Bu Parvita,
Advices nya sangat baik sekali. Izin re-quotes ya.

Reza Al FurqanFreeport Exploration Indonesia

Sent from Yahoo Mail on Android 
 
  On Fri, May 18, 2018 at 10:37, Parvita Siregar<[email protected]> 
wrote:   Untuk mahasiswa dan generasi muda:
1. Kalau masuk sebuah jurusan hanya karena ingin kerja di industri tertentu 
karena secara finansial menjanjikan kok rasanya so pathetic ya.   Seharusnya 
seseorang ingin mempelajari sesuatu karena mempunyai passion terhadap ilmu 
tersebut.  Mumpung masih muda, pelajari ilmu yang diminati. Without passion, 
you will never be good because good work and product come when the work is done 
with passion, when you work with heart.   Uang bakal ngikutin. 
2. Lapangan pekerjaan dan rejeki sebaiknya jangan dipikirkan dulu oleh 
mahasiswa.  Cari pengalaman, belajar sebanyak-banyaknya. Biasanya dalam kurun 
waktu 3 tahun di sebuah jurusan, sudah tahu kalau kita salah jurusan (kurang 
tertarik/lebih tertarik mempelajari yang lain).  Saya tahu mahasiswa mesin yang 
di tahun terakhir malah pindah jurusan ke arsitek.  Atau dokter yang setelah 
lulus malah jadi politisi.  Atau astronom yang sekarang mempelajari filosofi.  
Lulusan geologi yang jadi sastrawan. Atau lulusan ITB yang jadi fitness 
instuctor dan sukses.  Pelajari saja apa yang kita suka selama menjadi 
mahasiswa.  Belajar ilmu di jurusan, belajar berorganisasi, belajar bahasa, 
masak, olah raga, jangan cuma pakai kacamata kuda belajar geologi saja.  Have 
an open mind. Be flexible.  
3.  Kalau tidak ada lapangan pekerjaan untuk geologist ya masa’ jurusannya 
ditutup.  Kalau tidak ada yang minat mempelajari ilmu geologi, baru jurusannya 
ditutup.  Setelah lulus apa ilmunya mau dipakai apa tidak ya terserah, mau 
diamalkan atau tidak ya terserah.  Saya pikir semakin ke sini semakin banyak 
generasi muda yang tertarik dengan math and science.  Kasihan juga ya kalau 
mereka musti sekolah di luar negeri, apalagi yang ngga mampu ke luar negeri.  
Kalau yang kaya2 sih ga masalah. 
4.  Jangan pikir kalian yang baru2 dapat gelar sarjana dipanggil interview dan 
dapat pekerjaan karena kalian seorang geologist yang lebih baik dari yang lain. 
 Kalian semuanya sama.  Kebanyakan yang lolos interview karena mereka mempunyai 
attitude yang baik, dinilai bisa masuk di budaya korporasi dan team yang 
bersangkutan dan dinilai bisa memberikan additional value bagi korporasi dan 
team.  Yang pastinya bisa ketahuan, mana yang lulus cuma asal lulus dan pengen 
digaji sama yang lulus dan memang punya passion terhadap ilmunya.  

If you don’t love what you do, you will be replaced by a machine or software.   
Use what machines don’t have: brain and heart.  

Salam, Parvita

On Wed, May 16, 2018 at 12:45 yoselena sunarto <[email protected]> wrote:

Ikut Nimbrung Mas Mas..
Sebenernya lapangan pekerjaan lumayan banyak (ini bagi yang mau bener2 nyari, 
bisa dari media cetak, online, ataupun dari koneksi). dan kebanyakan temen2 
saya yang "murtad" dari Geologi itu memang dari keinginan mereka sendiri.. ada 
yang dagang, kerja di bank dll..memang mungkin peluang kerja kurang dan skrg 
dengan banyaknya prodi Geology yang baru dibuka oleh beberapa kampus pasti 
menambah persaingan. Tapi kok saya pikir sayang eh kalo dihilangkan.. hehheh✌✌

Pada 16 Mei 2018 09.53, Anif Punto <[email protected]> menulis:

Ikut sharing di diskusi menarik ini..
Saya termasuk lulusan geologi yang 'murtad' (istilah yang bbiasa saya sampaikan 
ke rekan-rekan geologi..hehehe). Tapi kemurtadan itu sedikit menipis beberapa 
tahun terakhir..
Sejak lulus geologi  tahun 1989 saya memilih profesi sebagai wartawan. Pilihan 
profesi itu mungkin karena sejak mahasiswa sudah sering menulis di koran 
(terutama Kedaulatan Rakyat) ditambah mengeloka majalah mahasiswa.
Ketika menjadi wartawan, saya banyak berkutat di masalah ekonomi, jadi makin 
jauh aja dari geologi,, sebuah kemurtadan yang sempurna. Seandainya ketika jadi 
wartawan banyak meliput ke minerba atau mitigasi bencana, mungkin masih bau-bau 
geologi...
Geologi seolah sudah terlupakan...
Suatu kali mas RDP terpilih menjadi ketua umum IAGI. Saya diajak bergabung 
dalam kepengurusan 'bayangan'. Begitu masuk di IAGI karena naluri saya adalah 
wartawan, yang saya lihat pertama adalah 'apakah IAGI punya penerbitan semacam 
majalah atau buletin?'' Ternyata ada yakni Buletin Berita IAGI.
Beberapa waktu kemudian saya mengusulkan ke mas RDP, gimana kalau buletin ini 
kita bikin majalah. Majalah itu nanti dikemas dalam gaya penulisan dan liputan 
yang ilmiah populer. Jadi majalah itu  adalah sebuah bacaan yang--mengambil 
jargon majalah Tempo--  'enak dibaca dan perlu' yang khusus mengulas masalah 
yang terkait dengan kegeologian. Isi majalah harus disesuaikan, baik liputan 
maupun penulisan, dengan anggota IAGI yang profesinya beragam, meskipun 
mayoritas di migas dan minerba.
Akhirnya majalah Berita IAGI pun terbit. 
Ketika ketua umum IAGI beralih dari mas RDP ke mas Sukmandaru, dilakukan 
evaluasi dari beragam sisi, keputusannya majalah Berita IAGI terus dilanjutkan, 
dan sampai sekarang terbit rutin tiga-empat kali dalam setahun.
Kalau saya tidak punya background geologi, saya kira saya cukup kesulitan untuk 
mengelola majalah Berita IAGI. Meskipun majalah itu tidak menulis secara teknis 
tentang geologi, tetapi tetap lah mengandung 'unsur-unsur' geologi di dalamnya.
Jika pada akhirnya kehadiran majalah Berita IAGI bermanfaat bagi khazanah 
pergeologian Indonesia, berarti 'kemurtadan' saya akhirnya turut berguna juga 
dalam memajukan geologi Indonesia..
salamanif punto










2018-05-16 5:52 GMT+07:00 Ok Taufik <[email protected]>:

 Betul Pak, itu yang tepat, kalau akhirnya semua lulusan Geologi harus beralih 
ke bidang lain yg bisa dilakukan oleh jurusan lainnya ngapain masuk jurusan 
ini. Walau quisener belum dilakukan, tapi saya berkeyakinan sebagian besar 
lulusan SMA memilih Geologi karena minat mereka terhadap Ilmu tersebut, baik 
sciencenya maupun peluang kerjanya. Informasi yg diberikan melalui institusi 
pendidikan itu sendiri juga tak jauh dari hal tersebut, Tak mungkin misalnya 
ada Intitusi Jur Geologi menginformasikan, lulusan pendidikan geologi bisa 
membuka kuliner, buka toko, buka agrobisnis.

Harus jujur memberikan informasi ke calon mahasiswa, kemana mereka akan 
mengabdikan ilmunya dan bagaimana peluangnya?, toh ini menyangkut kepentingan 
masa depan anak didik.
On Tue, May 15, 2018 at 9:18 PM, <[email protected]> wrote:

Ikutan Urun rembug biar ramai lagi millis IAGI....:

Kita kembalikan ke Tujuan dari Pendidikan , apakah untuk mendidik agar dpt
menguasai ilmu Geologi , dan terserah mau diapakan dg ilmu yg sdh
diperolehnya tsb ( terserah mau kerja dimanapun )
 atau untuk menyiapkan tenaga kerja dg berbekal ilmu geologi ( untuk
mendapatkan pekerjaan dg modal ilmunya tsb di bidang geologi )

kalau yg pertama tujuanya , ya tetap jalan saja berapaun jumlah lulusanya,
biar nanti "pasar"yg akan menetukan keberlangsunganya pendidikan tsb (
kalau sedikit yg minat kan lama lama tutup dg sendirinya )

Kalau yg kedua , ini baru dilakukan kajian apakah memang pekerjaan bidang
geologi sdh jenuh.

Bagaimana kalau diadakan kuisioner pd mhs baru < apa tujuan masuk
geologi.....berapa persen yg menginginkan bekerja di bidang geologi (
dapat pekerjaan di bidangnya )

Kalau masalah pekerjaan diluar bidangnya ( di bank , buka toko, jadi agen
perjalanan ...dll yg tdk ada hubungan dg ilmu nya ) itu bukan di geologi
saja di disiplin apapun bisa , tdk perlu susah susah ambil geologi kalau
memang tujuan akhirnya spt itu

Kira kira faktor  apa yg menjadikan lowongan untuk geologi lesu :

1. Idustri ektraksi khususnya migas dan mining  Lesu

2. Kebanyakn lulusanya ( banyak jurusan geologi )

3. daya serap diluar bid ektraksi sedikit ( PNS , konsultan )

4...............

5..............

biasanya "pasar"...itu pragmatis.....Jurusan  yg gampang cari kerjaan yg
akan banyak dipilih.... jadi akhirnya pasar yg menentukan keberlangsungan
keberadaan jurusan geologi....

ISM



> kitabicara utk pendidikan geologi itu sendiri , kalau memang tamatan
> pendidikan Geologi harus usaha di bidang lain..kan artinya tak kena
> sasaran
> dengan pendidikan tersebut, apa sebaiknya tak dibatasin Jurusan
> Geologinya..baik dari sisi lulusan dan keberadaan di PT nya.
>
> On Tue, May 15, 2018 at 7:47 PM, sonny t pangestu -
> [email protected]
> <[email protected]> wrote:
>
>> molai saja berkarya sendiri.
>> tidak perlu menunggu dapat lowongan atau bergantung kepada orang lain.
>> kalo bisa bikin lowongan kerja.
>> pergilah ke luar rumah ke luar kampung ke luar pulau...huiiih banyak
>> banget yang bisa dikerjakan.
>>
>> On Tuesday, May 15, 2018, 4:00:34 PM GMT+7, Ok Taufik
>> <[email protected]>
>> wrote:
>>
>>
>> bagaimana menurut members semua, apa tujuan pendidikan Geologi..kalau
>> akhirnya tak bisa berkarya di bidang Geologi?, Ribuan Fresh Gaduate saat
>> ini tak bisa menyalurkan minatnya untuk berkarya karena tak ada peluan
>> di
>> bidangnya.
>> masihkah layak disebut sarjana keahlian geologi kalau kerja di bank,
>> dagang kulliner, dllnya yg tak ada hubungan dengan pendidikannya.?
>>
>> --
>> OK Taufik
>>
>> Sent from my Computer®
>>
>>
>> ----------------------------------------------------
>>
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>> No. Rek: 123 0085005314
>>
>> ----------------------------------------------------
>> Subscribe: [email protected]
>> Unsubscribe: [email protected]
>> ----------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>> not
>> limited
>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>> the use of
>> any information posted on IAGI mailing list.
>>
>>
>> ----------------------------------------------------
>>
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>> No. Rek: 123 0085005314
>>
>> ----------------------------------------------------
>> Subscribe: [email protected]
>> Unsubscribe: [email protected]
>> ----------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>> not
>> limited
>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>> the use of
>> any information posted on IAGI mailing list.
>>
>>
>
>
> --
> OK Taufik
>
> Sent from my Computer®
>
> ----------------------------------------------------
>
>
>
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>
> No. Rek: 123 0085005314
>
>
>
> ----------------------------------------------------
>
> Subscribe: [email protected]
>
> Unsubscribe: [email protected]
>
> ----------------------------------------------------
>
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>
> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
> limited
>
> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting
>
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
> the use of
>
> any information posted on IAGI mailing list.
>
>


----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
No. Rek: 123 0085005314

----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.




-- 
OK Taufik

Sent from my Computer®
 
----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
No. Rek: 123 0085005314

----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.





-- 
http://anifpuntoutomo.blogspot.com
----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
No. Rek: 123 0085005314

----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.





-- 

Regards, 
Yoselena (Mrs)@justyona
Sent from my Gmail.com

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
No. Rek: 123 0085005314

----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.



----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
No. Rek: 123 0085005314

----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.

  

----------------------------------------------------



Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)

No. Rek: 123 0085005314



----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

Kirim email ke