Gitu ya? Gw harus baca-baca lagi nih the "primbon" kita itu.
Kalau nanti ada pesan tersembunyi yang membenarkan kemungkinan adanya cyclic universe, I'll take it. :-) Eri. _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Keanu R Sent: Tuesday, September 25, 2007 4:32 AM To: [email protected] Subject: [Indo-StarTrek] Re: Balasan: RE: Balasan: RE: Balasan: RE: Effort vs Time, from A to B (was Bala lha...Bos, kita khan gak/belum tahu 'apa' Will yang sebenernya, jangan2 Will nya:"...oke, cyclic universe dong, 7 siklus aja, kunfayakun 'n Go!!" --- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com, "Erianto Rachman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Betul sekali. Begitu pula gw mengartikannya. > > Itu adalah sebuah kekuatan kehendak. The power of Will > > Di adalah "Penyebab" pertama. > > > So I refuse cyclic concept. Coz there was a moment of creation. > > And there was a reason to create. > > > Salam, > > Eri > > > > _____ > > From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com [mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com] > On Behalf Of Ario Wirawan > Sent: Monday, September 24, 2007 1:58 PM > To: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com > Subject: RE: [Indo-StarTrek] Re: Balasan: RE: Balasan: RE: Balasan: RE: > Effort vs Time, from A to B (was Bala > > > > Sorry bagi yang nggak/kurang mengerti: Kun fayakun adalah ucapan Allah SWT > di Al Quran surat Yaasin yang artinya kurang lebih (please CMIIW) "Aku > berkata 'jadi' maka jadilah." > > Dalam penafsiran orang Islam selama ini, kun fayakun ini identik dengan > kekuatan (kemampuan/kesanggupan) Allah untuk menciptakan sesuatu secara > instan. Tinggal petik jari "klik" maka langsung jadi. Itu aja sih. > > Ario > > _____ > > From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> > yahoogroups.com [mailto:indo-startrek@ > <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com] > On Behalf Of Ario Wirawan > > Nggak ngerti... maksudnya? > > Mencoba meng-elaborasi: sebetulnya kun fayakun itu memang eksklusif power > Allah. Yang gue maksud tinggal diciptain "ding" jadi gitu aja itu sebetulnya > HANYA dalam persepsi manusia kita saat ini yang masih terkungkung > keterbatasan dimensi dan persepsi linier. Pada saat kita sudah berevolusi ke > tahap berikutnya, mungkin sebetulnya nggak kun fayakun juga. Sebetulnya ada > proses yang rumit juga (walaupun berbeda dari proses "manual" yang kita > kenal sekarang ini). Tapi proses rumit itu nggak kelihatan oleh persepsi > linier manusia saat ini (yang belum berevolusi), makanya kelihatannya "ding" > langsung jadi gitu aja. > > Analoginya, biar nggak bingung: Orang purba yang sudah bisa menyalakan api > dengan menggesekkan batu, melihat kita menyalakan api dengan lighter pasti > bingung. Kok begitu instan tinggal tekan tombol langsung menyala. Dia kan > nggak tahu di balik ke"instan"an tadi ada proses gesekan batu api dengan > gerinda, ada proses pembukaan katup gas sehingga gas keluar dari wadahnya, > dan ada proses gas terbakar oleh percikan batu api dan menyala menjadi api. > > Ario > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed]
