kl dari sudut pesimistis, mgk ada yg berkata ' ngantri aja ga bisa, masa
bgs indonesia mau ke luar angkasa?'
mgk si pesimistis ini lupa, kl di angkasa luar ga perlu
ngantri...hehehehe..
 
tapi saya pikir, sih ngantri itu perlu...dan wajib hukumnya..
 
minimal anak2 kita udah diajarin caranya ngantri..terus kl pas ngantri
ada yg nyerobot, kt kasi tahu
sama anak2 kita kalo org yg nyerobot itu melakukan tindakan yg tidak
terpuji...
 
--
 


________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Erianto Rachman
        Sent: 28. joulukuuta 2007 9:24
        To: [email protected]
        Subject: RE: [Indo-StarTrek] Re: Bumi Kita
        
        

        Hi Heri,
        
        Yup, begitulah. ironis.
        
        Sewaktu saya ke sana, ga bisa komentar apa2 selain cengar cengir
sendiri.
        
        Speechless and hopeless.
        
        Kebetulan istri saya bekerja untuk sebua perusahaan minyak.
        
        Berita Lumpur Lapindo ini tentunya pernah menjadi bahasan yang
seru. Dan
        mereka menyebutkan mengapa bencana itu dapat terjadi.
        
        Kesalahannya adalah terletak pada kebodohan manusia sendiri.
        
        Kenapa sih kok prosedur sederhana begitu saja ga bisa diikutin?
        
        ----------
        
        Agak melebar nih, 
        
        Sewaktu saya ke suatu kota, saya 4 kali ke McDonald untuk beli
eskrim. 4
        kali itu juga antrian saya diserobot orang.
        
        Kenapa sih bangsa kita kalo diminta antri susah amat?
        
        Pertama kali saya biarkan, kedua kali saya bilang ke kasir nya
bahwa
        "sekarang giliran saya, bukan dia"
        
        Ketiga kali saya omelin kedua-dua nya. "Bisa antri ga sih bu?"
        
        Keempat kalinya saya Cuma bisa cengar-cengir. speechless dan
hopeless,
        ternyata memang begitu ya culture nya. sampe disitu doang
pendidikan mereka
        ini.
        
        ----------
        
        Begitupulah pandangan saya terhadap bencana Lumpur di Porong.
        
        Tidak ada lagi kata yang bisa terucap. Cuma seringai suram dari
sudut bibir
        yang terkatup rapat.
        
        Cieeeee.. Bahasanya euy. sok puitis. lucu sekali..
        
        Salam,
        
        Eri
        
        _____ 
        
        From: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
[mailto:[email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ]
        On Behalf Of HERI
        Sent: Friday, December 28, 2007 9:07 AM
        To: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        Subject: [Indo-StarTrek] Re: Bumi Kita
        
        halo wulan, salam kenal
        sori, sekedar nambahin
        
        gw yakin maksud mas Eri bukan 'lucu' dlm arti sebenernya
        bukan dlm arti harafiah, bukan lucu melawak, yg konyol n bikin 
        tertawa yg positif
        
        'lucu' di sini mgkn artinya ironis ato tragis, jd dlm arti
tersirat
        
        mudah2an tambahan gw ini cukup menjelaskan
        
        gimana mas Erik? bener ga maksudnya begini?
        
        thks
        heri_spica
        
        --- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        yahoogroups.com, wulan kusuma 
        <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        > 
        > Itu mah kasian banget atuh....ga da lucu2 nya
        
        > --- Erianto Rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        > 
        > > Hahahaha ini baru lucu.
        > > 
        > > Waktu liburan ke Malang terakhir, saya lihat tuh
        > > lumpur Lapindo yang heboh
        > > itu..
        > > 
        > > Wah. kasian tuh porong. jadi kota mati deh.
        > > 
        > > Salam,
        > > 
        > > Eri
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke