Ooo, maksudnya mengubah sejarah gitu. Ya bisa aja sih. Tapi ada beberapa
alternatif skenario yang bisa terjadi terkait dengan ini.

 

Skenario 1.

Timeline tetap satu. Jadi kita mengubah sejarah (tindakan diri kita sendiri
di masa lalu) sehingga mencegah past-kita berbuat dosa. Nah, dalam skenario
ini, karena timeline tetap satu, maka kejadian ini tetap terhubung dengan
hidup present-kita, sehingga dosa present-kita jadi berkurang.

 

Skenario 2.

Sama dengan skenario 1 sebenernya. Seharusnya dosa present-kita berkurang
karena tindakan pemicu dosa tidak jadi dilakukan. Tapi sayangnya tindakan
mengubah sejarah terhitung dosa oleh Tuhan. Besarnya segimana? Besarnya
sangat bervariasi, yaitu persis equal dengan dosa kita yang hilang akibat
perubahan sejarah yang terjadi. Artinya itungannya impas.

 

Skenario 3.

Timeline terpecah. Saat kita mengubah sejarah dan mencegah past-kita berbuat
dosa, timeline terpecah menjadi dua. Timeline present-kita yang sudah
dijalani tidak berubah (karena sudah dijalani, tindakan sudah dilakukan dan
dosa sudah terbentuk) tapi terbentuk alternate timeline di mana
alternate-kita berada (alternate-kita adalah past-kita yang tumbuh dewasa
setelah sejarah diubah). Di situ dosa alternate-kita berkurang, karena
tindakan pemicu dosa tidak dilakukan, tapi bagi present-kita dosa tidak
berkurang.

 

Skenario 4.

Timeline tidak bisa terpecah, tapi on the other hand, sejarah (sesuatu yang
sudah terjadi) bagi present-kita tidak bisa diubah/di-undone, karena kondisi
present-kita bisa "ada" dan "seperti itu" adalah karena sejarah/masa lalu
tertentu. Nah, dalam skenario ini memaksakan mengubah sejarah membuat
keberadaan present-kita menjadi kontradiktif dengan sejarah. Akibatnya,
begitu mengubah sejarah, maka keberadaan present-kita tidak lagi diakui oleh
timeline dan present-kita pun hancur/lenyap tanpa bekas. Alih-alih ngurangin
dosa malah mati. Keciannnn deh luuuuu...

 

Lho, yang tadinya kelihatannya sederhana kok jadi panjang gini ya? He he
he... namanya juga mengkhayal. :-)

 

Ario

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Keanu R



 

---dengan asumsi time-travel ok---

lha kita khan bisa mencegah kita-old u/ berbuat salah :)
Amal ma'ruf nahi mungkar tuh ... :)

Hehe...
MN

--- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com, Ario Pro TV <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kayaknya nggak ada hubungannya deh, Mas, antara kembali ke masa lalu
ama itungan dosa. Sama aja pindah ke masa lalu atau masa depan, nggak
ada pengaruh dengan itungan dosa kita.
> 
> Menurut gue sih kalo kita pindah waktu, maka kita akan menjadi
person/entity yang berbeda dengan diri kita di masa itu (lalu atau
depan). Jadi dosa yang kita tanggung dengan tindakan-tindakan yang
kita lakukan ya terhitung pada diri kita yang melakukannya, di mana
pun dan di waktu mana pun kita melakukannya. IMHO. Lha, pindah waktu
aja belum dimungkinkan, semua pasti masih merupakan opini. :-)
> 
> Ario
> 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke