Bang Dody yks, Kalo bang Dody hati2 membaca hadits, sangat banyak kata2 didalam hadits antara perawi seperti Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Daud, Ahmad bin Hambal dll, menurut lafadz Bukhari, menurut lafadz Muslim dll. Itu artinya apa, diantara perawi2 tsb mempunyai perbedaan lafadz walaupun substansi yang dimaksud sama, karena memang para sahabat mengandalkan ingatan untuk meriwayatkan hadits bukan tulisan2. Makanya kalo bang Dody baca sebuah hadits secara lengkap, setiap hadits pasti mengandung periwayat-periwayatnya yang berujung pada Rasullullah. Dari situlah kita dapat mengatakan shahih tidaknya hadits (sepertinya Syiah memakai kriteria lain). Kalau memang sudah dituliskan pada zaman Rasullullah sangat lengkap ya tdk perlu lagi IMAM BUKHARI berkeliling keseantero negeri utk mengumpulkan hadits. Jadi antara Alquran dan hadits sangat berbeda sekali. Jika Alquran, sejak zaman Utsman sudah final mushafnya, tidak ada lagi perawi2 AlQuran, kita tinggal pakai saja tdk perlu lagi meragukan otentitasnya karena para sahabat tidak ada yg berbeda pendapat, walaupun para orientalis selalu mengatakan bahwa para sahabat berbeda pendapat tapi ternyata itu karangan mereka saja tetapi banyak yg mengaku intelektual islam (karena banyak membaca tulisan orientalis) mengutipnya tanpa mengecek lagi ke sumbernya (Baca Pengaruh Kristen-Orientalis Terhadap Islam Liberal, Adnin Armas, M.A) .
Salam, MA ----- Original Message ----- From: Nasution, Dody Arfiandi To: [email protected] Sent: Wednesday, May 16, 2007 2:38 PM Subject: RE: [immam] Re: Sunni-Syiah Bang Eka ytc, Kemana aja ? Dari jaman hidup Nabi sudah ditulis hadits-hadits Nabi di pelepah-pelepah kurma. Bahkan dianjurkan untuk di tulis karena ga semua orang bisa hafal semua ucapan Nabi SAW. Menurut teori evolusi semakin tua bumi ini, manusia menuju pada kesempurnaannya. Termasuk Ilmu pengetahuan. Hebat banget kalo gitu ya org2 zaman dulu bisa hafal ribuan atau ratusan ribu ucapan2 Nabi yang terkadang disampakan dlm bentuk pidato. Sedangkan kita (red. saya) : Surat Al-Baqarah ga hafal-hafal. Jadi Bang, sudah ditulis ucapan2 Nabi itu, Karena ada sahabat yg datang dari jauh : Bolehkan saya tuliskan ya Rasulullah karena saya takut lupa. Nabi mempersilahkan untuk menuliskannya. Banyak sekali Sahabat punya catatan Hadits Nabi . Baru dizaman Khalifah Abu Bakar minta dikumpulkan untuk dibakar.. Inilah kawan2 banyak ga baca sejarah.....Baca dong...(Iqro'....) ------------------------------------------------------------------------------ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of ekaaurihandj Sent: Tuesday, May 15, 2007 11:50 PM To: [email protected] Subject: [immam] Re: Sunni-Syiah Bang Dodi yks, Yang awak tahu, hingga masa Abu Bakar, tidak ada hadits yang sudah tertuliskan. Yang dituliskan itu Al Qur-an/firman Allah. Hadits dikumpulkan dari penyampaian ke penyampaian. Sementara begitu dulu bang. Sebelumnya awak mohon maaflah sudah mengomentari sedemikian rupa. Bukankah kita disuruh untuk saling nasehat-menasehati. Mudah-mudahan abang ikhlas menerimanya. Kapan kita jumpa? Salam. -datuk --- In [email protected], "Nasution, Dody Arfiandi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sepanjang yg saya ketahui : Tidak ada Hadits Nabi yg melarang > Memushafkan Al-Quran. > Bisa disebutkan sumbernya ? > > Karena kalau ada pastilah Imam Ali akan menentangnya. Dan banyak versi > Al-Quran yg beredar. > Kenyataannya Al-Quran yg dipakai di seluruh dunia saat ini sama semua > (kecuali yg keluaran Indonesia : > coba perhatikan Surat Al-Fatihah keluaran Indonesia dengan yg terbitan > Luar : Perhatikan surat Al-Fatihah saja, > Indonesia version ada penambahan huruf Alif. > > Kalau pemusnahan Hadits itu bener terjadi di zaman khalifah Abu Bakar > ra. Semua tulisan-tulisan Hadits Nabi > dikumpulkan/diambil dari rumah2 dan dibakar.Abu Bakar termasuk yg > berpendapat : Cukuplah Kitab Allah (Al-Quran). > Argumentasinya : Takut tercampur Quran dan Hadits. > > Menurut saya Argumentasi yg sangat lemah. Untunglah ada generasi tabi'in > tabi'in yg menuliskanya, sehingga bisa > sampai kepada kita Hadits-Hadits Nabi SAW.
