Exactly! Machines ARE our slaves!

 

Ada orang yang cinta mobilnya, ada yang cinta komputernya, ada yang cinta
gitarnya, tapi hanya sampai titik tertentu, because they are machines, not a
living being. Katakan gue baru beli laptop dengan spesifikasi yang jauh
melebihi PC rumah, terus gue cinta banget ama tu laptop sehingga gue pake
terus dan PC rumah nggak pernah gue sentuh. Tapi suatu waktu gue butuh pake
PC ya tinggal pake aja. Dia nggak akan ngambek karena pernah gue cuekin
berbulan-bulan. Because they have no emotions.

 

Terus kalo nanti gue beli laptop yang lebih baru lagi dengan spesifikasi
yang jauh lebih bagus lagi, ya bisa aja gue jual atau gue kasih orang tu
laptop yang tadinya gue cinta banget. Karena emang cuma segitu kadar "cinta"
(dalam tanda kutip) gue ke tu barang.

 

Jadi sama aja kalo nanti AI udah berbentuk robot sempurna seperti manusia.
Tetap aja mereka akan jadi mesin yang hanya dipake kalo kita butuhin. Selagi
gak butuh ya diemin aja di gudang, dilapin sesekali karena alasan teknis
(kayak orang manasin mobil) bukan karena peduli atau sayang ama tu robot.
Kalo kita ngerawat mesin dengan kata-kata "sayang" (biasanya orang
ngomongnya "Eh, punya barang kok nggak dirawat. Emang nggak sayang?" atau
"Eh, tu orang sayang banget ama mobilnya, tiap hari dicuciin dan diperiksain
mesinnya.") maksudnya juga bukan sayang ama mesin itu, tapi sayang ama duit
yang susah-susah kita cari. Maksudnya, kalo mesinnya nggak dirawat terus
rusak kan harus beli lagi atau harus dibetulin. Sayang duitnya.

 

In short, yes machines, robots and AI are our slaves. Jadi pertanyaannya
bukan perlu apa enggak, sebab toh memang tidak ada opsi untuk melengkapi
mereka dengan emosi, karena hal itu mustahil untuk dilakukan.

 

Long live robot slavery! He he he he...

 

Ario

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Eri
Sent: Friday, October 13, 2006 4:18 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Indo-StarTrek] Re: Tentang AI: Positronic Brain?

 

Hahahaha....
Kalo kita harus menciptakan AI yang sempurna. perlukan dilengkapi dengan
kemampuan ber-emosi?
Apakah AI akan menjadi budak umat manusia?

AI seperti apa sih yang akan diciptakan nanti?
Seperti Data kah? tanpa emotion chip atau dengan emotion chip?

Ario tampah sebel yach...? hehehe....

Salam,
Eri.





[Non-text portions of this message have been removed]



[EMAIL PROTECTED]
*Milis Penggemar Star Trek Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek
"...to boldly go where no Indonesian has gone before."
-----------------------------------------------------------
Website: www.indo-startrek.org
Email: indostartrek @ yahoo . com
Forum: www.indo-startrek.org/forum
Friendster: www.friendster.com/indost
=/\= ================================================= =/\= 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke