Black list aja ISP A kalau masih gak mau bayar selama periode tertentu. Kemudian masukkan dalam "list scam ISP" di website IDNIC. Kalau memang bisa membuktikan pembayaran, client bisa dibebaskan dari pembayaran ke IDNIC.
Salam, -wawan ----- Original Message ----- From: "Anggoro" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Milist IDNIC" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, January 16, 2004 10:34 AM Subject: RE: [Idnic] Sistem billing baru IDNIC > Begini lo pak irving.. > > biasanya.. kalo daftar via ISP, kontak billing dan teknis di pegang ISP. > Kontak admin ada yang dipegang ISP, ada yang langsung dipegang pemilik > domain. Dari sini khan si ISP bisa dibilang sebagai pendaftar. > > nah.. ada domain yang di daftarin tahun 2000 misalnya..dengan sistem yg > lama ..biarpun belum bayar.. domain akan tetap aktif > Sejak adanya sistem billing baru, semua domain lama or baru akan dicek > status pembayarannya. Jika sama sekali belum bayar maka akan di hold. > Domain akan ter-disable. > > Gamabran kasusnya gini.. > domain abc.co.id didaftarkan oleh ISP A sekitar tahun 2000..dengan > kontak billing si ISP A. > Berarti invoice dari IDNIC akan masuk ke ISP A. betul khan pak? > si pemilik domain wajib membayar registrasi domain ke ISP A...nanti ISP > A yang akan meneruskan ke IDNIC. > ISP A terima invoice tapi belum bayar ke IDNIC. Entah ada kesulitan apa > disana. > Terus.. tahun 2002 domain di pindah ke ISP B. Semua kontak dipegang oleh > ISP B (admin, billing dan teknis). Terus tiba-tiba domain menghilang. > Setelah di cek ke IDNIC, masuk dalam daftar hold (alias belum bayar > sejak domain tersebut aktif tahun 2000). Ngga ada pemberitahuan apapun > ke ISP B. > Otomatis si pemakai domain komplain donk ke ISP B. Kok domainnya > hilang.. biasanya pemakai domain tahu karena ngga bisa kirim email or > terima email. > ISP B tanya ke pemakai, apakah dulu dia sudah bayar registrasi domain ke > ISP sebelumnya..ternyata mungkin sudah dalam paket atau memang sudah > bayar (biasanya kalo daftar sebagai pelanggan corporate akan masuk dalam > paket). > Nah.. supaya cepet aktif lagi domainnya.. IDNIC minta supaya ISP B saja > yang bayarin. Buat ISP B sih mungkin no problem.. tapi apakah tanggung > jawab si ISP A sebagai pendaftar hilang? uang IDNIC ada di ISP A tuh.. > (menurut saya) mustinya khan IDNIC tanya ke ISP A..kok domain-domain ini > belum ada bukti pembayarannya ? mustinya khan gitu.. (menurut saya > loo).. > tapi kenapa malah ISP B yang musti nanggung? > > saya tahu berapa revenue dari domain-domain yang belum terbayar.. saya > lihat di situsnya IDNIC ada 4000-an domain dengan revenue sekitar 600 > juta. Menurut saya.. IDNIC wajib memperjuangkan revenue itu.. tapi bukan > berarti membebankan hutang si ISP A ke pihak lain khan.. > > ya.. at least ada pemberitahuan bahwa domain abc.co.id akan > ter-disable.. wong IDNIC punya database.. domain yang bermasalah itu > sekarang dipegang siapa.. > > gitu lo pak irving... gimana ..jelas ngga ? > > > > On Fri, 2004-01-16 at 10:10, Irving Hutagalung > > > > Ini maksudnya gimana sih? kok penjelasannya agak membingungkan. > > abc.co.id didaftarkan atas nama siapa? ISP A kemungkinan besar kan hanya > > technical contact. Atau saya salah? > > Kenapa bisa dianggap belum bayar? Kalau belum bayar kan harusnya domain > > tidak aktif. Kok bisa mau dipindah 2 tahun kemudian, padahal belum > > bayar? > > Lagian, kok jadi tanggung jawab ISP A untuk membayar? Bukannya tanggung > > jawab pendaftar? > > > > Tolong diperjelas lagi contohnya. > > > > - irving > > http://www.irvingevajoan.com > > > > _______________________________________________ > > Idnic mailing list > > [EMAIL PROTECTED] > > _______________________________________________ > Idnic mailing list > [EMAIL PROTECTED] > > _______________________________________________ Idnic mailing list [EMAIL PROTECTED]

