Responding to [EMAIL PROTECTED] mail at 04:35 PM 12/18/98 :
Cuman mau nambahin... dikit kok...
soalnya mas Made paling jago soal ini
@>> 1. Linux tidak mempunyai vendor. biasanya perusahaan mau memakai software
@>> yang mempunyai vendor yang
@>> jelas. Jadi kalau ada kerusakan, hacker , dsb kita masih dapat mengusahakan
@>> support dari orang tersebut
@>
@>Vendor dalam arti Linux adalah keberedaan dukungan teknis. Pada saat ini
@>malah ini menjanjikan "jaminan bekerjanya sistem" daripada sekedar
@>"jaminan jualan". Artinya pada persh yang bergerak dalam memasarkan
@>solusi Linux dia menjual "service" dukungan teknis pokoknya sistemnya
@>bekerja. Jadi (saya tahu beberapa persh telah start, Trabas, Nawala dll)
@>jadi persh tersebut tetap dapat memperoleh "jaminan" dan malah lebih
@>terjamin (karena kontraknya yang lebih utama adalah dukungan teknis bukan
@>pembelian "binary file").
Bicara Vendor... RedHat telah memulai kok dengan mengambil pola-pola Microsoft.
Sebenarnya yang ditakutkan adalah *there is no one to blame if something
goes wrong*... ini adalah tipikal dari pengguna komputer skala perusahaan
dimana terjadi lempar bola satu antara MIS yang ada.
Cara paling gampang adalah menuntut sang vendor kan?
@>Belum ditambah dukungan dari "komunitas".. dan juga dukungan dokumentasi.
Saya yakin perusahaan besar telah sadar akan hal ini. Tetapi masalah
*kepastian hukum* itu yang jadi ganjalan utama (saya malah jadi ragu
sebenarnya yang dicari *kepastian hukum* atau *kambing hitam* sih?)
@>> 2. Linux dibangun dari ribuan bahkan puluhan ribu Hacker+programmer , jadi
@>> yach...riskan banget khan ......
@>
@>Lho kenapa musti riskan ?????? karena sifatnya Open Source, bukannya kita
@>malah bisa "menguji sendiri ?" ini salah satu FUD yang sering keluar.
@>Banyaknya orang yang terlibat malah menyebabkan "siklus development
@>banyak berulang dan mengurangi jumlah bug". (silahkan baca IEEE Computer,
@>kalau butuh saya bisa kirimkan terjemahannya....)
Tepat sekali kalau dibilang FUD. (Fear Uncertainty and Doubt)
Berapa banyak sih hacker yang jahat? Apakah semua pengguna Linux (terutama
yang gemar meng-hack kernel) bisa dibodohi?
Masih ada Mr. Alan Cox yang sepertinya hapal kernel Linux luar kepala,
belum lagi Linus Torvalds dan kawan-kawan yang pasti mengendalikan hal-hal
seperti ini.
@>Adanya open source , bukan berarti tidak secure, ingat konsep security
@>through obscurity itu bukan cara yang benar.
Setuju, mengambil konsep dari bidang saya (arsitektur) kadang rumah dengan
pagar yang tinggi dan tertutup rapat justru paling berbahaya karena apabila
terjadi kejahatan didalamnya tidak akan ada yang mengetahui.
@>> 3. Linux tidak user friendly ( meskipun saat ini sedang diusahakan ) tapi
@>> bagaimanapun juga kita sudah terbiasa
@>> windows 95, atau dos yang sudah sejak dulu mengakar ke PC.
@>
@>Ini adalah pandangan yang salah tentang "user friendly". Saya pernah
@>bahas panjang lebar di posting sebelumnya. Sebaiknya untuk suatu produksi
@>atau pemanfaatan bisnis kita memandang dari segi "usabilitas". Banyak
@>orang mencampur adukkan "user friendly" dengan "easy to learn".
Saya sih ambil contoh sederhana aja deh...
Kita terbiasa pakai sepeda dan tiba-tiba ada teknologi mobil...
Dan dengan alasan apapun kita tetap ngotot memakai sepeda untuk jarak yang
jauh (Jakarta-Bandung misalnya) sekalipun dan tidak mau pakai mobil dengan
alasan... *sudah terbiasa*...
Sometimes... the analogy is so simple... =)
@>Terutama dari segi marketting, kalau dari segi teknologi yang terjadi
@>adalah sebaliknya (NT harus mengejari LINUX).. ini yang harus kita
@>sebarkan ke khalayak... jangan sampai kita sendiri menganggapnya sebalinya
Bikin konsultan Linux?
Siapa takut? ... yang takut cuman modalnya kok... he he he
@>Sebagai contoh konsep GUI yang dimanfaatkan Windows adalah jauh tertinggal
@>dengan GNOME atau KDE (atau bahkan cuma XWindows...doang)...he.he.he ini
@>yang harus kita "explore" dan masyarakatkan.
Konsep GUI Windows memang ketinggalan (akarnya kan dari Mac); coba lihat
GNOME, KDE bahkan konsep paling sederhana dengan X Manager default pun
sudah mengenal *virtual window manager/desktop*
Kenapa Windows butuh third-party untuk itu? (FYI, saya pakai Litestep di
Windows untuk mengemulasikan Afterstep... saya butuh Virtual Desktopnya....)
Akhirnya bisa saya simpulkan ketiga pertanyaan diatas itu termasuk kategori
FUD...
Untuk menjawabnya.... rajin2lah baca:
FUD 101 di:
http://www.linux-hw.com/~eric/fud101-2/fud101-2.html
Hope this will help you answer those question...
Regards,
B. 'Avatar' Avianto
[EMAIL PROTECTED]
http://www.avianto.com
------------------------------------------------------------
At Microsoft, quality is job 1.1 - Use Linux!
------------------------------------------------------------
______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Sudah cari di arsip? http://www.linux.or.id/milis.php3#arsip-id-linux
Utk info netiket, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]