ehemm... sesuai wangsit yang gw terima tadi malem (hehe...),

God <> Zero Brane-Entity

sa-enggak nya itu harapan saya.
gimana kalo' God punya beberapa Zero Brane-Entities (?)
yang menjadi wadah-nya wadah untuk naroh universe(s)

tidak kah kita terlalu cepet mengungkung God dalam beberapa persamaan(?)

ProGod
MN
*** Q aja sdh time-less, space-less dalam persamaan math -nya kita :)



--- In [email protected], "Erianto Rachman"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hi,
> 
>  
> 
> Agama mangajarkan banyak hal. Masing-masing orang menerima ajaran
itu dengan
> tingkat pemahaman yang berbeda, sesuai dengan nalarnya masing-masing.
> 
> Tujuan Agama adalah mulia demi kebaikan umatnya dan mengajarkan
bahwa Tuhan
> itu ada dan satu-nya zat yang wajib disembah.
> 
>  
> 
> Saya pernah berdebat, bahwa agama adalah doktrin.
> 
> Saat saya bertanya kepada teman saya itu, "Mengapa Tuhan Maha Esa?"
> 
> Jawabannya, "Karena Dia tidak dilahirkan dan tidak memiliki anak.. Dan
> lainnya." yang saya tau bahwa ia mengutip kitab suci.
> 
> Dia benar. Namun jawabannya tidak memuaskan saya.
> 
>  
> 
> Bagi saya, Tuhan Maha Esa karena dia-lah Zat yang tidak dapat dibagi
lagi.
> Bahwa zatnya adalah Fundamental dari segala zat yang ada. Dialah
Penyebab
> dari semua eksistensi. sebagai Awal dan Akhir.
> 
> Termasuk ruang, waktu, dan semua yang menempati ruang-waktu
tersebut. God is
> the true "Singular Background Independent Force"
> 
>  
> 
> One clue of God; The Zero-Brane Entity.
> 
>  
> 
> IMHO lho.. Hehehe.
> 
>  
> 
>  
> 
> Saat pertama kali saya menyaksikan Q dihadirkan di Star Trek. Adalah
suatu
> yang menggetarkan hati bagaimana Gene R menggoda pemahaman orang
atas Tuhan.
> 
> Cara yang halus dan cantik untuk menembut threshold itu.
> 
> Seolah-olah Gene ingin mengatakan, "Nih, saya ciptakan karakter Q
yang serba
> kuasa. Kalau ini terlalu kuasa bagimu, maka Tuhan-mu jauh labih dari
yang
> bisa dibayangkan manusia."
> 
> Hehehehe..
> 
>  
> 
> IMHO lagi..
> 
>  
> 
>  
> 
> Salam,
> 
> Eri
> 
>  
> 
>   _____  
> 
> From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
> On Behalf Of Keanu R
> Sent: Friday, September 14, 2007 4:49 AM
> To: [email protected]
> Subject: [Indo-StarTrek] Re: Braneworlds...
> 
>  
> 
> apa yang di ajarkan ttg universe oleh agama on earth di tingkat
filosofi.
> terus teori fisika yang ada juga spt teori string masih dikategorikan
> filosofi.
> (walaupun secara matematika terlalu indah u/ salah)
> 
> kayaknya beda nya : matematika
> bagi kita yang punya banyak waktu ini pendekatan yg menyenangkan
> tapi kalo' kita harus ngurus ini & ngurus itu
> pendekatan agama lebih praktis :)
> 
> walaupun jalan menuju tuhan sebanyak nafas mahluk nya, 
> atau sebut saja tak hingga,
> kita punya hak u/ mimilih sesuai selera kita.
> 
> jika science pada akhir nya membuktikan tuhan 'ada',
> paling tidak kita sudah meng-hemat waktu :)
> jika sebaliknya :
> a. kita terima, aja
> b. tdk terima:
> 1. tetap beriman
> 2. bikin science yang membuktikan teori awal salah :)
> 
> Salam
> MN
> 
> --- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
> yahoogroups.com, Sharif Dayan <dayan@> wrote:
> >
> > Salam Sejahtera...
> > 
> > Pada senin, 10 September 2007, Erianto Rachman menulis:
> > 
> > > bahwa segala sesuatu adalah cyclic. Siklus. Mati, tercipta
> > > kembali, terus begitu tanpa habisnya.
> > 
> > Saya tertarik dengan konsep Hindu mengenai keberadaan kita, yaitu 
> > mengenai sistem yang sadar mengenai keberadaan dirinya sendiri. Daur 
> > hidup sistem tersebut merupakan yang terpanjang yang pernah saya
kenal, 
> > yaitu 311 triliun tahun, yaitu masa hidup Brahma.
> > 
> > Hal yang dikisahkan dalam ST, Stargate dan seterusnya belum sampai
pada 
> > makna keberadaan alam ini, namun merupakan salah satu alat untuk 
> > mengenalinya.
> > 
> > Sementara mengenai mengenai "plane of existence", telah lama
dipaparkan 
> > dalam ajaran Buddha.
> > 
> > 
> > Sharif Dayan
> > di Palembang
> >
> 
>  
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke