saya sudah 3 / 4x dapet SMS kaya gitu.. abaikan saja klo sms gitu.. hehehe..


*Warm Regards,Yosef Sigit A.*


Pada 21 Oktober 2015 11.28, Eko Prasetyo <[email protected]> menulis:

> Ini modus baru penipuan via sms:
>
>
> Kelihatannya si sender sms berharap kita balas. Saya hiraukan.
>
> Ada yg mengalami hal serupa?
>
> On Wed, Oct 21, 2015 at 10:33 AM Hilmy Irfan <[email protected]> wrote:
>
>> Dear rekan milis, izin share kejadian percobaan penipuan via telepon yang
>> saya alami ya. Sepertinya penipu sudah lumayan pinter, kuat dugaan saya
>> kali ini dia memanfaatkan data dari thread transaksi rekening bersama di
>> salah satu forum online terbesar di Indonesia.
>>
>> Semoga menjadi perhatian agar kita waspada apabila menaruh nomor telepon
>> atau data penting lainnya di forum umum, dan menerima telepon dari penipu
>> seperti yang saya alami.
>>
>> Tulisan ini dapat juga dibaca langsung di blog saya melalui shortlink
>> berikut: http://goo.gl/bIpIUO
>>
>> -------------
>>
>>
>> <http://4.bp.blogspot.com/-t-7gzUQG-1g/VicFWmbNfjI/AAAAAAAACWs/qH2OKGZO4ME/s1600/00001510_604_gontagantihape_penpu_rekber_kaskus_001.jpg>
>>
>>
>>
>> Minggu lalu, tepatnya pada hari *Kamis* tanggal *15 Oktober 2015*, saya
>> dan beberapa teman sedang bekerja dari sebuah *cafe* di bilangan Teuku
>> Umar, dekat kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung. Hingga kemudian telepon
>> genggam saya berdering, layarnya menampilkan sebuah nomor baru yang tidak
>> ada pada daftar kontak yang saya miliki. Dikarenakan saya sedang memasang
>> iklan menjual beberapa gadget dan juga rumah tinggal pribadi saya di
>> Depok
>> <http://rumahdijual.com/depok/935024-rumah-2-lantai-margonda-dekat-ke-mana-mana-di.html>,
>> saya sempatkan untuk menerima panggilan ini. Siapa tahu ada rezeki hari
>> ini, pikir saya.
>>
>>
>> "Lagi di mana?" demikian sang lawan bicara dengan sigap mengambil
>> kesempatan membuka percakapan dengan sebuah pertanyaan. Selanjutnya mari
>> kita sebut lawan bicara saya ini sebagai *Bapak X* saja ya.
>>
>>
>> Saya yang tidak mengetahui siapa lawan bicara saya, dengan sedikit kaget
>> hanya mampu menjawabnya dengan pertanyaan, "Ini dengan siapa?"
>>
>>
>> "Masa lupa, hayo ini siapa?" Rupanya *Bapak X* senang bermain teka-teki.
>> Namun saya yang sedang sibuk menghadapi beberapa pelamar kerja, kehilangan
>> selera bermain tebak-tebakan, dan kembali bertanya, "Siapa ya?"
>>
>>
>> "*DS*", jawab *Bapak X* dengan semangat. Nama lengkap yang dia sebutkan
>> saya samarkan ya.
>>
>>
>> "*DS* mana ya?" Untuk kesekian kalinya saya balik bertanya kepada *Bapak
>> X* ini, kali ini dengan pikiran yang sibuk membuka-buka kembali lembaran
>> ingatan saya akan nama *DS* ini. Ingatan saya hanya terpaut kepada satu
>> orang, *DS* yang dulu membeli Motorola Moto X bekas yang saya jual di
>> Kaskus <https://www.kaskus.co.id/>. Apa mungkin dia ya? Sepengetahuan
>> saya, *DS* ini nama yang identik dengan orang Jawa, namun suara *Bapak X* ini
>> jelas terdengar sangat kental akan logat dari Pulau Sumatera.
>>
>>
>> Saya tanya saja lagi *Bapak X* ini, "*DS* yang dulu beli Moto X ya?"
>>
>>
>> "Iya, lagi di mana? Sibuk ngga?" Kali ini terdengar nada sumringah dari 
>> *Bapak
>> X* karena merasa saya sudah mengingat siapa dia.
>>
>>
>> "Lagi di Bandung Mas, kebetulan lagi sibuk ngewawancara nih." Jawab saya
>> to the point, karena terus terang saya masih kaget ada apa *DS* ini
>> menelepon setelah sekian lama transaksi kami selesai. Memang beberapa waktu
>> lalu, *DS* ini sempat mengirim pesan via *Whatsapp Messenger*. Waktu itu
>> dia menginfokan akan kasus yang menimpa salah satu layanan rekening bersama
>> di Kaskus. Kami sama-sama bersyukur proses transaksi kami yang ditengahi
>> oleh layanan rekening bersama tersebut tidak menemui kendala. Kalau tidak
>> salah ingat, transaksi kami dilakukan sekitar 2-3 bulan sebelum kasus
>> tersebut ramai dibicarakan orang. Namun setelah itu *DS* tidak pernah
>> menghubungi saya lagi, dan memang kami juga tidak pernah melakukan
>> panggilan telepon sama sekali.
>>
>>
>> "Oh, ini saya mau memberitahukan nomor baru saya. Tolong disimpan ya Mas,
>> jangan lupa." *Bapak X* pun menyudahi percakapan kami waktu itu. Saya
>> yang masih menerka-nerka ada apa gerangan *DS *menghubungi saya pun
>> kembali melanjutkan pekerjaan. Meskipun setelahnya pikiran saya sedikit
>> bercabang, jangan-jangan Moto X-nya rusak, mana tidak ada garansinya pula,
>> karena memang Moto X *2nd generation *(2014) dengan seri XT1092 itu
>> tidak secara resmi masuk ke Indonesia.
>>
>>
>> Selang setengah jam berlalu, nomor yang sama yang digunakan oleh *Bapak
>> X* tersebut kembali menelepon. Terhitung dua kali dia melakukan
>> panggilan dan saya diamkan karena sedang ada pekerjaan yang berhadapan
>> langsung dengan orang lain.
>>
>>
>> Sekitar pukul setengah enam sore, pekerjaan saya sudah selesai dan secara
>> kebetulan *Bapak X* pun kembali menelepon saya. Kali ini saya sudah bisa
>> menerima panggilan, yang kira-kira isi pecakapannya seperti berikut ini:
>>
>>
>> Bapak X: "Lagi di mana? Sibuk ngga?"
>>
>> Saya: "Di Bandung Mas, sudah selesai pekerjaan saya."
>>
>> Bapak X: "Ini saudara saya ada keperluan di rumah sakit, saya mau pinjam
>> uang. Nanti malam jam sembilan saya *transfer*."
>>
>> Saya: "Berapa Mas?" (di sini jantung saya mulai berdetak kencang, kaget
>> juga ada orang langsung berani pinjam uang)
>>
>> Bapak X: "Satu aja, ada ga?"
>>
>> Saya: "Satu juta Mas?" (di sini saya mulai ber*dzikir* sebisa saya biar
>> pikiran tidak kosong, he.. he..)
>>
>> Bapak X: "Iya, satu aja. Ada ga?"
>>
>> Saya: "Wah saya ga ada uang segitu, Mas." (saya berusaha sebisa mungkin
>> menolak, dan sudah berencana menghubungi *DS* via *Whatsapp* untuk
>> konfirmasi)
>>
>> Bapak X: "Lima ratus aja kalo gitu. Ada ga?"
>>
>> Saya: "Wah, saya lagi di luar kota ini Mas. Ga ada uang segitu."
>>
>> Bapak X: "Kalau gitu tolong *transferin* pulsa aja ke nomor ini ya!"
>> (pada tahap ini, sudah keliatan jelas ini adalah modus penipuan)
>>
>> Saya: "Isiin pulsa? Ini siapa sih?"
>>
>> Bapak X: "Bentar ya, ada yang mau ngomong nih."
>>
>>
>> Pada saat *Bapak X* meminta jeda, saya segera menutup teleponnya dan
>> kembali ke meja *cafe* yang tadi saya tinggalkan guna menerima panggila
>> ini. Sembari duduk, saya mulai membuka *Whatsapp Messenger *dan mengirim
>> pesan kepada nomor *DS *yang ada di daftar kontak saya. Kira-kira lagi
>> ya, seperti inilah percakapan dengan *DS* yang asli:
>>
>>
>> Saya: "Mas, tadi nelpon?"
>>
>> DS: "Ngga, kenapa gitu Mas?"
>>
>> Saya: "Tadi ada yang nelpon ngaku namanya *DS*, terus minjem uang
>> sejuta."
>>
>> DS: "Hah?"
>>
>> Saya: "Penipu kali ya Mas, sepertinya dia baca data transaksi kita di
>> *thread* rekber B****P*** di Kaskus"
>>
>> DS: "Wah, hati-hati Mas *modus* baru tuh"
>>
>> Saya: "Iya, saya takutnya ini pakai hipnotis juga"
>>
>>
>> Saya kemudian teringat kejadian yang menimpa Tante saya. Dia menerima
>> telepon dari nomor tak dikenal, dan persis seperti kejadian yang saya
>> alami, si penelepon berusaha membuat Tante saya menerka siapa penelepon
>> ini. Sayangnya Tante saya malah menerka bahwa ini adalah keponakannya, yang
>> mana memang itulah tujuan dari penelepon yang merupakan penipu tersebut.
>>
>>
>> Penipuan dengan *modus* seperti ini berusaha mengorek keterangan dari
>> calon korban dengan membuat calon korban menerka identitas penelepon.
>> Begitu calon korban menyebutkan sebuah nama, maka tugas sang penipu lebih
>> mudah karena tinggal mengaku-ngaku sebagai sang pemilik nama, lalu
>> menyebutkan bahwa saat ini sedang dalam kesulitan atau kondisi darurat,
>> semisal: mobil mogok di luar kota, saudara masuk rumah sakit, atau bahkan
>> sedang di kantor polisi.
>>
>>
>> Tante saya mengalami kerugian sekitar satu juta Rupiah dalam bentuk
>> *voucher* pulsa fisik. Dia pergi ke salah satu kedai pulsa dan membeli
>> sepuluh buah *voucher* untuk kemudian dia kirimkan nomor kode *voucher*-nya
>> kepada si penipu.
>>
>>
>> Merujuk kepada keterangan penjaga kedai pulsa yang juga merupakan
>> tetangga, sepertinya Tante saya tidak dalam kondisi kesadaran yang penuh.
>> Entah hipnotis atau apa, saya tidak punya latar belakang keilmuan yang
>> cukup untuk membuat prediksi tentang ini, namun yang saya rasakan setelah
>> menerima telepon dari *Bapak X*, badan ini terasa lemas seperti
>> kehilangan tenaga, padahal selama di *cafe *saya memesan beberapa porsi
>> makanan dan minuman lho.
>>
>>
>> Pesan saya, jika ada nomor tak dikenal yang menelepon dan meminta Anda
>> menebak siapa yang berada di ujung telepon sana, lebih baik segera tutup.
>> Jikalau penting dan memang orang yang kita kenal menghubungi kita
>> menggunakan nomor yang lain dari biasanya, sudah seharusnya dia
>> memberitahukan identitas dirinya terlebih dahulu bukan?
>>
>>
>> Saya sadari resiko berjualan barang secara *online* dengan mencantumkan
>> nomor telepon adalah seringnya muncul gangguan dari penipu-penipu macam
>> ini. Tapi penipu kali ini sedikit lebih pintar, saya yakin dia mendapatkan
>> nama *DS* dan nomor telepon saya dari data orang yang bertransaksi jual
>> beli menggunakan layanan rekening bersama di Kaskus.
>>
>>
>> Ada satu langkah dalam transaksi menggunakan rekening bersama yang
>> membuat data ini terekspos, yaitu pada langkah konfirmasi bahwa pembeli
>> sudah melakukan *transfer* dana ke rekening milik penyedia layanan
>> rekening bersama. Pada langkah tersebut, pembeli diminta mengkonfirmasi
>> *transfer* dana dengan format: *SUDAH TRANSFER dari Rekening [NAMA BANK]
>> nomor [NOMOR REKENING] atas nama [NAMA PEMBELI] untuk pembelian [NAMA
>> BARANG] seharga [NOMINAL]. Dari thread [LINK KE THREAD], Id pembeli [ID
>> PEMBELI], nomor telepon [NO TELP PEMBELI], Id penjual [ID PENJUAL], nomor
>> telepon [NO TELP PENJUAL]*. Lengkap sekali bukan?
>>
>>
>> Dari kejadian percobaan penipuan yang saya alami, saya merasa perlunya
>> penggunaan media lain untuk proses konfirmasi *transfer* rekening
>> bersama yang lebih tertutup, misal hanya dapat diakses oleh penjual dan
>> pembeli. Kaskus yang berawal dari bentuk forum umum, rasanya belum dapat
>> mengakomodasi kebutuhan akan keamanan data ini. Semoga para orang hebat di
>> balik Kaskus dapat melihat celah-celah seperti ini dan membuat terobosan
>> baru agar layanan mereka semakin baik dan bernilai guna, mengingat sejak
>> dari awal dulu hingga kini bisa dibilang perubahan yang terlihat hanya
>> sebatas tampilan baru dan jarangnya Kaskus mengalami maintenis
>> (maiantenance period) lagi. Secara fitur atau proses bisnisnya, belum ada
>> perubahan yang signifikan yang saya rasakan.
>>
>>
>> Akhir kata, selalu waspada dengan telepon dari nomor asing, apalagi bila
>> sudah menyangkut keuangan. Hati-hati pula menyimpan nomor telepon di dunia
>> maya, sebisa mungkin hapus nomor telepon dari tulisan apapun apabila
>> tujuannya sudah tercapai, misalnya dalam proses iklan dan jual beli
>> *online*, maka segera hapus nomor telepon Anda saat transaksi sudah
>> selesai.
>>
>>
>> Waspadalah, waspadalah...
>>
>> ----
>>
>>
>> Hilmy
>> /* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */
>>
>> --
>> ==========
>> Beli paket data Internet Indosat cuma nge-tweet.
>> Daftar #TWITBUY di www.indosat.com/twitbuy
>> Ikuti obrolannya di Forum ICITY >> http://bit.ly/1UxYCDA
>>
>> ----------------------
>> Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell.
>> Hubungi: [email protected]
>> ----------------------
>> Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap
>> Kunjungi >> http://bassaudio.net
>> ----------------------
>> Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
>> -----------------------
>> FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id
>>
>> Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
>>
>> ==========
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian
>> Android Community" di Google Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.
>>
> --
>  @ekoprasetyo 🎲
>
> --
> ==========
> Beli paket data Internet Indosat cuma nge-tweet.
> Daftar #TWITBUY di www.indosat.com/twitbuy
> Ikuti obrolannya di Forum ICITY >> http://bit.ly/1UxYCDA
>
> ----------------------
> Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell.
> Hubungi: [email protected]
> ----------------------
> Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap
> Kunjungi >> http://bassaudio.net
> ----------------------
> Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
> -----------------------
> FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id
>
> Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
>
> ==========
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian
> Android Community" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.
>

-- 
==========
Beli paket data Internet Indosat cuma nge-tweet. 
Daftar #TWITBUY di www.indosat.com/twitbuy
Ikuti obrolannya di Forum ICITY  >> http://bit.ly/1UxYCDA
 
----------------------
Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell.
Hubungi: [email protected]
----------------------
Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap 
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke