Ahahhah saya pakai jurus yang sama nih

Kalau ada telepon yang minta saya nebak nama si penelepon....saya sebut
asal aja nama yang nggak saya kenal.
Contoh "oooh Adit....temen kantor ya?"
Kalau dia nyamber berarti jelas dia penipu....karena jelas2 ga ada temen
kantor saya namanya adit....hehehe.

Lebih mantep lagi langsung tanyain hal2 yang berhubungan dengan
kantor...pastiin dia ngerti apa nggak.
misal "kemaren gw ketemu bos lu pak Jarwo, dia bilang besok kita harus
meeting"....padahal ga ada manager dengan nama itu di kantor.

Selanjutnya....terserah deh mau diapain.
Tapi saya belum coba ngerjain bilang udah transfer seperti isengnya pak
HSW...hehehe....soalnya saya males ditelpon berulangkali.
On Oct 21, 2015 12:19, "Herry SW" <[email protected]> wrote:

> Saya berkali-kali menerima telepon serupa. Bedanya, tampaknya bukan dari
> sumber yang sama.
>
> Pernah suatu hari, saya iseng menebak, "Hmm... siapa ya. Oh, pasti
> Pak Jancuk ya? Apa kabar, Cuk?"
>
> Si penelepon malahan senang karena saya "berhasil" menebak namanya.
> Tinggallah orang-orang di sekitar saya yang tertawa terpingkal-pingkal.
>
> Ujung-ujungnya sama. Pinjam uang Rp x juta, lalu turun sampai ratusan
> ribu, dan akhirnya cuma minta tolong dibelikan pulsa.
>
> Suatu saat, waktu penelepon bilang perlu pinjam uang untuk operasi
> senilai Rp x juta, saya sengaja melambungkan harapannya. "Uang segitu
> apa cukup? Saya transfer Rp 15 juta deh. Buat sahabat lama apa sih yang
> nggak boleh." Hasilnya, dia berkali-kali telepon dan tanya kok
> dananya belum masuk.
>
> Sayang, aneka ulah iseng itu tidak saya rekam. Cuma ada satu yang sempat
> saya rekam dan unggah ke YouTube. Namun, modusnya beda. Kalau mau dengar,
> silakan masuk ke:
> https://goo.gl/XQqFcq
>
>
> Salam,
>
>
> Herry SW
>
> On Wed, 21 Oct 2015 10:33:24 +0700
> Hilmy Irfan <[email protected]> wrote:
>
> > Dear rekan milis, izin share kejadian percobaan penipuan via telepon yang
> > saya alami ya. Sepertinya penipu sudah lumayan pinter, kuat dugaan saya
> > kali ini dia memanfaatkan data dari thread transaksi rekening bersama di
> > salah satu forum online terbesar di Indonesia.
> >
> > Semoga menjadi perhatian agar kita waspada apabila menaruh nomor telepon
> > atau data penting lainnya di forum umum, dan menerima telepon dari penipu
> > seperti yang saya alami.
> >
> > Tulisan ini dapat juga dibaca langsung di blog saya melalui shortlink
> > berikut: http://goo.gl/bIpIUO
> >
> > -------------
> >
> > <
> http://4.bp.blogspot.com/-t-7gzUQG-1g/VicFWmbNfjI/AAAAAAAACWs/qH2OKGZO4ME/s1600/00001510_604_gontagantihape_penpu_rekber_kaskus_001.jpg
> >
> >
> >
> >
> > Minggu lalu, tepatnya pada hari *Kamis* tanggal *15 Oktober 2015*, saya
> dan
> > beberapa teman sedang bekerja dari sebuah *cafe* di bilangan Teuku Umar,
> > dekat kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung. Hingga kemudian telepon genggam
> > saya berdering, layarnya menampilkan sebuah nomor baru yang tidak ada
> pada
> > daftar kontak yang saya miliki. Dikarenakan saya sedang memasang iklan
> > menjual beberapa gadget dan juga rumah tinggal pribadi saya di Depok
> > <
> http://rumahdijual.com/depok/935024-rumah-2-lantai-margonda-dekat-ke-mana-mana-di.html
> >,
> > saya sempatkan untuk menerima panggilan ini. Siapa tahu ada rezeki hari
> > ini, pikir saya.
> >
> >
> > "Lagi di mana?" demikian sang lawan bicara dengan sigap mengambil
> > kesempatan membuka percakapan dengan sebuah pertanyaan. Selanjutnya mari
> > kita sebut lawan bicara saya ini sebagai *Bapak X* saja ya.
> >
> >
> > Saya yang tidak mengetahui siapa lawan bicara saya, dengan sedikit kaget
> > hanya mampu menjawabnya dengan pertanyaan, "Ini dengan siapa?"
> >
> >
> > "Masa lupa, hayo ini siapa?" Rupanya *Bapak X* senang bermain teka-teki.
> > Namun saya yang sedang sibuk menghadapi beberapa pelamar kerja,
> kehilangan
> > selera bermain tebak-tebakan, dan kembali bertanya, "Siapa ya?"
> >
> >
> > "*DS*", jawab *Bapak X* dengan semangat. Nama lengkap yang dia sebutkan
> > saya samarkan ya.
> >
> >
> > "*DS* mana ya?" Untuk kesekian kalinya saya balik bertanya kepada
> > *Bapak X* ini,
> > kali ini dengan pikiran yang sibuk membuka-buka kembali lembaran ingatan
> > saya akan nama *DS* ini. Ingatan saya hanya terpaut kepada satu orang,
> > *DS* yang
> > dulu membeli Motorola Moto X bekas yang saya jual di Kaskus
> > <https://www.kaskus.co.id/>. Apa mungkin dia ya? Sepengetahuan saya,
> *DS* ini
> > nama yang identik dengan orang Jawa, namun suara *Bapak X* ini jelas
> > terdengar sangat kental akan logat dari Pulau Sumatera.
> >
> >
> > Saya tanya saja lagi *Bapak X* ini, "*DS* yang dulu beli Moto X ya?"
> >
> >
> > "Iya, lagi di mana? Sibuk ngga?" Kali ini terdengar nada sumringah dari
> *Bapak
> > X* karena merasa saya sudah mengingat siapa dia.
> >
> >
> > "Lagi di Bandung Mas, kebetulan lagi sibuk ngewawancara nih." Jawab saya
> to
> > the point, karena terus terang saya masih kaget ada apa *DS* ini
> menelepon
> > setelah sekian lama transaksi kami selesai. Memang beberapa waktu
> > lalu, *DS* ini
> > sempat mengirim pesan via *Whatsapp Messenger*. Waktu itu dia menginfokan
> > akan kasus yang menimpa salah satu layanan rekening bersama di Kaskus.
> Kami
> > sama-sama bersyukur proses transaksi kami yang ditengahi oleh layanan
> > rekening bersama tersebut tidak menemui kendala. Kalau tidak salah ingat,
> > transaksi kami dilakukan sekitar 2-3 bulan sebelum kasus tersebut ramai
> > dibicarakan orang. Namun setelah itu *DS* tidak pernah menghubungi saya
> > lagi, dan memang kami juga tidak pernah melakukan panggilan telepon sama
> > sekali.
> >
> >
> > "Oh, ini saya mau memberitahukan nomor baru saya. Tolong disimpan ya Mas,
> > jangan lupa." *Bapak X* pun menyudahi percakapan kami waktu itu. Saya
> yang
> > masih menerka-nerka ada apa gerangan *DS *menghubungi saya pun kembali
> > melanjutkan pekerjaan. Meskipun setelahnya pikiran saya sedikit
> bercabang,
> > jangan-jangan Moto X-nya rusak, mana tidak ada garansinya pula, karena
> > memang Moto X *2nd generation *(2014) dengan seri XT1092 itu tidak secara
> > resmi masuk ke Indonesia.
> >
> >
> > Selang setengah jam berlalu, nomor yang sama yang digunakan oleh
> > *Bapak X* tersebut
> > kembali menelepon. Terhitung dua kali dia melakukan panggilan dan saya
> > diamkan karena sedang ada pekerjaan yang berhadapan langsung dengan orang
> > lain.
> >
> >
> > Sekitar pukul setengah enam sore, pekerjaan saya sudah selesai dan secara
> > kebetulan *Bapak X* pun kembali menelepon saya. Kali ini saya sudah bisa
> > menerima panggilan, yang kira-kira isi pecakapannya seperti berikut ini:
> >
> >
> > Bapak X: "Lagi di mana? Sibuk ngga?"
> >
> > Saya: "Di Bandung Mas, sudah selesai pekerjaan saya."
> >
> > Bapak X: "Ini saudara saya ada keperluan di rumah sakit, saya mau pinjam
> > uang. Nanti malam jam sembilan saya *transfer*."
> >
> > Saya: "Berapa Mas?" (di sini jantung saya mulai berdetak kencang, kaget
> > juga ada orang langsung berani pinjam uang)
> >
> > Bapak X: "Satu aja, ada ga?"
> >
> > Saya: "Satu juta Mas?" (di sini saya mulai ber*dzikir* sebisa saya biar
> > pikiran tidak kosong, he.. he..)
> >
> > Bapak X: "Iya, satu aja. Ada ga?"
> >
> > Saya: "Wah saya ga ada uang segitu, Mas." (saya berusaha sebisa mungkin
> > menolak, dan sudah berencana menghubungi *DS* via *Whatsapp* untuk
> > konfirmasi)
> >
> > Bapak X: "Lima ratus aja kalo gitu. Ada ga?"
> >
> > Saya: "Wah, saya lagi di luar kota ini Mas. Ga ada uang segitu."
> >
> > Bapak X: "Kalau gitu tolong *transferin* pulsa aja ke nomor ini ya!"
> (pada
> > tahap ini, sudah keliatan jelas ini adalah modus penipuan)
> >
> > Saya: "Isiin pulsa? Ini siapa sih?"
> >
> > Bapak X: "Bentar ya, ada yang mau ngomong nih."
> >
> >
> > Pada saat *Bapak X* meminta jeda, saya segera menutup teleponnya dan
> > kembali ke meja *cafe* yang tadi saya tinggalkan guna menerima panggila
> > ini. Sembari duduk, saya mulai membuka *Whatsapp Messenger *dan mengirim
> > pesan kepada nomor *DS *yang ada di daftar kontak saya. Kira-kira lagi
> ya,
> > seperti inilah percakapan dengan *DS* yang asli:
> >
> >
> > Saya: "Mas, tadi nelpon?"
> >
> > DS: "Ngga, kenapa gitu Mas?"
> >
> > Saya: "Tadi ada yang nelpon ngaku namanya *DS*, terus minjem uang
> sejuta."
> >
> > DS: "Hah?"
> >
> > Saya: "Penipu kali ya Mas, sepertinya dia baca data transaksi kita di
> > *thread* rekber B****P*** di Kaskus"
> >
> > DS: "Wah, hati-hati Mas *modus* baru tuh"
> >
> > Saya: "Iya, saya takutnya ini pakai hipnotis juga"
> >
> >
> > Saya kemudian teringat kejadian yang menimpa Tante saya. Dia menerima
> > telepon dari nomor tak dikenal, dan persis seperti kejadian yang saya
> > alami, si penelepon berusaha membuat Tante saya menerka siapa penelepon
> > ini. Sayangnya Tante saya malah menerka bahwa ini adalah keponakannya,
> yang
> > mana memang itulah tujuan dari penelepon yang merupakan penipu tersebut.
> >
> >
> > Penipuan dengan *modus* seperti ini berusaha mengorek keterangan dari
> calon
> > korban dengan membuat calon korban menerka identitas penelepon. Begitu
> > calon korban menyebutkan sebuah nama, maka tugas sang penipu lebih mudah
> > karena tinggal mengaku-ngaku sebagai sang pemilik nama, lalu menyebutkan
> > bahwa saat ini sedang dalam kesulitan atau kondisi darurat, semisal:
> mobil
> > mogok di luar kota, saudara masuk rumah sakit, atau bahkan sedang di
> kantor
> > polisi.
> >
> >
> > Tante saya mengalami kerugian sekitar satu juta Rupiah dalam bentuk
> > *voucher* pulsa fisik. Dia pergi ke salah satu kedai pulsa dan membeli
> > sepuluh buah *voucher* untuk kemudian dia kirimkan nomor kode
> *voucher*-nya
> > kepada si penipu.
> >
> >
> > Merujuk kepada keterangan penjaga kedai pulsa yang juga merupakan
> tetangga,
> > sepertinya Tante saya tidak dalam kondisi kesadaran yang penuh. Entah
> > hipnotis atau apa, saya tidak punya latar belakang keilmuan yang cukup
> > untuk membuat prediksi tentang ini, namun yang saya rasakan setelah
> > menerima telepon dari *Bapak X*, badan ini terasa lemas seperti
> kehilangan
> > tenaga, padahal selama di *cafe *saya memesan beberapa porsi makanan dan
> > minuman lho.
> >
> >
> > Pesan saya, jika ada nomor tak dikenal yang menelepon dan meminta Anda
> > menebak siapa yang berada di ujung telepon sana, lebih baik segera tutup.
> > Jikalau penting dan memang orang yang kita kenal menghubungi kita
> > menggunakan nomor yang lain dari biasanya, sudah seharusnya dia
> > memberitahukan identitas dirinya terlebih dahulu bukan?
> >
> >
> > Saya sadari resiko berjualan barang secara *online* dengan mencantumkan
> > nomor telepon adalah seringnya muncul gangguan dari penipu-penipu macam
> > ini. Tapi penipu kali ini sedikit lebih pintar, saya yakin dia
> mendapatkan
> > nama *DS* dan nomor telepon saya dari data orang yang bertransaksi jual
> > beli menggunakan layanan rekening bersama di Kaskus.
> >
> >
> > Ada satu langkah dalam transaksi menggunakan rekening bersama yang
> membuat
> > data ini terekspos, yaitu pada langkah konfirmasi bahwa pembeli sudah
> > melakukan *transfer* dana ke rekening milik penyedia layanan rekening
> > bersama. Pada langkah tersebut, pembeli diminta mengkonfirmasi
> *transfer* dana
> > dengan format: *SUDAH TRANSFER dari Rekening [NAMA BANK] nomor [NOMOR
> > REKENING] atas nama [NAMA PEMBELI] untuk pembelian [NAMA BARANG] seharga
> > [NOMINAL]. Dari thread [LINK KE THREAD], Id pembeli [ID PEMBELI], nomor
> > telepon [NO TELP PEMBELI], Id penjual [ID PENJUAL], nomor telepon [NO
> TELP
> > PENJUAL]*. Lengkap sekali bukan?
> >
> >
> > Dari kejadian percobaan penipuan yang saya alami, saya merasa perlunya
> > penggunaan media lain untuk proses konfirmasi *transfer* rekening bersama
> > yang lebih tertutup, misal hanya dapat diakses oleh penjual dan pembeli.
> > Kaskus yang berawal dari bentuk forum umum, rasanya belum dapat
> > mengakomodasi kebutuhan akan keamanan data ini. Semoga para orang hebat
> di
> > balik Kaskus dapat melihat celah-celah seperti ini dan membuat terobosan
> > baru agar layanan mereka semakin baik dan bernilai guna, mengingat sejak
> > dari awal dulu hingga kini bisa dibilang perubahan yang terlihat hanya
> > sebatas tampilan baru dan jarangnya Kaskus mengalami maintenis
> > (maiantenance period) lagi. Secara fitur atau proses bisnisnya, belum ada
> > perubahan yang signifikan yang saya rasakan.
> >
> >
> > Akhir kata, selalu waspada dengan telepon dari nomor asing, apalagi bila
> > sudah menyangkut keuangan. Hati-hati pula menyimpan nomor telepon di
> dunia
> > maya, sebisa mungkin hapus nomor telepon dari tulisan apapun apabila
> > tujuannya sudah tercapai, misalnya dalam proses iklan dan jual beli
> *online*,
> > maka segera hapus nomor telepon Anda saat transaksi sudah selesai.
> >
> >
> > Waspadalah, waspadalah...
> >
> > ----
> >
> >
> > Hilmy
> > /* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */
> >
> > --
> > ==========
> > Beli paket data Internet Indosat cuma nge-tweet.
> > Daftar #TWITBUY di www.indosat.com/twitbuy
> > Ikuti obrolannya di Forum ICITY  >> http://bit.ly/1UxYCDA
> >
> > ----------------------
> > Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell.
> > Hubungi: [email protected]
> > ----------------------
> > Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap
> > Kunjungi  >> http://bassaudio.net
> > ----------------------
> > Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
> > -----------------------
> > FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id
> >
> > Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
> >
> > ==========
> > ---
> > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android]
> Indonesian Android Community" dari Google Grup.
> > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> > Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.
>
> --
> Maaf, saya tidak melayani konsultasi via SMS dan WhatsApp.
> Jalur konsultasi: blog Ponselmu.com dan Twitter @herrysw
>
> --
> ==========
> Beli paket data Internet Indosat cuma nge-tweet.
> Daftar #TWITBUY di www.indosat.com/twitbuy
> Ikuti obrolannya di Forum ICITY  >> http://bit.ly/1UxYCDA
>
> ----------------------
> Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell.
> Hubungi: [email protected]
> ----------------------
> Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap
> Kunjungi  >> http://bassaudio.net
> ----------------------
> Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
> -----------------------
> FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id
>
> Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
>
> ==========
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android]
> Indonesian Android Community" dari Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.
>

-- 
==========
Beli paket data Internet Indosat cuma nge-tweet. 
Daftar #TWITBUY di www.indosat.com/twitbuy
Ikuti obrolannya di Forum ICITY  >> http://bit.ly/1UxYCDA
 
----------------------
Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell.
Hubungi: [email protected]
----------------------
Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap 
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke