Valens Riyadi wrote:
> 1. Apa perlu domain khusus buat warnet ? Mengapa warnet ? Apa
> keistimewaan warnet ? Bagaimana kalau nanti asosiasi dokter gigi, atau
> asosiasi arsitek minta domain khusus juga ? Kalau asosiasi warnet boleh
> punya domain khusus, harusnya asosiasi juga boleh. Hmmm, kebayang kalau
> domain warnet ini gol, nanti bakalan ada domaian des.net.id (buat web
> designer), hos.net.id (buat asosiasi web hosting indonesia)
Mas Valens,
Kalau asosiasi mungkin sebaiknya pakai or.id. Seperti APJII sendiri
pakai apjii.or.id tapi anggota-anggotanyanya pakai net.id.
Bayangan saya, Asosiasi Warnet Indonesia mungkin punya domain
awari.or.id, dan anggotanya pakai war.net.id karena bisnis mereka
punya kontribusi di bidang telekomunikasi.
Mengenai bisnis lain ingin berada di bawah domain net.id, masih
terbuka untuk dibahas asalkan memang bergerak di bidang telekomunikasi.
Sekarang ini yang bisa punya net.id adalah telco, pager, VAN, VSAT,
seluler, radio trunking dan jasa telekomunikasi lainnya yang ada
ijin pemerintah.
Web design, Web content, sepertinya nggak masuk ya? Kalau Wartel
mungkin bisa dipertimbangkan. Ada ide?
> 2. Mengapa AWARI ? Apakah AWARI merupakan wadah resmi Warnet
> seluruh Indonesia ? Siapa yang mengangkat AWARI ? Maaf, saya kurang
> jelas dengan sejarah AWARI. Tapi saya sempat ngobrol dengan beberapa
> pengelola warnet, dan mereka tidak tahu apa-apa soal AWARI. Bagaimana
> kalau misalnya nanti ada Asosiasi Warner yang lain ? Apa tiap asosiasi
> mau dikasih domain sendiri-sendiri ? Kalau mau konsekwen, ya harusnya
> tiap asosiasi boleh punya domain sendiri. Apa gak malah kacau nanti
> perdomainan kita ?
Betul, memang ini masih bisa dipertanyakan. Sekarang ini AWARI yang
aktif memperjuangkan domain war.net.id. Tapi saya kira kalau ada
asosiasi warnet lain yang punya badan hukum sah, bisa mengajukan
diri untuk menjadi 'registrar' war.net.id.
> 3. Apa iya perdomainan yang ada di Indonesia ini tidak cukup
> untuk menampung kebutuhan yang ada? Buat apa ada .web.id dan
> .or.id ?
Kita coba menampung aspirasi di masyarakat. Ini adalah salah
satu eksperimen, yang kalau berhasil bisa dijadikan model untuk
penambahan domain tingkat tiga ataupun tingkat dua lainnya.
> 4. Soal harga. Mengapa harga domainnya lebih murah dari yang
> lain ? Warnet itu lembaga komersial kok. LSM atau personal aja
> kalau mau punya .or.id harus bayar kok. Investasi warnet skr
> ini tidak murah. Untuk warnet yang sederhana, paling tidak 40
> juta habis kok. Apa artinya sih 165 ribu dibandingkan dengan
> modal sebuah warnet ?
Lebih murah karena ini domain tingkat tiga, jadi tidak kelihatan
di ICANN sehingga tidak kena charging mereka. Sekarang ICANN
merencanakan untuk mengenakan fee sebesar kira-kira 0.3 dollar
per tahun per domain (mungkin Pak Budi bisa menjelaskan lebih
rinci, karena beliau sedang memperjuangkan agar fee ini bisa
ditekan yang semurah-murahnya).
> Maaf kalau malah jadi merusak rencana yang sudah ada.
> Demikian pemikiran saya.
Tidak apa-apa, gunanya sosialisasi memang untuk feedback
seperti ini. Kalau kesimpulan akhir sebagian besar dari kita
menolak domain baru ini, ya dibatalkan :-)
Salam,
Sanjaya
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]