TFS om hilmy...

izin share yaaa.... kebetulan kemaren ada tetangga yg kena modus serupa
namun alhamdulilah blm smp transfer pulsa....

tks,
rdp®
SGP - O12


2015-10-21 10:33 GMT+07:00 Hilmy Irfan <[email protected]>:

> Dear rekan milis, izin share kejadian percobaan penipuan via telepon yang
> saya alami ya. Sepertinya penipu sudah lumayan pinter, kuat dugaan saya
> kali ini dia memanfaatkan data dari thread transaksi rekening bersama di
> salah satu forum online terbesar di Indonesia.
>
> Semoga menjadi perhatian agar kita waspada apabila menaruh nomor telepon
> atau data penting lainnya di forum umum, dan menerima telepon dari penipu
> seperti yang saya alami.
>
> Tulisan ini dapat juga dibaca langsung di blog saya melalui shortlink
> berikut: http://goo.gl/bIpIUO
>
> -------------
>
>
> <http://4.bp.blogspot.com/-t-7gzUQG-1g/VicFWmbNfjI/AAAAAAAACWs/qH2OKGZO4ME/s1600/00001510_604_gontagantihape_penpu_rekber_kaskus_001.jpg>
>
>
>
> Minggu lalu, tepatnya pada hari *Kamis* tanggal *15 Oktober 2015*, saya
> dan beberapa teman sedang bekerja dari sebuah *cafe* di bilangan Teuku
> Umar, dekat kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung. Hingga kemudian telepon
> genggam saya berdering, layarnya menampilkan sebuah nomor baru yang tidak
> ada pada daftar kontak yang saya miliki. Dikarenakan saya sedang memasang
> iklan menjual beberapa gadget dan juga rumah tinggal pribadi saya di Depok
> <http://rumahdijual.com/depok/935024-rumah-2-lantai-margonda-dekat-ke-mana-mana-di.html>,
> saya sempatkan untuk menerima panggilan ini. Siapa tahu ada rezeki hari
> ini, pikir saya.
>
>
> "Lagi di mana?" demikian sang lawan bicara dengan sigap mengambil
> kesempatan membuka percakapan dengan sebuah pertanyaan. Selanjutnya mari
> kita sebut lawan bicara saya ini sebagai *Bapak X* saja ya.
>
>
> Saya yang tidak mengetahui siapa lawan bicara saya, dengan sedikit kaget
> hanya mampu menjawabnya dengan pertanyaan, "Ini dengan siapa?"
>
>
> "Masa lupa, hayo ini siapa?" Rupanya *Bapak X* senang bermain teka-teki.
> Namun saya yang sedang sibuk menghadapi beberapa pelamar kerja, kehilangan
> selera bermain tebak-tebakan, dan kembali bertanya, "Siapa ya?"
>
>
> "*DS*", jawab *Bapak X* dengan semangat. Nama lengkap yang dia sebutkan
> saya samarkan ya.
>
>
> "*DS* mana ya?" Untuk kesekian kalinya saya balik bertanya kepada *Bapak
> X* ini, kali ini dengan pikiran yang sibuk membuka-buka kembali lembaran
> ingatan saya akan nama *DS* ini. Ingatan saya hanya terpaut kepada satu
> orang, *DS* yang dulu membeli Motorola Moto X bekas yang saya jual di
> Kaskus <https://www.kaskus.co.id/>. Apa mungkin dia ya? Sepengetahuan
> saya, *DS* ini nama yang identik dengan orang Jawa, namun suara *Bapak X* ini
> jelas terdengar sangat kental akan logat dari Pulau Sumatera.
>
>
> Saya tanya saja lagi *Bapak X* ini, "*DS* yang dulu beli Moto X ya?"
>
>
> "Iya, lagi di mana? Sibuk ngga?" Kali ini terdengar nada sumringah dari *Bapak
> X* karena merasa saya sudah mengingat siapa dia.
>
>
> "Lagi di Bandung Mas, kebetulan lagi sibuk ngewawancara nih." Jawab saya
> to the point, karena terus terang saya masih kaget ada apa *DS* ini
> menelepon setelah sekian lama transaksi kami selesai. Memang beberapa waktu
> lalu, *DS* ini sempat mengirim pesan via *Whatsapp Messenger*. Waktu itu
> dia menginfokan akan kasus yang menimpa salah satu layanan rekening bersama
> di Kaskus. Kami sama-sama bersyukur proses transaksi kami yang ditengahi
> oleh layanan rekening bersama tersebut tidak menemui kendala. Kalau tidak
> salah ingat, transaksi kami dilakukan sekitar 2-3 bulan sebelum kasus
> tersebut ramai dibicarakan orang. Namun setelah itu *DS* tidak pernah
> menghubungi saya lagi, dan memang kami juga tidak pernah melakukan
> panggilan telepon sama sekali.
>
>
> "Oh, ini saya mau memberitahukan nomor baru saya. Tolong disimpan ya Mas,
> jangan lupa." *Bapak X* pun menyudahi percakapan kami waktu itu. Saya
> yang masih menerka-nerka ada apa gerangan *DS *menghubungi saya pun
> kembali melanjutkan pekerjaan. Meskipun setelahnya pikiran saya sedikit
> bercabang, jangan-jangan Moto X-nya rusak, mana tidak ada garansinya pula,
> karena memang Moto X *2nd generation *(2014) dengan seri XT1092 itu tidak
> secara resmi masuk ke Indonesia.
>
>
> Selang setengah jam berlalu, nomor yang sama yang digunakan oleh *Bapak X* 
> tersebut
> kembali menelepon. Terhitung dua kali dia melakukan panggilan dan saya
> diamkan karena sedang ada pekerjaan yang berhadapan langsung dengan orang
> lain.
>
>
> Sekitar pukul setengah enam sore, pekerjaan saya sudah selesai dan secara
> kebetulan *Bapak X* pun kembali menelepon saya. Kali ini saya sudah bisa
> menerima panggilan, yang kira-kira isi pecakapannya seperti berikut ini:
>
>
> Bapak X: "Lagi di mana? Sibuk ngga?"
>
> Saya: "Di Bandung Mas, sudah selesai pekerjaan saya."
>
> Bapak X: "Ini saudara saya ada keperluan di rumah sakit, saya mau pinjam
> uang. Nanti malam jam sembilan saya *transfer*."
>
> Saya: "Berapa Mas?" (di sini jantung saya mulai berdetak kencang, kaget
> juga ada orang langsung berani pinjam uang)
>
> Bapak X: "Satu aja, ada ga?"
>
> Saya: "Satu juta Mas?" (di sini saya mulai ber*dzikir* sebisa saya biar
> pikiran tidak kosong, he.. he..)
>
> Bapak X: "Iya, satu aja. Ada ga?"
>
> Saya: "Wah saya ga ada uang segitu, Mas." (saya berusaha sebisa mungkin
> menolak, dan sudah berencana menghubungi *DS* via *Whatsapp* untuk
> konfirmasi)
>
> Bapak X: "Lima ratus aja kalo gitu. Ada ga?"
>
> Saya: "Wah, saya lagi di luar kota ini Mas. Ga ada uang segitu."
>
> Bapak X: "Kalau gitu tolong *transferin* pulsa aja ke nomor ini ya!"
> (pada tahap ini, sudah keliatan jelas ini adalah modus penipuan)
>
> Saya: "Isiin pulsa? Ini siapa sih?"
>
> Bapak X: "Bentar ya, ada yang mau ngomong nih."
>
>
> Pada saat *Bapak X* meminta jeda, saya segera menutup teleponnya dan
> kembali ke meja *cafe* yang tadi saya tinggalkan guna menerima panggila
> ini. Sembari duduk, saya mulai membuka *Whatsapp Messenger *dan mengirim
> pesan kepada nomor *DS *yang ada di daftar kontak saya. Kira-kira lagi
> ya, seperti inilah percakapan dengan *DS* yang asli:
>
>
> Saya: "Mas, tadi nelpon?"
>
> DS: "Ngga, kenapa gitu Mas?"
>
> Saya: "Tadi ada yang nelpon ngaku namanya *DS*, terus minjem uang sejuta."
>
> DS: "Hah?"
>
> Saya: "Penipu kali ya Mas, sepertinya dia baca data transaksi kita di
> *thread* rekber B****P*** di Kaskus"
>
> DS: "Wah, hati-hati Mas *modus* baru tuh"
>
> Saya: "Iya, saya takutnya ini pakai hipnotis juga"
>
>
> Saya kemudian teringat kejadian yang menimpa Tante saya. Dia menerima
> telepon dari nomor tak dikenal, dan persis seperti kejadian yang saya
> alami, si penelepon berusaha membuat Tante saya menerka siapa penelepon
> ini. Sayangnya Tante saya malah menerka bahwa ini adalah keponakannya, yang
> mana memang itulah tujuan dari penelepon yang merupakan penipu tersebut.
>
>
> Penipuan dengan *modus* seperti ini berusaha mengorek keterangan dari
> calon korban dengan membuat calon korban menerka identitas penelepon.
> Begitu calon korban menyebutkan sebuah nama, maka tugas sang penipu lebih
> mudah karena tinggal mengaku-ngaku sebagai sang pemilik nama, lalu
> menyebutkan bahwa saat ini sedang dalam kesulitan atau kondisi darurat,
> semisal: mobil mogok di luar kota, saudara masuk rumah sakit, atau bahkan
> sedang di kantor polisi.
>
>
> Tante saya mengalami kerugian sekitar satu juta Rupiah dalam bentuk
> *voucher* pulsa fisik. Dia pergi ke salah satu kedai pulsa dan membeli
> sepuluh buah *voucher* untuk kemudian dia kirimkan nomor kode *voucher*-nya
> kepada si penipu.
>
>
> Merujuk kepada keterangan penjaga kedai pulsa yang juga merupakan
> tetangga, sepertinya Tante saya tidak dalam kondisi kesadaran yang penuh.
> Entah hipnotis atau apa, saya tidak punya latar belakang keilmuan yang
> cukup untuk membuat prediksi tentang ini, namun yang saya rasakan setelah
> menerima telepon dari *Bapak X*, badan ini terasa lemas seperti
> kehilangan tenaga, padahal selama di *cafe *saya memesan beberapa porsi
> makanan dan minuman lho.
>
>
> Pesan saya, jika ada nomor tak dikenal yang menelepon dan meminta Anda
> menebak siapa yang berada di ujung telepon sana, lebih baik segera tutup.
> Jikalau penting dan memang orang yang kita kenal menghubungi kita
> menggunakan nomor yang lain dari biasanya, sudah seharusnya dia
> memberitahukan identitas dirinya terlebih dahulu bukan?
>
>
> Saya sadari resiko berjualan barang secara *online* dengan mencantumkan
> nomor telepon adalah seringnya muncul gangguan dari penipu-penipu macam
> ini. Tapi penipu kali ini sedikit lebih pintar, saya yakin dia mendapatkan
> nama *DS* dan nomor telepon saya dari data orang yang bertransaksi jual
> beli menggunakan layanan rekening bersama di Kaskus.
>
>
> Ada satu langkah dalam transaksi menggunakan rekening bersama yang membuat
> data ini terekspos, yaitu pada langkah konfirmasi bahwa pembeli sudah
> melakukan *transfer* dana ke rekening milik penyedia layanan rekening
> bersama. Pada langkah tersebut, pembeli diminta mengkonfirmasi *transfer* dana
> dengan format: *SUDAH TRANSFER dari Rekening [NAMA BANK] nomor [NOMOR
> REKENING] atas nama [NAMA PEMBELI] untuk pembelian [NAMA BARANG] seharga
> [NOMINAL]. Dari thread [LINK KE THREAD], Id pembeli [ID PEMBELI], nomor
> telepon [NO TELP PEMBELI], Id penjual [ID PENJUAL], nomor telepon [NO TELP
> PENJUAL]*. Lengkap sekali bukan?
>
>
> Dari kejadian percobaan penipuan yang saya alami, saya merasa perlunya
> penggunaan media lain untuk proses konfirmasi *transfer* rekening bersama
> yang lebih tertutup, misal hanya dapat diakses oleh penjual dan pembeli.
> Kaskus yang berawal dari bentuk forum umum, rasanya belum dapat
> mengakomodasi kebutuhan akan keamanan data ini. Semoga para orang hebat di
> balik Kaskus dapat melihat celah-celah seperti ini dan membuat terobosan
> baru agar layanan mereka semakin baik dan bernilai guna, mengingat sejak
> dari awal dulu hingga kini bisa dibilang perubahan yang terlihat hanya
> sebatas tampilan baru dan jarangnya Kaskus mengalami maintenis
> (maiantenance period) lagi. Secara fitur atau proses bisnisnya, belum ada
> perubahan yang signifikan yang saya rasakan.
>
>
> Akhir kata, selalu waspada dengan telepon dari nomor asing, apalagi bila
> sudah menyangkut keuangan. Hati-hati pula menyimpan nomor telepon di dunia
> maya, sebisa mungkin hapus nomor telepon dari tulisan apapun apabila
> tujuannya sudah tercapai, misalnya dalam proses iklan dan jual beli
> *online*, maka segera hapus nomor telepon Anda saat transaksi sudah
> selesai.
>
>
> Waspadalah, waspadalah...
>
> ----
>
>
> Hilmy
> /* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */
>
> --
> ==========
> Beli paket data Internet Indosat cuma nge-tweet.
> Daftar #TWITBUY di www.indosat.com/twitbuy
> Ikuti obrolannya di Forum ICITY >> http://bit.ly/1UxYCDA
>
> ----------------------
> Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell.
> Hubungi: [email protected]
> ----------------------
> Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap
> Kunjungi >> http://bassaudio.net
> ----------------------
> Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
> -----------------------
> FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id
>
> Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
>
> ==========
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian
> Android Community" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.
>

-- 
==========
Beli paket data Internet Indosat cuma nge-tweet. 
Daftar #TWITBUY di www.indosat.com/twitbuy
Ikuti obrolannya di Forum ICITY  >> http://bit.ly/1UxYCDA
 
----------------------
Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell.
Hubungi: [email protected]
----------------------
Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap 
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke