Nggak ngerti... maksudnya?
Mencoba meng-elaborasi: sebetulnya kun fayakun itu memang eksklusif power Allah. Yang gue maksud tinggal diciptain "ding" jadi gitu aja itu sebetulnya HANYA dalam persepsi manusia kita saat ini yang masih terkungkung keterbatasan dimensi dan persepsi linier. Pada saat kita sudah berevolusi ke tahap berikutnya, mungkin sebetulnya nggak kun fayakun juga. Sebetulnya ada proses yang rumit juga (walaupun berbeda dari proses "manual" yang kita kenal sekarang ini). Tapi proses rumit itu nggak kelihatan oleh persepsi linier manusia saat ini (yang belum berevolusi), makanya kelihatannya "ding" langsung jadi gitu aja. Analoginya, biar nggak bingung: Orang purba yang sudah bisa menyalakan api dengan menggesekkan batu, melihat kita menyalakan api dengan lighter pasti bingung. Kok begitu instan tinggal tekan tombol langsung menyala. Dia kan nggak tahu di balik ke"instan"an tadi ada proses gesekan batu api dengan gerinda, ada proses pembukaan katup gas sehingga gas keluar dari wadahnya, dan ada proses gas terbakar oleh percikan batu api dan menyala menjadi api. Ario _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Keanu R tanya: kunfayakun vs evolve ?? [Non-text portions of this message have been removed]
