rasanya penyerap terbesar geologi itu kok sektor migas dan tambang , dg lesu nya kedua industry tsb maka sangat berpengaruh thd daya serap geologi.
memang akhir akhir ini sector diluar itu ( diluar migas dan tambang ) mulai bergairah , namun apakah diimbangi dg serapan tenaga geologi yg seimbang ( penyerapan signifikan). rasanya kok belum diluar indusrti migas dan tambang bidang bidang geologi yg membutuhkan , antara lain : penelitian , kebencanaan , lingkungan , infra struktur, air Tanah. Perencanaan , dimana institusi yg berwenang untuk bid bid tsb itu plat merah ( PNS) spt LPND ( Lipi, Batan, BMKG, BPPT , BIG , BNPB) , Depertemen ( PU , KLH, ESDM ) serta Pemda, semuanya itu institusi Plat Merah.shg tdk mudah untuk pengadaan SDM nya terutama menyangkut penganggaranya , shg penyerapanya juga belum signifikan. sedang untuk pekerjaan bersifat konsultan untuk infra struktur juga tdk banyak , kalau ada itu untuk yg berpengalaman , sedikit yg untuk freshgrad dan ini tergantung dg ketersedian proyek khususnya proyek infrastruktur. Kalau judul diatas " Bubarkan Jur Geologi " diganti dg "bisakah Geologi Berjaya kembali "....dalam arti serapan geologi bergairah lagi .....gimana ya tentunya jawabanya "bisa" , masalahnya bisa seperti dulu lagi atau bisa seperti apa....... kalau yg sekarang keluar jalur geologi , misaknya bisnis kuliner , café , kerja non geologi ( bank , saham , dll )......memang sengaja atau karena di bidang geologi tdk ada lowongan....( mungkin perlu survai ) jadi ingat ketika baru lulus dulu ( era 80 an ) , teman saya seangkatan 95 % langsung terserap di industri Migas , sisanya non migas tapi masih tetap di jalurnya , jalur geologi spt di LPND,dan ESDM .....rasanya kok sangat sulit kondisi..spt itu.terulang lagi............... , ( menang lahir duluan masih menikmati kejayaan geologi.....kalau lulus sekarang ..mungkin akan lain jadinya...) ISM > Betul Pak, itu yang tepat, kalau akhirnya semua lulusan Geologi harus > beralih ke bidang lain yg bisa dilakukan oleh jurusan lainnya ngapain > masuk > jurusan ini. Walau quisener belum dilakukan, tapi saya berkeyakinan > sebagian besar lulusan SMA memilih Geologi karena minat mereka terhadap > Ilmu tersebut, baik sciencenya maupun peluang kerjanya. Informasi yg > diberikan melalui institusi pendidikan itu sendiri juga tak jauh dari hal > tersebut, Tak mungkin misalnya ada Intitusi Jur Geologi menginformasikan, > lulusan pendidikan geologi bisa membuka kuliner, buka toko, buka > agrobisnis. > > Harus jujur memberikan informasi ke calon mahasiswa, kemana mereka akan > mengabdikan ilmunya dan bagaimana peluangnya?, toh ini menyangkut > kepentingan masa depan anak didik. > > On Tue, May 15, 2018 at 9:18 PM, <[email protected]> wrote: > >> Ikutan Urun rembug biar ramai lagi millis IAGI....: >> >> Kita kembalikan ke Tujuan dari Pendidikan , apakah untuk mendidik agar >> dpt >> menguasai ilmu Geologi , dan terserah mau diapakan dg ilmu yg sdh >> diperolehnya tsb ( terserah mau kerja dimanapun ) >> atau untuk menyiapkan tenaga kerja dg berbekal ilmu geologi ( untuk >> mendapatkan pekerjaan dg modal ilmunya tsb di bidang geologi ) >> >> kalau yg pertama tujuanya , ya tetap jalan saja berapaun jumlah >> lulusanya, >> biar nanti "pasar"yg akan menetukan keberlangsunganya pendidikan tsb ( >> kalau sedikit yg minat kan lama lama tutup dg sendirinya ) >> >> Kalau yg kedua , ini baru dilakukan kajian apakah memang pekerjaan >> bidang >> geologi sdh jenuh. >> >> Bagaimana kalau diadakan kuisioner pd mhs baru < apa tujuan masuk >> geologi.....berapa persen yg menginginkan bekerja di bidang geologi ( >> dapat pekerjaan di bidangnya ) >> >> Kalau masalah pekerjaan diluar bidangnya ( di bank , buka toko, jadi >> agen >> perjalanan ...dll yg tdk ada hubungan dg ilmu nya ) itu bukan di geologi >> saja di disiplin apapun bisa , tdk perlu susah susah ambil geologi kalau >> memang tujuan akhirnya spt itu >> >> Kira kira faktor apa yg menjadikan lowongan untuk geologi lesu : >> >> 1. Idustri ektraksi khususnya migas dan mining Lesu >> >> 2. Kebanyakn lulusanya ( banyak jurusan geologi ) >> >> 3. daya serap diluar bid ektraksi sedikit ( PNS , konsultan ) >> >> 4............... >> >> 5.............. >> >> biasanya "pasar"...itu pragmatis.....Jurusan yg gampang cari kerjaan yg >> akan banyak dipilih.... jadi akhirnya pasar yg menentukan >> keberlangsungan >> keberadaan jurusan geologi.... >> >> ISM >> >> >> >> > kitabicara utk pendidikan geologi itu sendiri , kalau memang tamatan >> > pendidikan Geologi harus usaha di bidang lain..kan artinya tak kena >> > sasaran >> > dengan pendidikan tersebut, apa sebaiknya tak dibatasin Jurusan >> > Geologinya..baik dari sisi lulusan dan keberadaan di PT nya. >> > >> > On Tue, May 15, 2018 at 7:47 PM, sonny t pangestu - >> > [email protected] >> > <[email protected]> wrote: >> > >> >> molai saja berkarya sendiri. >> >> tidak perlu menunggu dapat lowongan atau bergantung kepada orang >> lain. >> >> kalo bisa bikin lowongan kerja. >> >> pergilah ke luar rumah ke luar kampung ke luar pulau...huiiih banyak >> >> banget yang bisa dikerjakan. >> >> >> >> On Tuesday, May 15, 2018, 4:00:34 PM GMT+7, Ok Taufik >> >> <[email protected]> >> >> wrote: >> >> >> >> >> >> bagaimana menurut members semua, apa tujuan pendidikan Geologi..kalau >> >> akhirnya tak bisa berkarya di bidang Geologi?, Ribuan Fresh Gaduate >> saat >> >> ini tak bisa menyalurkan minatnya untuk berkarya karena tak ada >> peluan >> >> di >> >> bidangnya. >> >> masihkah layak disebut sarjana keahlian geologi kalau kerja di bank, >> >> dagang kulliner, dllnya yg tak ada hubungan dengan pendidikannya.? >> >> >> >> -- >> >> OK Taufik >> >> >> >> Sent from my Computer® >> >> >> >> >> >> ---------------------------------------------------- >> >> >> >> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) >> >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) >> >> No. Rek: 123 0085005314 >> >> >> >> ---------------------------------------------------- >> >> Subscribe: [email protected] >> >> Unsubscribe: [email protected] >> >> ---------------------------------------------------- >> >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >> >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. >> >> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including >> but >> >> not >> >> limited >> >> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, >> >> resulting >> >> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection >> with >> >> the use of >> >> any information posted on IAGI mailing list. >> >> >> >> >> >> ---------------------------------------------------- >> >> >> >> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) >> >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) >> >> No. Rek: 123 0085005314 >> >> >> >> ---------------------------------------------------- >> >> Subscribe: [email protected] >> >> Unsubscribe: [email protected] >> >> ---------------------------------------------------- >> >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >> >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. >> >> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including >> but >> >> not >> >> limited >> >> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, >> >> resulting >> >> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection >> with >> >> the use of >> >> any information posted on IAGI mailing list. >> >> >> >> >> > >> > >> > -- >> > OK Taufik >> > >> > Sent from my Computer® >> > >> > ---------------------------------------------------- >> > >> > >> > >> > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) >> > >> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> > >> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) >> > >> > No. Rek: 123 0085005314 >> > >> > >> > >> > ---------------------------------------------------- >> > >> > Subscribe: [email protected] >> > >> > Unsubscribe: [email protected] >> > >> > ---------------------------------------------------- >> > >> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >> > >> > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. >> > >> > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but >> not >> > limited >> > >> > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, >> > resulting >> > >> > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection >> with >> > the use of >> > >> > any information posted on IAGI mailing list. >> > >> > >> >> >> ---------------------------------------------------- >> >> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) >> No. Rek: 123 0085005314 >> >> ---------------------------------------------------- >> Subscribe: [email protected] >> Unsubscribe: [email protected] >> ---------------------------------------------------- >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. >> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but >> not >> limited >> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, >> resulting >> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with >> the use of >> any information posted on IAGI mailing list. >> > > > > -- > OK Taufik > > Sent from my Computer® > > ---------------------------------------------------- > > > > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) > > No. Rek: 123 0085005314 > > > > ---------------------------------------------------- > > Subscribe: [email protected] > > Unsubscribe: [email protected] > > ---------------------------------------------------- > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, > resulting > > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with > the use of > > any information posted on IAGI mailing list. > > ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) No. Rek: 123 0085005314 ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list.

