Seingat gw, gw ka pernah nyebut "belakang"..

Yang gw sebut adalah bahwa kita ga bisa ke masa lalu.

 

Masih sama, bagi gw ga mungkin lah yaaaaaawwwwww

 

 

@ Keanu

Kekekekeke. malaikat capek ya nulis-hapus terus..kekekeke

 

 

Salam,

Eri

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Alidjaja Ivan
Sent: Wednesday, September 19, 2007 8:30 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [Indo-StarTrek] Re: Braneworlds...

 


apa bung Eri yakin kalo 'belakang' itu pasti 'belakang' menurut teorinya
bung Eri?

Ivan

________________________________

From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
[mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com] On Behalf Of Keanu R
Sent: 18. syyskuuta 2007 22:26
To: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com
Subject: [Indo-StarTrek] Re: Braneworlds...



ok, go to Eri's statement:
...kita hanya bisa time travel ke 'depan' bukan ke 'belakang'

kasian malaikatnya nulis-hapus nulis-hapus gitu :)

--- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> , "Ario Wirawan" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Ooo, maksudnya mengubah sejarah gitu. Ya bisa aja sih. Tapi
ada beberapa
> alternatif skenario yang bisa terjadi terkait dengan ini.
> 
> 
> 
> Skenario 1.
> 
> Timeline tetap satu. Jadi kita mengubah sejarah (tindakan diri
kita
sendiri
> di masa lalu) sehingga mencegah past-kita berbuat dosa. Nah,
dalam
skenario
> ini, karena timeline tetap satu, maka kejadian ini tetap
terhubung
dengan
> hidup present-kita, sehingga dosa present-kita jadi berkurang.
> 
> 
> 
> Skenario 2.
> 
> Sama dengan skenario 1 sebenernya. Seharusnya dosa
present-kita
berkurang
> karena tindakan pemicu dosa tidak jadi dilakukan. Tapi
sayangnya
tindakan
> mengubah sejarah terhitung dosa oleh Tuhan. Besarnya segimana?
Besarnya
> sangat bervariasi, yaitu persis equal dengan dosa kita yang
hilang
akibat
> perubahan sejarah yang terjadi. Artinya itungannya impas.
> 
> 
> 
> Skenario 3.
> 
> Timeline terpecah. Saat kita mengubah sejarah dan mencegah
past-kita
berbuat
> dosa, timeline terpecah menjadi dua. Timeline present-kita
yang sudah
> dijalani tidak berubah (karena sudah dijalani, tindakan sudah
dilakukan dan
> dosa sudah terbentuk) tapi terbentuk alternate timeline di
mana
> alternate-kita berada (alternate-kita adalah past-kita yang
tumbuh
dewasa
> setelah sejarah diubah). Di situ dosa alternate-kita
berkurang, karena
> tindakan pemicu dosa tidak dilakukan, tapi bagi present-kita
dosa tidak
> berkurang.
> 
> 
> 
> Skenario 4.
> 
> Timeline tidak bisa terpecah, tapi on the other hand, sejarah
(sesuatu yang
> sudah terjadi) bagi present-kita tidak bisa diubah/di-undone,
karena
kondisi
> present-kita bisa "ada" dan "seperti itu" adalah karena
sejarah/masa
lalu
> tertentu. Nah, dalam skenario ini memaksakan mengubah sejarah
membuat
> keberadaan present-kita menjadi kontradiktif dengan sejarah.
Akibatnya,
> begitu mengubah sejarah, maka keberadaan present-kita tidak
lagi
diakui oleh
> timeline dan present-kita pun hancur/lenyap tanpa bekas.
Alih-alih
ngurangin
> dosa malah mati. Keciannnn deh luuuuu...
> 
> 
> 
> Lho, yang tadinya kelihatannya sederhana kok jadi panjang gini
ya? He he
> he... namanya juga mengkhayal. :-)
> 
> 
> 
> Ario
> 
> 
> 
> _____ 
> 
> From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
[mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ]
> On Behalf Of Keanu R
> 
> 
> 
> 
> 
> ---dengan asumsi time-travel ok---
> 
> lha kita khan bisa mencegah kita-old u/ berbuat salah :)
> Amal ma'ruf nahi mungkar tuh ... :)
> 
> Hehe...
> MN
> 
> --- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
> yahoogroups.com, Ario Pro TV <progexprotv@> wrote:
> >
> > Kayaknya nggak ada hubungannya deh, Mas, antara kembali ke
masa lalu
> ama itungan dosa. Sama aja pindah ke masa lalu atau masa
depan, nggak
> ada pengaruh dengan itungan dosa kita.
> > 
> > Menurut gue sih kalo kita pindah waktu, maka kita akan
menjadi
> person/entity yang berbeda dengan diri kita di masa itu (lalu
atau
> depan). Jadi dosa yang kita tanggung dengan tindakan-tindakan
yang
> kita lakukan ya terhitung pada diri kita yang melakukannya, di
mana
> pun dan di waktu mana pun kita melakukannya. IMHO. Lha, pindah
waktu
> aja belum dimungkinkan, semua pasti masih merupakan opini. :-)
> > 
> > Ario
> > 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>





[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke