> misal: ISP: INDO.NET.ID <-> war.net.id <KIOSK>
> yg pasti koneksi ke warnet pakai salah satu ISP.
> WARTEL aja, misalnya, cukup nempelin simbol
> TELKOM atawa INDOSAT.
> Analoginya, di WARNET cukup pakai simbol salah
> satu ISP di mana WARNET terkonek.
Pak Teddy,
Wah, sepertinya pengusaha warnet akan keberatan kalau
harus menjadi sub dari ISP nih.
Sekarang saja sudah ada komplain masuk ke APJII dari
beberapa warnet yang merasa diperlakukan tidak adil
oleh ISP yang kebetulan juga punya bisnis warnet.
Mirip kasusnya ISP vs Telco yang menjalankan bisnis
ISP.
Jadi sebaiknya dipisahkan dan dibiarkan bebas saja.
> Bukan soal wewenang PDTT atau apa. Aturan main yg sdh
> disepakati di DTT NET [IDNIC] adalah ISP Pemegang Ijin
> Penyelenggaraan dari Pemerintah per Oct '97.
NET.ID sekarang ini untuk perusahaan yang mendapatkan
ijin penyelenggaraan telekomunikasi (jaringan/jasa). Jadi
tidak terbatas ke ISP saja.
> Soal ide *sosialisasi Onno ttg WARNET di cetak di Buku,
> sah2 saja; namun apakah perlu legitimasi domain name?
Saya kira ini bukan masalah legitimasi, tapi lebih ke
identifikasi yang memudahkan pengguna mengenali sebuah
domain khusus pengusaha warnet.
> Lalu, jika argumentasi di atas itu tetap tdk
> terakomodasi, yah...PJI DOmain NAme hrs NAIK DERAJAT lagi,
> yakni ke DTD [Tingkat Dua],
> misal: ISP: ACCESS.ID <--> war.access.id [WARNET]
> Di sini jelas, ISP di DTD, Client di DTT.
> Hierrachi pentingkan?.
> Penyelenggara Jaringan {ISP} bertanggung jawab ke publik.
Saya tunggu komentar floor tentang hirarki seperti ini
apakah memang warnet harus dilekatkan ke ISPnya. Setahu
saya banyak warnet yang multiple ISP karena perlu backup
link.
> jadi jangan terjebak oleh *kata_warNET* shg mendadak
> sontak dapat DTT.NET setingkat ISP. ISP saja tingkat tiga.
> Buatkan dulu Piagam Perubahan Policy ini misal:
> Aug2000. Jangan langsung usulan form pendaftaran dong.
> Intinya, ada perubahan mendasar di policy scr keseluruhan
> yg berkorelasi ke domain names lain di luar DTT.NET.
Ini sosialisasinya Pak. Memang menjadi eksperimen untuk
pembuatan domain tingkat tiga. Jadi kita sedang melakukan
prosesnya sekarang.
------------------- reference --------------------
Mengamati pertumbuhan industri warung internet di Indonesia
dan kontribusinya dalam memasyarakatkan internet di berbagai
pelosok daerah, terutama bagi kalangan muda dan mereka yang
belum mempunyai kesempatan mengakses internet dari rumah/kantor,
maka atas saran dari berbagai pihak terutama dari Asosiasi
Warnet Indonesia, Pak Onno Purbo sebagai provokator warnet dan
rekan-rekan pengusaha warnet, serta persetujuan dari Pak Budi
Rahardjo selaku pemegang mandat domain tingkat tinggi .ID,
maka saya selaku admin-kontak NET.ID bermaksud membuat domain
tingkat tiga baru yaitu WAR.NET.ID.
Domain baru ini dapat digunakan oleh seluruh pengusaha warnet
di Indonesia, dan pendaftarannya menggunakan metoda first come
first served. Domain ini diusulkan untuk dikelola oleh:
Kontak Admin : Onno W. Purbo
Kontak Teknis : Abdullah Koro
Prosedur pendaftaran mengikuti proses yang telah ada di IDNIC,
dengan biaya Rp. 50.000,- (+10% PPN) per tahun.
Mengapa lebih murah dari domain lainnya, adalah karena domain
ini adalah domain tingkat tiga yang tidak 'terlihat' oleh
IANA/ICANN sehingga tidak dikenakan fee per domain oleh
organisasi tersebut.
Penagihan akan dilakukan oleh APJII sementara menunggu Asosiasi
Warnet Indonesia (AWARI) membereskan kesiapan legal dan
sumber daya yang nantinya akan mengambil alih peran ini.
Pembagian biaya sebagai berikut:
Rp. 75.000,- per tahun dibayarkan ke IDNIC untuk memelihara
domain WAR.NET.ID di NS1.ID. Dibayarkan tetap (fix) tidak
tergantung pada berapa jumlah domain di bawah WAR.NET.ID.
Rp. 25.000,- per tahun per domain di APJII untuk kompensasi
biaya penagihan (dalam waktu selambat-lambatnya 6 bulan proses
penagihan harus sudah dipindahkan ke AWARI)
Rp. 25.000,- per tahun per domain di AWARI untuk kas asosiasi.
Mohon komentar dan masukan dari forum ini. Pembahasan akan
dilakukan secara terbuka, dan akan ditutup tanggal 31 Juli 2000
dengan tujuan domain WAR.NET.ID dapat mulai dioperasikan tanggal
1 Agustus 2000.
Salam,
Sanjaya
[EMAIL PROTECTED]
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]