Tuhan
Firman
Rasul
...
Sejarah
...
Alqur'an
Hadits
...
(cek)Sumber
...
pendapat
karangan
...
orientalis
syiah
...


semakin menarik.

kadang awak ingin bertanya, benarkah Tuhan itu berkata-kata ~ 
berbahasa yg bisa ditulis dalam deretan aksara? koq 
rasanya "manusiawi" sekali ya??? benarkah "seluruh" firman Tuhan 
sudah "tercatat" di dalam Alqur'an, tidak kurang dan tidak lebih?

Alqur'an ditulis dalam bahasa Arab. kalo kita mengertikan bahwa 
bahasa adalah hasil budaya manusia dan akan "berkembang" terus 
seperti produk budaya lainnya, bukankah suatu saat Alqur'an juga 
akan menjadi "kuno"~dalam mengikuti "perkembangan" budaya manusia?

benarkah Rasulullah itu "ummi" (tidak bisa membaca teks)?. lalu 
bagaimana beliau mengetahui apa yg "dicatat" dalam bentuk2 catatan-
catatan hingga menjadi mushaf itu adalah seperti apa yg "dikatakan/
(dimaksud?)" Tuhan? "Alqur'an" yg difirmankan Tuhan itu apa 
termasuk "kertas" mushafnya, tintanya, hurufnya, tanda bacanya, pem-
bab-annya, dll (hingga orang yg "junub" tidak boleh menyentuhnya?

pernahkah Rasulullah membayangkan bahwa Alqur'an akan menjadi mushaf 
Al-qur'an seperti zaman skr ini? mengapa beliau begitu "ceroboh" 
tidak mengadakan proyek kodifikasi Alqur'an yg beliau sendiri 
menjadi pimpinan proyeknya? koq inisiatifnya baru datang 
dari "sahabat-sahabat"nya?

kalo hingga menjadi mushaf (proses kodifikasi) itu adalah 
suatu "proyek" yg dikerjakan oleh manusia, bukankah kodifikasi itu 
sendiri adalah buah tangan manusia (mulai dari proses mendengarkan, 
mengingat, mengartikulasikan, mengerti, mencatat, meng-"copy", dll.) 
yg rentan terhadap kesalahan-kesalahan (tidak sempurna) seperti buah 
tangan lainnya? (apalagi melalui berbagi zaman yg "warna" peradaban 
manusia berubah-ubah/"berkembang")

mohon pencerahan dari bang Muslim, bang Eka, bang Dody, dll yg sudah 
banyak membaca (buku maupun tulisan barang siapapun...). 

Trims.

--- In [email protected], "Muslim Armas" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Jadi antara Alquran dan hadits sangat berbeda sekali. Jika Alquran, 
sejak zaman Utsman sudah final mushafnya, tidak ada lagi perawi2 
AlQuran, kita tinggal pakai saja tdk perlu lagi meragukan 
otentitasnya karena para sahabat tidak ada yg berbeda pendapat, 
walaupun para orientalis selalu mengatakan bahwa para sahabat 
berbeda pendapat tapi ternyata itu karangan mereka saja tetapi 
banyak yg mengaku intelektual islam (karena banyak membaca tulisan 
orientalis) mengutipnya tanpa mengecek lagi ke sumbernya (Baca 
Pengaruh Kristen-Orientalis Terhadap Islam Liberal, Adnin Armas, 
M.A) .
> 
> Salam,
> MA
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Nasution, Dody Arfiandi 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Wednesday, May 16, 2007 2:38 PM
>   Subject: RE: [immam] Re: Sunni-Syiah
> 

> 
>   Inilah kawan2 banyak ga baca sejarah.....Baca dong...(Iqro'....)
> 
> 
> 
> -------------------------------------------------------------------
-----------
>   From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On 
Behalf Of ekaaurihandj
>   Sent: Tuesday, May 15, 2007 11:50 PM
>   To: [email protected]
>   Subject: [immam] Re: Sunni-Syiah
> 
> 
>   Bang Dodi yks,
>   Yang awak tahu, hingga masa Abu Bakar, tidak ada hadits yang 
sudah 
>   tertuliskan. Yang dituliskan itu Al Qur-an/firman Allah. Hadits 
>   dikumpulkan dari penyampaian ke penyampaian.
>   Sementara begitu dulu bang. Sebelumnya awak mohon maaflah sudah 
>   mengomentari sedemikian rupa. Bukankah kita disuruh untuk saling 
>   nasehat-menasehati. Mudah-mudahan abang ikhlas menerimanya. 
Kapan 
>   kita jumpa? Salam.
> 
>   -datuk
> 
>   --- In [email protected], "Nasution, Dody Arfiandi" 
>   <dody.nasution@> wrote:
>   >
>   > Sepanjang yg saya ketahui : Tidak ada Hadits Nabi yg melarang
>   > Memushafkan Al-Quran.
>   > Bisa disebutkan sumbernya ?


Kirim email ke