> gara-gara ISP A belom kirim uang ke IDNIC.. IDNIC > men-disable-kan domainnya.. hilang domainnya dari dunia internet.. > > yg kebetulan punya hutang bukan si pemakai domain..tapi di > ISP nya.. karena pemakai domain dalam hal ini sudah membayar > via ISP..dan ISP wajib menyetorkannya ke IDNIC khan pak. > Disini ISP jadi perantara pembayaran.. > > kalo pak irving daftar domain ke ISP A dan bayar ke ISP A.. > trus ISP A lupa belom bayar ke IDNIC..trus domainnya di > disable.. yang punya hutang khan ISP A ke idnic..bukan pak > irving khan ? > jadi idnic musti nagih ke pak irving ato ke ISP ?
Lho, IDNIC kan ngga mau (dan ngga perlu) tau soal apakah si customer sudah bayar ke ISP A atau belum. Sepanjang pengetahuan IDNIC, IDNIC hanya menagih ke billing contact sebuah domain abc.co.id. Masalah siapa yg jadi billing contact, apakah si customer, ISP A, atau ISP B, rasanya bukan wewenang IDNIC. Krn sekarang billing contact di pegang oleh ISP B, ya dia lah yg kena getahnya. Ini bisa dianalogikan pembayaran telepon lewat bank. Saya bayar telepon lewat bank A dan ternyata, krn sesuatu dan lain hal, bank A tidak membayarkan telepon saya. Apakah TELKOM mau tau? Tentu tidak. Putus dulu teleponnya, dan saya tetap ditagih. Kalau memang saya merasa dirugikan, ya saya tuntut Bank A ke pengadilan perdata. Masa jadinya tugasnya TELKOM untuk menagih ke Bank A? Dalam hal ini, ya silahkan si client menuntut ISP A ke pengadilan perdata, krn telah wanprestasi. Tapi, kewajiban ke IDNIC tetap harus ada yg membayar. Selama belum ada yg membayar, adalah hak IDNIC untuk hold domain tersebut. - irving http://www.irvingevajoan.com _______________________________________________ Idnic mailing list [EMAIL PROTECTED]

