*[ SUMBER<http://maylina.blogspot.com/2007/06/fenomena-motor-di-jakarta.html>]
Dalam dua minggu belakangan, saya mendapatkan beraneka macam cerita
yang
melibatkan pengendara motor yang sekarang ini sangat banyak jumlahnya. Mulai
dari kecelakaan, diserempet, sepinya pengguna transportasi umum, sampai
ditabrak kaca spionnya oleh pengendara motor yang melaju kencang.

Saya secara tidak sengaja, beberapa kali membaca iklan di depan dealer
sepeda motor yang berbunyi: " DP Rp. 500.000, Bisa Bawa Pulang Motor".
Mungkin itulah salah satu penyebab membengkaknya pengguna motor sekarang.
Dengan uang muka Rp. 500.000, sudah bisa punya motor, dengan bayar cicilan
tiap bulannya.

Selain alasan ekonomi, banyak orang lebih memilih berkendara motor daripada
kendaraan lainnya dengan alasan efektifitas waktu. Dengan menyalip dan
menyelip di antara kendaraan lain itu lah mereka bisa lebih cepat sampai di
tempat tujuan. Apalagi bagi penduduk yang bekerja di Jakarta, namun bertemat
tinggal di daerah pinggiran Jakarta atau seputar Bodetabek, pada jam-jam
sibuk bermotor akan lebih cepat daripada naik kendaraan umum atau mobil.

Memang sekarang ini, pengendara motor terlihat menyemut di mana-mana.
Kadang-kadang saya sendiri sampai takut untuk menyeberang jalan karena
kebanyakan mereka selalu mengendarainya dengan kecepatan yang tidak
sewajarnya. Selain itu, kelihaian mereka menyalip dan menyelip di antara
kendaraan lain pun luar biasa, namun cenderung membuat kita merasa tidak
aman. Sering saya menggelengkan kepala sambil menutup telinga, melihat
pengendara motor yang berani mengklakson dengan keras bus dan truk untuk
disalipnya, kadang-kadang sampai hampir bersenggolan dengan kendaraan yang
jauh lebih besar tersebut. Mereka seolah tidak takut untuk menerima resiko
yang akan terjadi jika kendaraan yang akan disalipnya itu tidak mau
mengalah.


Jum'at, 15 Juni, 2007, saya melewati Jln. Dewi Sartika ke arah Otista jam
8.00 pagi. Ketika lampu merah di persimpangan Jambul, saya melihat deretan
pengendara motor yang sampai menguasai setengah jalan raya tersebut, sampai
ke ruas jalan dari arah Condet. Benar-benar pemandangan yang membuat geleng
kepala. Sayangnya, saya tidak mendapatkan kesempatan untuk mengambil
gambarnya, karena saya tidak berani mengeluarkan handphone yang akan saya
pakai memotret di tempat keramaian seperti itu.

Ibu saya pernah menjadi korban tabrak motor. Suatu ketika Ibu sedang
berkendara motor bersama adik saya yang masih duduk di kelas V SD. Memang
Ibu saya itu, sangat berhati-hati (jika tidak ingin dikatakan lambat) dalam
mengendarai motor. Tiba-tiba ada motor melaju kencang dari belakang yang
akan menyalip, pembonceng motor itu membawa helm yang tidak dipakai hanya di
pegangnya. Entah bagaimana helm itu tersangkut di motor Ibu saya
mengakibatkan motor Ibu saya berhenti mendadak, kemudian Ibu dan adik saya
jatuh terjungkal beberapa meter dari motornya. Ibu luka-luka di kaki dan
tangannya, tapi Alhamdulillah tidak terlalu serius, sedangkan adik saya
sangat mengherankan baik-baik saja. Pengendara dan pembonceng motor itu
adalah siswa SMU. Mereka cukup bertanggung jawab dengan memberikan alamat
rumahnya, jika Ibu saya akan minta pertanggungjawaban. Tetapi Ibu tidak
melakukannya.

Prof. Dr. Iberamsyah, seorang Guru besar Universitas Indonesia, pada satu
kesempatan pernah bercerita kepada saya. Suatu hari ketika beliau berkendara
mobil bersama anaknya, tiba-tiba dari belakang ada pengendara motor yang
melaju kencang, kemudian menabrak kaca spionnya hingga pecah. Hebatnya,
pengendara motor itu hanya mungkin merasa kaget dan shocked, tidak terjatuh,
sedikit melihat ke arah kaca spion yang ditabraknya, kemudian langsung
tancap gas lagi dengan cepat. Melihat kejadian itu, Pak Prof. Iberamsyah
berkomentar,"Kok bisa ya dia tidak jatuh, tapi malah langsung ngebut lagi
begitu". Beliau bersyukur bahwa pengendara motor itu tidak terjatuh. Karena
jika sampai terjatuh dan diperkarakan, biasanya pengendara mobillah yang
disalahkan padahal jelas-jelas kesalahan pengendara motor. Prof. Iberamsyah
memang seorang yang baik hati sehingga beliau tidak emosi dan hanya
mengatakan "Biarlah saya harus mengganti kaca spion mobil saya".

Pada kesempatan lain ketika saya naik Mikrolet, si pengemudi mengeluhkan
kendaraan bermotor juga. Ia mengatakan, setelah harga motor murah, penumpang
kendaraan umumnya menjadi sepi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain
itu, keagresifan mereka juga bukan main. Sering ketika ia berusaha menepi ke
kiri untuk menurunkan penumpang, dari belakang seorang pengendara motor
mengklakson keras-keras dan menyelip dari sebelah kiri untuk mendahului
Mikroletnya. Biasanya dia langsung mengeluarkan kata-kata kasar dan balas
mengklakson dengan keras pula.

Suatu hari ketika saya menumpang mobil Pringgo, seorang teman, dia bercerita
sempat merasa dongkol sekaligus heran kepada pengendara motor. Di kemacetan,
dia merasa jarak antara bumper depan mobilnya sudah cukup dekat dengan
bumper belakang mobil di depannya, tapi ternyata masih ada juga motor yang
bisa menyelip di antaranya dan melaju dengan bangga di sela-sela kemacetan
itu. Wah, sabar sabar.

Beberapa kejadian di atas dapat menjadi cerminan pengendara motor di Jakarta
ini. Betapa tidak teraturnya berkendara, seolah jalan menjadi miliknya
sendiri. Kalo kata anak muda sekarang, memikirkannya membuat "cape deeh..."

Sesungguhnya keadaan lalu lintas itu bisa menjadi cerminan keadaan bangsa.
Kita seharusnya malu jika melakukan hal "sradag srudug", salip kanan kiri,
kebut-kebutan tanpa perhitungan di jalan raya. Jalan raya adalah fasilitas
untuk umum, maka sudah selayaknya kita menghargai sesama pengguna.

Memang di Jakarta belum ada jalar khusus motor seperti di Makassar, oleh
sebab itu saya menghimbau kepada para pengendara motor sebaiknya mereka
lebih berhati-hati dan lebih mengindahkan peraturan dan keadaan lalu-lintas
yang mereka lalui. Jangan merasa aman dengan anggapan "kalo kejadian
kecelakaan ama kendaraan yang lebih gede, pasti yang gedean yang disalahin".
Wah, kalo sudah begini, "cape deeeeeh....."

Maylina, 23 Thn
Junior Consultant
Jakarta*

-- 
<Redd Cyser B 6193 KPL>
REDUCE SPEED, MAKE WAYS FOR SAFETY !
http://www.jalanraya.net/
http://gueandry.blogspot.com/
http://redd.dagdigdug.com/
----------------------------------------------

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke