Saya ngejawab deh... kayak ujian aja
On Fri, 18 Dec 1998, Delly wrote:
>
> Jawaban :
> Ada beberapa pertimbangan :
> 1. Linux tidak mempunyai vendor. biasanya perusahaan mau memakai software
> yang mempunyai vendor yang
> jelas. Jadi kalau ada kerusakan, hacker , dsb kita masih dapat mengusahakan
> support dari orang tersebut
> ( meskipun untuk hal NT, microsoft Indonesia supportnya jueeeeleeekkk
> banget baik dalam hal pelayanan
> maupun dalam hal knowlege ).
Vendor dalam arti Linux adalah keberedaan dukungan teknis. Pada saat ini
malah ini menjanjikan "jaminan bekerjanya sistem" daripada sekedar
"jaminan jualan". Artinya pada persh yang bergerak dalam memasarkan
solusi Linux dia menjual "service" dukungan teknis pokoknya sistemnya
bekerja. Jadi (saya tahu beberapa persh telah start, Trabas, Nawala dll)
jadi persh tersebut tetap dapat memperoleh "jaminan" dan malah lebih
terjamin (karena kontraknya yang lebih utama adalah dukungan teknis bukan
pembelian "binary file").
Ini sama dengan era "mainframe". Jadi sebetulnya nothing new.
Belum ditambah dukungan dari "komunitas".. dan juga dukungan dokumentasi.
> 2. Linux dibangun dari ribuan bahkan puluhan ribu Hacker+programmer , jadi
> yach...riskan banget khan ......
Lho kenapa musti riskan ?????? karena sifatnya Open Source, bukannya kita
malah bisa "menguji sendiri ?" ini salah satu FUD yang sering keluar.
Banyaknya orang yang terlibat malah menyebabkan "siklus development
banyak berulang dan mengurangi jumlah bug". (silahkan baca IEEE Computer,
kalau butuh saya bisa kirimkan terjemahannya....)
Adanya open source , bukan berarti tidak secure, ingat konsep security
through obscurity itu bukan cara yang benar.
> 3. Linux tidak user friendly ( meskipun saat ini sedang diusahakan ) tapi
> bagaimanapun juga kita sudah terbiasa
> windows 95, atau dos yang sudah sejak dulu mengakar ke PC.
Ini adalah pandangan yang salah tentang "user friendly". Saya pernah
bahas panjang lebar di posting sebelumnya. Sebaiknya untuk suatu produksi
atau pemanfaatan bisnis kita memandang dari segi "usabilitas". Banyak
orang mencampur adukkan "user friendly" dengan "easy to learn".
Saya tuliskan lebih detail di paper saya berikutnya...wait until next
week..
> Nah...sebenarnya banyak sekali kekurangan Linux saat ini , Namun aku yakin
> bahwa Linux memang sedang
> berkembang untuk mengejar NT ( dalam sisi PC ).
Terutama dari segi marketting, kalau dari segi teknologi yang terjadi
adalah sebaliknya (NT harus mengejari LINUX).. ini yang harus kita
sebarkan ke khalayak... jangan sampai kita sendiri menganggapnya sebalinya
Sebagai contoh konsep GUI yang dimanfaatkan Windows adalah jauh tertinggal
dengan GNOME atau KDE (atau bahkan cuma XWindows...doang)...he.he.he ini
yang harus kita "explore" dan masyarakatkan.
Banyak "kesalahan term" yang secara sengaja dan tidak sengaja telah
berkembang.
IMW
______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Sudah cari di arsip? http://www.linux.or.id/milis.php3#arsip-id-linux
Utk info netiket, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]