Menspiritualkan sesuatu yg 'fisik' dan mem-fisik-kan sesuatu yg 'spiritual'
adalah hal yg menarik..
 
Dlm memeluk kepercayaan tertentu (duh..gw de ja vu ni....pas detik gw nulis 
ini)....
harus ada timbal balik antara yg dipercayai dan yg mempercayai...
 
-
 
 


________________________________

        From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf 
Of Yudhiarma Yudhi
        Sent: 25. huhtikuuta 2008 0:04
        To: [email protected]
        Subject: RE: [Indo-StarTrek] Re: Big Bang VS Cyclic (The race is on!)
        
        

        Halo....
        
        Tuhan dan Fisika adalah hal yang paling menarik di dunia ini buat saya 
:)
        
        Walaupun saya belum bisa jadi ahli di kedua hal tersebut (dan 
sepertinya ga
        mungkin).
        
        Sejak jaman dulu, fisika (atau mungkin lebih umumnya) ilmu pengetahuan
        selalu dianggap bertentangan dengan agama. Bagaimana kerasnya gereja 
menolak
        teori Heliosentris, sampai-sampai banyak ilmuan yang dihukum saat itu
        (termasuklah Galileo). Agama samawi dan duniawi yang ada saat ini memang
        belum mengakomodir alien. Entah apa yang terjadi di bumi ini seandainya
        memang benar2 ada first contact dengan Vulcan. Keyakinan mahluk berakal
        satu2nya di alam semesta pun pudar. Bahkan konsep ketuhanan yang sering 
kita
        dengan pun mungkin berubah. Tapi bagaimanapun, manusia selalu mencari
        Tuhannya, dalam bentuk apapun. Tinggal keyakinan dalam hati saja yang 
bisa
        mempertahankan diri kita dalam memeluk suatu agama tertentu.
        
        Jika mau diumpamakan, agama itu bagaikan batu yang tidak pernah
        diperlihatkan di dalam genggaman tangan orang lain, dan kita diminta 
untuk
        meyakini batu tersebut ada. Pemikiran logis tentu akan meminta bukti
        keberadaan batu di tangan orang lain itu, tapi pemikiran agama, hanya
        meminta kita yakin akan adanya batu tersebut, sampai akhirnya kebenaran 
akan
        adanya batu dibalik tangan tersebut terkuak oleh waktu :)
        
        Yudhi
        
        From: [email protected] 
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>  [mailto:[email protected] 
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ]
        On Behalf Of ER
        Sent: Kamis 24 April 2008 21:31
        To: [email protected] 
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        Subject: RE: [Indo-StarTrek] Re: Big Bang VS Cyclic (The race is on!)
        
        Hi,
        
        Sewaktu saya SMA, teman2 dekat saya semua berbeda agama, namun sayang 
sekali
        saya tidak terpikirkan untuk menanyakan hal-hal detail.
        
        Saya membaca kitab-kitab atau sekedar ulasan kitab agama-agama yang 
ada, di
        perpustakaan sekolah
        
        Sayang sekali baru kemudian saya menenal fisika dan ini adalah jalan 
terbaik
        dalam menguji dan menambah keyakinan akan agama yang saya anut.
        
        Teman saya mengingatkan saya bahwa cara saya beresiko menuhankan 
science.
        
        Cara yang paling gampang adalah baca dan percaya. Dengarkan dan percaya.
        Selesai.
        
        Mungkin inilah yang menjadikan "agama" sebuah agama. Susuatu yang datang
        langsung dari Tuhan.
        
        Agama menunjukkan perilaku alam, hasil akhir atau tujuan akhir 
kehidupan.
        
        Mungkin juga tugas kita adalah memahaminya dengan menjabarkan proses 
menuju
        hasil akhir itu.
        
        Jadi, achievement manusia yang saat ini sudah mampu berteori string
        merupakan usaha yang sangat mulia.
        
        Apakah benar teroi2 itu? Bgai kita mungkin cara mengujiny adalah: bila 
teori
        tersebut menunjang apa yang disebutkan oleh ajaran agama, maka teori itu
        benar.
        
        Boleh begitu?
        
        Setidaknya itulah yang saya lakukan.
        
        Dan ini yang membuatnya jadi sangat menarik.
        
        =============================
        
        Maaf saya baru sanggup menanggapi sampai sini.
        
        Salam,
        
        ER
        
        _____ 
        
        From: [email protected] 
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>  
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        [mailto:[email protected] 
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ]
        On Behalf Of Sharif Dayan
        Sent: Saturday, April 19, 2008 1:54 AM
        To: [Indo-StarTrek]
        Subject: [Indo-StarTrek] Re: Big Bang VS Cyclic (The race in on!)
        
        Salam Sejahtera...
        
        Maaf, saya terlambat menanggapi karena kurang sehat. Sambil mencari 
        ilham penulisan proyek kita, saya ikutan rembug mengenai subyek di atas.
        
        Pada Selasa, 8 April 2008, ER menulis:
        
        > Gw udah selsai baca habis buku "Endless Universe".
        
        Saya ragu bahwa Anda _belum) pernah mendengar tentang ajaran Hindu. Ini 
        adalah salah satu ajaran tertua, yang asal muasalnya tetap misterius 
        hingga kini. Berbeda dengan ajaran menurut garis Abraham/Ibrahim 
        (Yahudi, Kristen dan Islam), ajaran Hindu tidak mengenal manusia 
pertama.
        
        > Kedua adalah mereka yang mengajukan teori tandingan, yaitu Cyclic
        universe,
        > bahwa alam semesta tidak diketahui kapan diciptakannya, dan Big Bang
        adalah
        > kejadian siklus yang pernah terjadi tak-hingga kali di masa lalu dan 
akan
        > terjadi terus tak-hingga kali di masa datang.
        
        Dalam pertemua 2 minggu silam dengan teman Buddhis dari Persaudaraan 
        Pemuda Antariman Kota Palembang, saya sempat meminta penegasan mengenai 
        bagaimana alam ini (di)ada(kan). Ia mengatakan bahwa sejak awalnya 
        makhluk -artinya bukan hanya manusia- ganti berganti mengisi alam 
(plane 
        of existence). Karma baik dan karma buruklah yang kemudian diserap oleh 
        peradaban sekarang dalam ungkapan "hidup ini seperti roda..."
        
        Dalam Hindu, yang kemudian bercabang pada Buddhis, konsep ketuhanan 
        tidak seperti yang dianggap oleh ajaran garis Abraham, yaitu bahwa Yang 
        Mahakuasa dianggap sebagai satu yang tunggal, sebagaimana manusia 
        memandang satu dirinya sendiri. Itu juga digambarkan dalam kitab-kitab 
        suci, yang menyatakan "Aku" dalam Alkitab -dan mungkin Talmud (Yahudi)- 
        serta "Kami" di dalam Al Qur'anulkarim.
        
        Lalu, bagaimana sebenarnya secara fisika untuk menerangkan keberadaan 
        Manusia, serta -ini yang paling penting, MHS (menurut hemat saya)- 
        timbulnya Kesadaran (consciousness) ? Apakah ia tiba-tiba timbul begitu 
        saja, ataukah ada tahapan evolusionis ?
        
        > Big Bang membawa kerumitan matematis yang mengharuskan perhitungannya
        > melibatkan gravitasi di level quantum.
        
        Saya pernah dikenalkan pada istilah "falsifikasi", salah satu landasan 
        berpikir dalam kerangka keilmuan. Sayang, benak saya enggan untuk 
        menyelamkan diri lebih dalam. Mungkin ada yang bisa memberikan 
        pencerahan mengenai ini ?
        
        > Untuk menjawab tantangan ini, muncullah teori string yang sangat 
menawan
        > menyelesaikan persamaan matematis rumit itu.
        
        Bisakah kita membayangkan adanya suatu peradaban lain, yang logikanya 
        berbeda dengan yang terbentuk dalam peradaban Manusia ? Apakah itu 
        berarti matematika mereka pun berbeda ? Ini bermuara pada pertanyaan: 
        apakah memang ada sesuatu yang berlaku mutlak pada alam ini ? Apa itu ?
        
        > Namun konsekwensinya mengejtukan sekali; braneworlds, parallel 
universe,
        10
        > dimensi ruang....
        
        Saya memandang bahwa alam membran berkecocokan dengan ajaran-ajaran 
        keimanan yang kita kenal selama ini. Mari kita merujuk pada "Q 
        Continuum" mengenai itu.
        
        > Apakah manusia sudah siap menerima yang sekontradiktif ini?
        
        Hal yang berlaku umum selama ini: cukup dulu makan, baru berfilsafat. 
        Alam yang terlalu konvergen atau sebaliknya divergen, akan menyulitkan 
        kita untuk 'meraba' dan 'memetakan' masa depan. Yang saya maksud adalah 
        masa yang jauh di depan sana, di luar hitungan abad dan milenium, 
        melebihi ratusan juta tahun. Hal kontras seperti apakah yang membedakan 
        zaman Pterodactyl dengan tahun 2008 ? Tidak ada, kan ?!
        
        Dalam ajaran Hindu, kala perulangan itu berada dalam ordo trilliunan 
        tahun, yang berada di luar kala geologis, pun usia alam semesta yang 
        diperkirakan 'hanya' belasan milyar tahun.
        
        > Big Bang dan inflasi adalah sebuah teori yang rumit dan banyak sekali
        > fine-tunning telah dilakukan supaya membuat inflasi masuk akal dan 
dapat
        > diterima.
        
        Siapa di antara kita yang bisa menjamin, bahwa pilihan-pilihan 
matematis 
        yang kita tentukan saat ini mengikuti logika yang 'seharusnya' ? Apakah 
        pernah ada dalam sejarah peradaban Manusia, ketika suatu paham harus 
        diruntuhkan dan dibangun dari awal, karena ada kesalahan pemilihan 
sejak 
        awalnya ? Ataukah kita percaya saja, bahwa yang ada saat ini hanya 
perlu 
        diluruskan (aligning) dari masa ke masa ?
        
        > Sedangkan Cyclic adalah teori yang tidak banyak cingcong. Sangat mulus
        > seperti penyelesaian semua kerumitan yang ada.
        > 
        > Kita tunggu 10 tahun lagi
        
        Anda terlalu percaya diri menggunakan 10 tahun itu.
        
        > Apakah planet bumi adalah planet yang ada akibat peristiwa random 
belaka?
        > 
        > Apakah kita manusia bukan makhluk special?
        
        Berdasarkan "Contact" karangan Carl Sagan, saya percaya bahwa setelah 
        alam diciptakan, Sang Pencipta tidak turut campur lagi lagi dalam 
        perjalanan ciptaanNya. Ia memercayakan itu pada seperangkat sistem yang 
        sebelumnya Ia buat. Ketika sistem-sistem itu dirusak. terjadilah 
bencana 
        dan sejenisnya. Ini dikuatkan berdasarkan penyampaian seorang ulama 
        Hindu, saat saya bertahunbaruan (1 Çaka) pada 2008. Kitab-kitab garis 
        Abraham berbeda dalam hal itu.
        
        > Tanya: Untuk apa alam semesta diciptakan?
        > 
        > Jawab: Alam semesta diciptakan untuk bisa hidup di dalamnya makhluk 
yang
        > bernama manusia untuk mempertanyaakan pertanyaan itu.
        
        Absurd. Apa kira-kira tanggapan Q ? Yang merasa sebagai warga "Q 
        Continuum" diharapkan memberikan tanggapan !
        
        Sharif Dayan
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke