On Fri, Dec 18, 1998 at 01:13:39PM +0700, Eriyawan wrote:
>
> >Ada beberapa pertimbangan :
> >1. Linux tidak mempunyai vendor. biasanya perusahaan mau memakai software
> >yang mempunyai vendor yang
> >jelas. Jadi kalau ada kerusakan, hacker , dsb kita masih dapat mengusahakan
> >support dari orang tersebut
> >( meskipun untuk hal NT, microsoft Indonesia supportnya jueeeeleeekkk
> >banget baik dalam hal pelayanan
> >maupun dalam hal knowlege ).
> Ini dia peluang usaha. Sudah seharusnya LUG mulai membuat sebuah perusahaan
> konsultan menangani masalah-masalah LINUX. Mungkin satu perusahaan saja di
> Jakarta sebagai homebase, dan LUG-LUG di luar Jakarta menjadi kantor
> cabangnya.
ngga setuju... pendapat saya biarkan LUG menjadi sebuah organisasi
non profit sebagai wadah dari pengguna linux, tapi yang menjadi
anggota boleh saja melakukan usaha dalam bidang linux...
takutnya nanti ada konflik kepentingan di sini...
--
Running Windows on a Pentium is like having a brand new Porsche but only
be able to drive backwards with the handbrake on.
______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Sudah cari di arsip? http://www.linux.or.id/milis.php3#arsip-id-linux
Utk info netiket, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]