Hmm.. Kayanya gak pengaruh.. Dia ambil data customer, bikin KTP palsu, ke CS telko minta kartu baru, terus bikin transaksi palsu..
On Wed, Jun 22, 2016, 13:21 Fajar Edisya Putera <[email protected]> wrote: > moral story.. ganti segera nomor hp saat pendaftaran kartu kredit... > setelah itu aman dari telemarketing... cuma kadang masih belum aman dari > internal marketing bank... untuk pembelian online pun saya menggunakan > nomor yang lain dari yang terdaftar agar tidak mudah ada penawaran atas > nama bank tertentu > On Jun 22, 2016 17:11, "Eko Prasetiyo" <[email protected]> wrote: > >> >> http://megapolitan.kompas.com/read/2016/06/22/17044981/komplotan.pembobol.kartu.kredit.yang.libatkan.marketing.dan.provider.diciduk.polisi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp >> >> Aparat Subdit IV Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya menangkap >> tiga orang pelaku pembobol kartu kredit. Ketiganya telah berhasil menipu >> ribuan korbannya sejak tahun 2014. >> >> "Korbannya banyak, sekitar 1.600 orang, mungkin bisa saja lebih banyak >> dari yang terdata. Kalau ini tidak dilakukan langkah hukum kerugian terus >> bertambah," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes >> Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/6/2016). >> >> Adapun keempat pelaku tersebut berinisial GS, A, AH dan PSS. Keempat >> orang tersebut adalah pelaku pembobol kartu kredit nasabah dari berbagai >> bank swasta. Pelaku yang pertama kali ditangkap yakni PSS. Saat itu, dia >> diciduk pada 20 Mei 2016 di sebuah kantor provider, PT Indosat Jalan Medan >> Merdeka Barat, Jakarta Pusat. >> >> "Pelaku sedang membawa KTP yang diduga palsu datanya untuk mengajukan >> permohonan pergantian kartu seluler," tambahnya. >> >> Setelah menangkap PPS, lanjut Fadil, polisi melakukan pengembangan dan >> menangkap pelaku lainnya. Keempat pelaku ternyata diketahui memiliki peran >> yang berbeda-beda. Fadil menjelaskan, para pelaku membagi perannya menjadi >> tiga kelompok. >> >> Kelompok pertama, bertugas mencuri data customer, tugas itu dilakukan >> oleh A dan AH yang merupakan pegawai kontrak sebuah bank. Mereka mudah >> punya data calon korban lantaran bekerja di bagian marketing pembuatan >> kartu kredit sebuah bank dengan menawarkan jasanya di pusat perbelanjaan di >> Jakarta. >> >> "Krusialnya di antara para pelaku ada pegawai outsourcing bank. Mereka >> dapat data nasabah karena mereka terlibat dalam mendapatkan customer di >> bank itu," ucapnya. >> >> Sementara, GS berperan sebagai pembuat KTP palsu. Dia juga berperan >> menarik uang dari akun-akun yang sudah berhasil dicuri. Sementara, PSS, >> bertugas melakukan perubahan nomor telepon seluler korbannya ke kantor >> provider. Dia membawa KTP palsu yang dibuat oleh GS. >> >> "Otaknya ini GS. Ide awalnya dari dia. Dia juga memiliki kemampuan di >> bidang IT dan Dia yang mempengaruhi tersangka-tersangka lain," kata Fadil. >> >> Miliaran rupiah >> >> Polisi belum bisa menaksir total kerugiannya. Pasalnya, saat ini pihak >> kepolisian tengah menunggu hasil audit PPATK untuk menelusuri aliran-aliran >> dana yang digunakan para pelaku. >> >> "Sampai saat ini baru sekitar Rp 5 miliar kerugiannya yang dapat >> ditaksir," lanjut Fadil. >> >> Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yakni dua >> unit laptop, 16 telepon seluler, tujuh KTP palsu, dua foto kopi KTP palsu >> dan lima kartu telepon seluler. Polisi juga menyita sejumlah kartu ATM dari >> berbagai bank. >> >> Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Antara lain >> Pasal 263 KUHP dengan ancaman penjara enam tahun. Selain itu, pelaku juga >> disangka melanggar Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan >> pemberantasan tindak pidana pencucian uang, yakni Pasal 3, 4, dan 5. >> >> Pasal 3 Undang-undang tersebut berisi ancaman penjara 20 tahun dengan >> denda Rp 10 miliar. Sementara pasal 4, berisi ancaman penjara 20 tahun >> dengan denda Rp5 miliar. Sedangkan, Pasal 5 undang-undang itu berisi >> ancaman penjata 5 tahum dengan denda Rp 1 miliar. >> >> -- >> =========== >> Install #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store >> https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm >> >> --------------------- >> Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru >> Kunjungi >> http://bassaudio.net >> ---------------------- >> Kontak Admin, Twitter @agushamonangan >> ----------------------- >> FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id >> >> Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT >> >> ========== >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian >> Android Community" di Google Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android. >> > -- > =========== > Install #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store > https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm > > --------------------- > Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru > Kunjungi >> http://bassaudio.net > ---------------------- > Kontak Admin, Twitter @agushamonangan > ----------------------- > FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id > > Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT > > ========== > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian > Android Community" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android. > -- =========== Install #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm --------------------- Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru Kunjungi >> http://bassaudio.net ---------------------- Kontak Admin, Twitter @agushamonangan ----------------------- FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
