Delly wrote:

> Dear ALL !
>
> Saya baru saja bertanya pada seorang EDP dari perusahaan yang cukup
> punya
> nama di Surabaya

Ini mau eyel-eyelan Win vs Linux apa gimana ... :)

> Jawaban :
> Ada beberapa pertimbangan :
> 1. Linux tidak mempunyai vendor. biasanya perusahaan mau memakai software
> yang mempunyai vendor yang
> jelas. Jadi kalau ada kerusakan, hacker , dsb kita masih dapat mengusahakan
> support dari orang tersebut

Coba arahkan ke third-party, misalnya konsultan independen yg paham
dengan Linux. Advise yg diberikan oleh third-party tsb. thd Linux efeknya
bisa *tidak kalah* dengan advise dari vendor thdp sofware produknya,
karena Linux dan software-softwarenya bersifat terbuka shg bisa
dipelajari oleh tiap orang.

BTW, pertanyaan ini juga bisa memicu pembentukan konsultan-konsultan
independen ttg Linux. Siapa mau mulai ?

> 2. Linux dibangun dari ribuan bahkan puluhan ribu Hacker+programmer , jadi
> yach...riskan banget khan ......

Saya rasa programmer Linuxnya sendiri nggak sampai ribuan. Kalau programmer
software yg jalan di Linux, mungkin saja ...

Anyway, kalau memandang ribuan programmer tadi kerja sendiri-sendiri
tanpa dasar platform yg sama, ya emang riskan. Tapi di komunitas Linux
ini ada Open Source yg memungkinkan tiap orang mengevaluasi produk
orang lain, ada tradisi 'release early and often' yg memungkinkan bug
segera terlihat dan bisa dibasmi, dll...

> 3. Linux tidak user friendly ( meskipun saat ini sedang diusahakan ) tapi
> bagaimanapun juga kita sudah terbiasa
> windows 95, atau dos yang sudah sejak dulu mengakar ke PC.

Prejudice ? Hukum kelembaman ?

Ini spesialisasinya mas Made untuk menanggapinya ...

Lukito


______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED] 
Sudah cari di arsip? http://www.linux.or.id/milis.php3#arsip-id-linux
Utk info netiket, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke