Sumbang saran sedikit pak Taufik, semoga bisa digunakan bapak menyelamatkan 
adik2 yang minat berprofesi sebagai geolog.

Kondisi saat ini, strategi nasional pada energi dan sumberdaya mineral tampak 
pincang. Seperti yang sudah dipahami kita semua, penyebabnya adalah keraguan 
kita terhadap inventori ESDM kita. Sebenarnya cara untuk menyelesaikan masalah 
ini, jalan keluarnya hanya satu, yaitu melakukan kegiatan geologi, bahkan harus 
secara masal agar terselesaikan dengan cepat.

Sungguh kontradiktif sekali dengan kenyataan di sisi profesi bahwa lulusan 
sarjana tidak diberi kesempatan melakukan kegiatan geologi, di saat seharusnya 
kegiatan tsb dilakukan secara masal.

Dalam trapesium yg ujung atas diduduki pemerintah, sisi kiri kanan ada 
pengusaha dan investor, lalu di sisi bawah adalah profesional dan secara 
keseluruhan trapesium melingkupi masyarakat sekitar kegiatan dan masyarakat 
konsumen, seperti yang saya dan teman2 ungkapkan pada pertemuan mengenai 
kebijakan minerba, seluruh stakeholder yang terlibat harus mendapatkan benefit. 

Pada saat salah satu tidak mendapat benefit, pasti terjadi kekacauan dan 
stagnasi. Saya juga mengungkapkan bahwa korban yang paling menderita saat 
kegiatan tidak ada tentunya mereka yg duduk di ujung profesional. Jadi saya 
sampaikan bahwa kami mengharapkan pemerintah mempertimbangkan pemerataan 
benefit untuk semua stakeholder agar kegiatan bisa berjalan.

Fakta ini sangat pas dengan apa yang bapak sampaikan dan mungkin bapak ibu di 
sisi akademi perlu melakukan kajian lebih mendalam dan secara akademis dapat 
dipertanggunghawabkan untuk disampaikan pada pemerintah agar mencari jalan 
keluar.

Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana negara ini menyelesaikan inventori 
ESDMnya sehingga dapat digunakan untuk strategi pembangunan, bila generasi 
penerus kegiatan geologi dihentikan.

Semoga masukan ini berguna

Salam, Yoseph

> On 16 May 2018, at 05.52, Ok Taufik <[email protected]> wrote:
> 
>  Betul Pak, itu yang tepat, kalau akhirnya semua lulusan Geologi harus 
> beralih ke bidang lain yg bisa dilakukan oleh jurusan lainnya ngapain masuk 
> jurusan ini. Walau quisener belum dilakukan, tapi saya berkeyakinan sebagian 
> besar lulusan SMA memilih Geologi karena minat mereka terhadap Ilmu tersebut, 
> baik sciencenya maupun peluang kerjanya. Informasi yg diberikan melalui 
> institusi pendidikan itu sendiri juga tak jauh dari hal tersebut, Tak mungkin 
> misalnya ada Intitusi Jur Geologi menginformasikan, lulusan pendidikan 
> geologi bisa membuka kuliner, buka toko, buka agrobisnis.
> 
> Harus jujur memberikan informasi ke calon mahasiswa, kemana mereka akan 
> mengabdikan ilmunya dan bagaimana peluangnya?, toh ini menyangkut kepentingan 
> masa depan anak didik.
> 
>> On Tue, May 15, 2018 at 9:18 PM, <[email protected]> wrote:
>> Ikutan Urun rembug biar ramai lagi millis IAGI....:
>> 
>> Kita kembalikan ke Tujuan dari Pendidikan , apakah untuk mendidik agar dpt
>> menguasai ilmu Geologi , dan terserah mau diapakan dg ilmu yg sdh
>> diperolehnya tsb ( terserah mau kerja dimanapun )
>>  atau untuk menyiapkan tenaga kerja dg berbekal ilmu geologi ( untuk
>> mendapatkan pekerjaan dg modal ilmunya tsb di bidang geologi )
>> 
>> kalau yg pertama tujuanya , ya tetap jalan saja berapaun jumlah lulusanya,
>> biar nanti "pasar"yg akan menetukan keberlangsunganya pendidikan tsb (
>> kalau sedikit yg minat kan lama lama tutup dg sendirinya )
>> 
>> Kalau yg kedua , ini baru dilakukan kajian apakah memang pekerjaan bidang
>> geologi sdh jenuh.
>> 
>> Bagaimana kalau diadakan kuisioner pd mhs baru < apa tujuan masuk
>> geologi.....berapa persen yg menginginkan bekerja di bidang geologi (
>> dapat pekerjaan di bidangnya )
>> 
>> Kalau masalah pekerjaan diluar bidangnya ( di bank , buka toko, jadi agen
>> perjalanan ...dll yg tdk ada hubungan dg ilmu nya ) itu bukan di geologi
>> saja di disiplin apapun bisa , tdk perlu susah susah ambil geologi kalau
>> memang tujuan akhirnya spt itu
>> 
>> Kira kira faktor  apa yg menjadikan lowongan untuk geologi lesu :
>> 
>> 1. Idustri ektraksi khususnya migas dan mining  Lesu
>> 
>> 2. Kebanyakn lulusanya ( banyak jurusan geologi )
>> 
>> 3. daya serap diluar bid ektraksi sedikit ( PNS , konsultan )
>> 
>> 4...............
>> 
>> 5..............
>> 
>> biasanya "pasar"...itu pragmatis.....Jurusan  yg gampang cari kerjaan yg
>> akan banyak dipilih.... jadi akhirnya pasar yg menentukan keberlangsungan
>> keberadaan jurusan geologi....
>> 
>> ISM
>> 
>> 
>> 
>> > kitabicara utk pendidikan geologi itu sendiri , kalau memang tamatan
>> > pendidikan Geologi harus usaha di bidang lain..kan artinya tak kena
>> > sasaran
>> > dengan pendidikan tersebut, apa sebaiknya tak dibatasin Jurusan
>> > Geologinya..baik dari sisi lulusan dan keberadaan di PT nya.
>> >
>> > On Tue, May 15, 2018 at 7:47 PM, sonny t pangestu -
>> > [email protected]
>> > <[email protected]> wrote:
>> >
>> >> molai saja berkarya sendiri.
>> >> tidak perlu menunggu dapat lowongan atau bergantung kepada orang lain.
>> >> kalo bisa bikin lowongan kerja.
>> >> pergilah ke luar rumah ke luar kampung ke luar pulau...huiiih banyak
>> >> banget yang bisa dikerjakan.
>> >>
>> >> On Tuesday, May 15, 2018, 4:00:34 PM GMT+7, Ok Taufik
>> >> <[email protected]>
>> >> wrote:
>> >>
>> >>
>> >> bagaimana menurut members semua, apa tujuan pendidikan Geologi..kalau
>> >> akhirnya tak bisa berkarya di bidang Geologi?, Ribuan Fresh Gaduate saat
>> >> ini tak bisa menyalurkan minatnya untuk berkarya karena tak ada peluan
>> >> di
>> >> bidangnya.
>> >> masihkah layak disebut sarjana keahlian geologi kalau kerja di bank,
>> >> dagang kulliner, dllnya yg tak ada hubungan dengan pendidikannya.?
>> >>
>> >> --
>> >> OK Taufik
>> >>
>> >> Sent from my Computer®
>> >>
>> >>
>> >> ----------------------------------------------------
>> >>
>> >> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>> >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>> >> No. Rek: 123 0085005314
>> >>
>> >> ----------------------------------------------------
>> >> Subscribe: [email protected]
>> >> Unsubscribe: [email protected]
>> >> ----------------------------------------------------
>> >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>> >> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>> >> not
>> >> limited
>> >> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> >> resulting
>> >> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>> >> the use of
>> >> any information posted on IAGI mailing list.
>> >>
>> >>
>> >> ----------------------------------------------------
>> >>
>> >> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>> >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>> >> No. Rek: 123 0085005314
>> >>
>> >> ----------------------------------------------------
>> >> Subscribe: [email protected]
>> >> Unsubscribe: [email protected]
>> >> ----------------------------------------------------
>> >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>> >> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>> >> not
>> >> limited
>> >> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> >> resulting
>> >> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>> >> the use of
>> >> any information posted on IAGI mailing list.
>> >>
>> >>
>> >
>> >
>> > --
>> > OK Taufik
>> >
>> > Sent from my Computer®
>> >
>> > ----------------------------------------------------
>> >
>> >
>> >
>> > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>> >
>> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> >
>> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>> >
>> > No. Rek: 123 0085005314
>> >
>> >
>> >
>> > ----------------------------------------------------
>> >
>> > Subscribe: [email protected]
>> >
>> > Unsubscribe: [email protected]
>> >
>> > ----------------------------------------------------
>> >
>> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> >
>> > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>> >
>> > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
>> > limited
>> >
>> > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> > resulting
>> >
>> > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>> > the use of
>> >
>> > any information posted on IAGI mailing list.
>> >
>> >
>> 
>> 
>> ----------------------------------------------------
>> 
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>> No. Rek: 123 0085005314
>> 
>> ----------------------------------------------------
>> Subscribe: [email protected]
>> Unsubscribe: [email protected]
>> ----------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
>> limited
>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the 
>> use of 
>> any information posted on IAGI mailing list.
> 
> 
> 
> -- 
> OK Taufik
> 
> Sent from my Computer®
>  
> 
> ----------------------------------------------------
> 
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
> No. Rek: 123 0085005314
> 
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
> limited
> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the 
> use of 
> any information posted on IAGI mailing list.
> 
> =

----------------------------------------------------



Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)

No. Rek: 123 0085005314



----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

Kirim email ke