oic, kunfayakun nya gitu tho... :) ada proses tapi kita gak bisa liat menarik juga nih :)
*kayak sulap dong yaa?? berarti yang kita butuhkan mask magician dong :) SoriGakNyimak MN --- In [email protected], "Ario Wirawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Nggak ngerti... maksudnya? > > > > Mencoba meng-elaborasi: sebetulnya kun fayakun itu memang eksklusif power > Allah. Yang gue maksud tinggal diciptain "ding" jadi gitu aja itu sebetulnya > HANYA dalam persepsi manusia kita saat ini yang masih terkungkung > keterbatasan dimensi dan persepsi linier. Pada saat kita sudah berevolusi ke > tahap berikutnya, mungkin sebetulnya nggak kun fayakun juga. Sebetulnya ada > proses yang rumit juga (walaupun berbeda dari proses "manual" yang kita > kenal sekarang ini). Tapi proses rumit itu nggak kelihatan oleh persepsi > linier manusia saat ini (yang belum berevolusi), makanya kelihatannya "ding" > langsung jadi gitu aja. > > > > Analoginya, biar nggak bingung: Orang purba yang sudah bisa menyalakan api > dengan menggesekkan batu, melihat kita menyalakan api dengan lighter pasti > bingung. Kok begitu instan tinggal tekan tombol langsung menyala. Dia kan > nggak tahu di balik ke"instan"an tadi ada proses gesekan batu api dengan > gerinda, ada proses pembukaan katup gas sehingga gas keluar dari wadahnya, > dan ada proses gas terbakar oleh percikan batu api dan menyala menjadi api. > > > > Ario > > > > _____ > > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] > On Behalf Of Keanu R > > > > > > > tanya: kunfayakun vs evolve ?? > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
