I refuse to discuss your al-quran. 
Your relation with your God is not supposed to be discussed with
anyone else.
 
I will only discuss the science side of your statement. 

Are you serious? The green house effect doesn't mean literally THE
GREEN HOUSE. Of course people laughed at you when you said 'just knock
out the green house'. 

Anyway... 

Ozon tidak bisa memperbaiki diri sendiri atau menurut istilah kamu
merestorasi diri sendiri. Ozon adalah nama zat, bukan suatu benda yang
bisa regenerasi. Zat ozon adalah hasil reaksi kimia. Misalnya saat
petir menyambar maka menghasilkan ozon, ini salah satu contoh saja.
Memang ozon akan terus terbentuk, tetapi menghilang nya ozon akibat
ulah manusia jauh lebih cepat daripada alam ini bisa menghasilkan nya.

Efek rumah kaca bukan salah ilmuwan barat, timur, utara atau selatan,
 tetapi terjadi karena pemakaian zat kimia yang dalam praktek nya
dapat mengurai ozon. Misalnya zat2 kimia yang dipakai pada AC atau
bahkan spray pada botol. Memang bicara 'tidak merusak lapisan ozon
lagi' gampang saja, tetapi bagaimana caranya "tidak merusak lagi"
itulah yang tidak gampang. 

Orang2 yang kamu tertawakan karena repot dan pusing itu, melakukan
riset dengan berbagai cara untuk bisa alih teknologi untuk mengurangi
efek bolong nya ozon layer dengan mengurangi zat2 yang tidak ozon
friendly dengan biaya yang tidak terlalu besar agar bisa di
adaptasikan ke seluruh dunia termasuk negara2 yang kurang mampu.
Misalnya dengan mengganti cara kerja AC ruangan, AC mobil, Kulkas, dan
alat2 lain yang sudah menjadi ketergantungan manusia.  

Kalau memang ozon layer sudah mulai kembali seperti semula, berarti
alih teknologi yang selama ini besar2 an dilakukan sudah menampakkan
hasil. Kalau tidak ada ilmuwan yang repot2 memikirkan alih teknologi
itu, maka perusakan ozon layer di atmosfer bumi akan terus berlangsung
sampai sekarang. 

I don't know, tapi kalau tidak ada yang pusing dan
menggembar-gemborkan alias berkampanye menyelamatkan ozon layer bumi,
apakah kita2 yang kurang paham kimiawi bumi ini bisa ikut
menyelamatkan bumi? Belum tentu.

Jangan suka menyepelekan hasil kerja orang atau bangsa lain lah
sebelum kita sendiri berhasil melakukan perubahan sebesar itu. Kalau
lihat iklan mobil sekarang, lebih environment friendly lagi karena
waste nya berupa H2O. Teknologi sudah ada, tetapi alih teknologi nya
akan mahal sekali dan tidak semua negara mampu melakukan alih
teknologi itu, termasuk Indonesia. Maka bukan pekerjaan gampang untuk
menyelamatkan lingkungan  dan orang2 yang repot dan pusing itu harus
diberi tanda jasa atas kerja kerasnya. Indonesia dan America juga
sedang melakukan riset besar2 an untuk mendapatkan bahan bakar
pengganti minyak bumi, dengan bio-technology. Saat ini Indonesia
berkonsentrasi pada minyak jarak, sementara America memakai minyak
jagung. 

Seperti Captain Kirk bilang, "Make a difference".
Orang2 yang kamu bilang repot dan pusing itu sudah 'make a difference'
dengan menciptakan teknologi yang lebih ramah ozon layer, gue sebagai
konsumen barang elektronik juga sudah 'make a difference' dengan
menukar barang2 lama gue dan membeli produk2 baru yang safe for ozon
layer. Bahkan gas spray yang biasa gue pakai untuk membersihkan DVD
player pun sudah tidak gue pakai lagi karena memakai zat yang dapat
mengurai ozon. Gue juga berusaha sekali tidak membeli makanan yang
dibungkus styrofoam untuk menyumbang perbaikan lingkungan. I changed
my habit to make a difference. Usaha gue of course jauh kelihatan
kecil dibanding para ilmuwan yang repot dan pusing itu. But at least I
can tell myself that I do something about it. I'm not just shifting
the responsibility to some other people or smile while watching them
working their ass off.  

Peduli lingkungan dengan selalu meletakkan sampah organik dan
non-organik di tempat yang berbeda saja sudah besar hasilnya padahal
kelihatannya sepele. Selain lebih ramah lingkungan, juga sangat
menolong para pemulung yang sebetulnya mereka adalah front line dari
environmental problems di Indonesia. Tanpa para pemulung itu maka
sampah di Indonesia betul2 merusak lingkungan kita sendiri. 

An honest question for you: Apakah kamu dan kawan2 sudah 'make a
difference' ataukah hanya senyum2 saja and take everything for granted?

Do you realize bahwa dengan menaiki kendaraan metro mini atau bus PPD
tua saja berarti sudah menyumbang untuk perusakan lingkungan? How to
make a difference is never an easy task. It takes time, efforts and money.

Mungkin daripada mentertawakan pekerjaan orang lain, harusnya kita
belajar introspeksi diri dan lebih banyak belajar dari orang2 yang
sudah mau repot dan pusing itu. Kalau memang qualified, join the green
peace lebih bermanfaat daripada hanya tersenyum.

Lagipula, apa yang kita bilang aman untuk saat ini, belum tentu ramah
lingkungan pada 200 tahun lagi. Science progressed. Dengan semakin
manusia mengerti mengenai alam ini maka semakin banyak rahasia alam
yang terbuka. Dengan demikian apa yang tadinya tidak kita ketahui
dapat merusak, mungkin dalam 200 tahun ternyata baru ketahuan bisa
merusak bumi ini. 

Life is about taking one step at a time. 
Life is about learning. 
We should never take Life for granted.

Salam,
Indie


--- In [email protected], riz aircooled <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

>   Sebenarnya kan cukup menghilangkan efek rumah kacanya atau
merubuhkan saja rumah kacannya, lagian tuh ilmuwan barat bikin rumah
kaca masive amat bikin rusak aja...
>   Selesai perkara rumah kaca org mulai ribut2 lagi bagaimana
membetulkan lapisan ozon. Mulailah prediksi2 kapan lapisan ozon lenyap
dsb heboh lagi ilmuwan terutama dari negara barat pusing lagi dsb.
>    
>   Kami cuma senyum2 saja. Ngapain repot2 ozon akan memperbaiki
dirinya sendiri. Wah banyak yg tertawa mendengar itu. Asal kalian
tidak merusaknya lagi dsb maka ozon akan merapat kembali. Wuah..lagi2
banyak yg nggak percaya. Kenyataannya beberapa waktu yg lalu
diberitakan bahwa lapisan ozon di beberapa tempat merestorasi kembali.
Pemanasan global kali ini disebabkan faktor lingkungan hutan dan
sekitar yg rusak dan bumi memang lagi terjadi pergeseran medan magnet
atau apalah yg terjadi berapa ribu tahun sekaliatau bagaimana gitu
>   Al-Quran telah mengatakan bahwa lapisan langit akan terpelihara
sampai akhir jaman.
>    
>   Wassalam
>   Herdi


Kirim email ke