Ada bberapa pilihan web server yang bisa digunakan sbg mesin production di aplikasi rails. Di antaranya lighttpd, apache, dan nginx (tentunya dengan menggunakan fcgi -- mod_fcgid+webserver, fcgi+rails+fcgi_handler). Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengkonfig aplikasi rails saya untuk production menggunakan lighttpd. Tapi satu hari kemudian saya putuskan beralih ke apache, krn bbrp alasan, meski railsnya sendiri harus melakukan patch manual.
Sbg pertimbangan, tips dan trik mungkin link ini bisa bermanfaat: http://weblog.textdrive.com/article/175/rails-optimizing-resource-usage http://journal.paul.querna.org/articles/2005/06/24/debunking-lighttpd http://www.webficient.com/2007/08/testing-various-configurations-of-rails.html On 26/08/2007, Andry S Huzain <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > On 8/26/07, Sirajuddin Maizir > > Sebenarnya alasan saya kenapa saya ingin menggunakan rails dan bukan > > Java (spring, hibernate,dll) selain karena menurut saya development > > dengan rails lebih bagus untuk prototyping (saya orangnya suka > > coba-coba), lagipula klo pake Java aplikasinya jd cenderung lebih > > berat, padahal client saya bukan enterprise. > > Jadi untuk prototype pake Rails dan untuk production pake SpringMVC? :d > > *bakar bakar!!* > > Sampe2x ada manajer di > > kantor yg bilang, Java is slow ! (:P), no offense, tp saya Java > > programmer by day dan kurang puas dengan development cycle di Java > > -- > http://andryshuzain.com > > -- in03ng a.k.a inung a.k.a nursamsi a.k.a nur syamsi Y! in03ng [Non-text portions of this message have been removed]

