>> mendapatkan pekerjaan dg modal ilmunya tsb di bidang geologi ) >>>> >>>> kalau yg pertama tujuanya , ya tetap jalan saja berapaun jumlah >>>> lulusanya, >>>> biar nanti "pasar"yg akan menetukan keberlangsunganya pendidikan tsb ( >>>> kalau sedikit yg minat kan lama lama tutup dg sendirinya ) >>>> >>>> Kalau yg kedua , ini baru dilakukan kajian apakah memang pekerjaan >>>> bidang >>>> geologi sdh jenuh. >>>> >>>> Bagaimana kalau diadakan kuisioner pd mhs baru < apa tujuan masuk >>>> geologi.....berapa persen yg menginginkan bekerja di bidang geologi ( >>>> dapat pekerjaan di bidangnya ) >>>> >>>> Kalau masalah pekerjaan diluar bidangnya ( di bank , buka toko, jadi >>>> agen >>>> perjalanan ...dll yg tdk ada hubungan dg ilmu nya ) itu bukan di geologi >>>> saja di disiplin apapun bisa , tdk perlu susah susah ambil geologi kalau >>>> memang tujuan akhirnya spt itu >>>> >>>> Kira kira faktor apa yg menjadikan lowongan untuk geologi lesu : >>>> >>>> 1. Idustri ektraksi khususnya migas dan mining Lesu >>>> >>>> 2. Kebanyakn lulusanya ( banyak jurusan geologi ) >>>> >>>> 3. daya serap diluar bid ektraksi sedikit ( PNS , konsultan ) >>>> >>>> 4............... >>>> >>>> 5.............. >>>> >>>> biasanya "pasar"...itu pragmatis.....Jurusan yg gampang cari kerjaan yg >>>> akan banyak dipilih.... jadi akhirnya pasar yg menentukan >>>> keberlangsungan >>>> keberadaan jurusan geologi.... >>>> >>>> ISM >>>> >>>> >>>> >>>> > kitabicara utk pendidikan geologi itu sendiri , kalau memang tamatan >>>> > pendidikan Geologi harus usaha di bidang lain..kan artinya tak kena >>>> > sasaran >>>> > dengan pendidikan tersebut, apa sebaiknya tak dibatasin Jurusan >>>> > Geologinya..baik dari sisi lulusan dan keberadaan di PT nya. >>>> > >>>> > On Tue, May 15, 2018 at 7:47 PM, sonny t pangestu - >>>> > [email protected] >>>> > <[email protected]> wrote: >>>> > >>>> >> molai saja berkarya sendiri. >>>> >> tidak perlu menunggu dapat lowongan atau bergantung kepada orang >>>> lain. >>>> >> kalo bisa bikin lowongan kerja. >>>> >> pergilah ke luar rumah ke luar kampung ke luar pulau...huiiih banyak >>>> >> banget yang bisa dikerjakan. >>>> >> >>>> >> On Tuesday, May 15, 2018, 4:00:34 PM GMT+7, Ok Taufik >>>> >> <[email protected]> >>>> >> wrote: >>>> >> >>>> >> >>>> >> bagaimana menurut members semua, apa tujuan pendidikan Geologi..kalau >>>> >> akhirnya tak bisa berkarya di bidang Geologi?, Ribuan Fresh Gaduate >>>> saat >>>> >> ini tak bisa menyalurkan minatnya untuk berkarya karena tak ada >>>> peluan >>>> >> di >>>> >> bidangnya. >>>> >> masihkah layak disebut sarjana keahlian geologi kalau kerja di bank, >>>> >> dagang kulliner, dllnya yg tak ada hubungan dengan pendidikannya.? >>>> >> >>>> >> -- >>>> >> OK Taufik >>>> >> >>>> >> Sent from my Computer® >>>> >> >>>> >> >>>> >> ---------------------------------------------------- >>>> >> >>>> >> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) >>>> >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>>> >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) >>>> >> No. Rek: 123 0085005314 >>>> >> >>>> >> ---------------------------------------------------- >>>> >> Subscribe: [email protected] >>>> >> Unsubscribe: [email protected] >>>> >> ---------------------------------------------------- >>>> >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >>>> >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. >>>> >> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including >>>> but >>>> >> not >>>> >> limited >>>> >> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, >>>> >> resulting >>>> >> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection >>>> with >>>> >> the use of >>>> >> any information posted on IAGI mailing list. >>>> >> >>>> >> >>>> >> ---------------------------------------------------- >>>> >> >>>> >> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) >>>> >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>>> >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) >>>> >> No. Rek: 123 0085005314 >>>> >> >>>> >> ---------------------------------------------------- >>>> >> Subscribe: [email protected] >>>> >> Unsubscribe: [email protected] >>>> >> ---------------------------------------------------- >>>> >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >>>> >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. >>>> >> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including >>>> but >>>> >> not >>>> >> limited >>>> >> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, >>>> >> resulting >>>> >> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection >>>> with >>>> >> the use of >>>> >> any information posted on IAGI mailing list. >>>> >> >>>> >> >>>> > >>>> > >>>> > -- >>>> > OK Taufik >>>> > >>>> > Sent from my Computer® >>>> > >>>> > ---------------------------------------------------- >>>> > >>>> > >>>> > >>>> > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) >>>> > >>>> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>>> > >>>> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) >>>> > >>>> > No. Rek: 123 0085005314 >>>> > >>>> > >>>> > >>>> > ---------------------------------------------------- >>>> > >>>> > Subscribe: [email protected] >>>> > >>>> > Unsubscribe: [email protected] >>>> > >>>> > ---------------------------------------------------- >>>> > >>>> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >>>> > >>>> > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. >>>> > >>>> > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including >>>> but not >>>> > limited >>>> > >>>> > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, >>>> > resulting >>>> > >>>> > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection >>>> with >>>> > the use of >>>> > >>>> > any information posted on IAGI mailing list. >>>> > >>>> > >>>> >>>> >>>> ---------------------------------------------------- >>>> >>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) >>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) >>>> No. Rek: 123 0085005314 >>>> >>>> ---------------------------------------------------- >>>> Subscribe: [email protected] >>>> Unsubscribe: [email protected] >>>> ---------------------------------------------------- >>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. >>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but >>>> not limited >>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, >>>> resulting >>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with >>>> the use of >>>> any information posted on IAGI mailing list. >>>> >>> >>> >>> >>> -- >>> OK Taufik >>> >>> Sent from my Computer® >>> >>> >>> ---------------------------------------------------- >>> >>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) >>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) >>> No. Rek: 123 0085005314 >>> >>> ---------------------------------------------------- >>> Subscribe: [email protected] >>> Unsubscribe: [email protected] >>> ---------------------------------------------------- >>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. >>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but >>> not limited >>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, >>> resulting >>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with >>> the use of >>> any information posted on IAGI mailing list. >>> >>> >> >> >> -- >> http://anifpuntoutomo.blogspot.com >> >> ---------------------------------------------------- >> >> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) >> No. Rek: 123 0085005314 >> >> ---------------------------------------------------- >> Subscribe: [email protected] >> Unsubscribe: [email protected] >> ---------------------------------------------------- >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. >> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but >> not limited >> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, >> resulting >> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with >> the use of >> any information posted on IAGI mailing list. >> >> > > > -- > > *Regards, * > > *Yoselena (Mrs)* > *@justyona* > > *Sent from my Gmail.com* > > ---------------------------------------------------- > > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) > No. Rek: 123 0085005314 > > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, > resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with > the use of > any information posted on IAGI mailing list. > > ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) No. Rek: 123 0085005314 ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list.

