Menarik...menarik...
 
Di bawah ini komentar saya (yg diberi 'O')

________________________________

        From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf 
Of Sharif Dayan
        Sent: 19. huhtikuuta 2008 1:54
        To: [Indo-StarTrek]
        Subject: [Indo-StarTrek] Re: Big Bang VS Cyclic (The race in on!)
        
        
        

        Salam Sejahtera...
        
        Maaf, saya terlambat menanggapi karena kurang sehat. Sambil mencari 
        ilham penulisan proyek kita, saya ikutan rembug mengenai subyek di atas.
        
        Pada Selasa, 8 April 2008, ER menulis:
        
        > Gw udah selsai baca habis buku "Endless Universe".
        
        Saya ragu bahwa Anda _belum) pernah mendengar tentang ajaran Hindu. Ini 
        adalah salah satu ajaran tertua, yang asal muasalnya tetap misterius 
        hingga kini. Berbeda dengan ajaran menurut garis Abraham/Ibrahim 
        (Yahudi, Kristen dan Islam), ajaran Hindu tidak mengenal manusia 
pertama.
        
        > Kedua adalah mereka yang mengajukan teori tandingan, yaitu Cyclic 
universe,
        > bahwa alam semesta tidak diketahui kapan diciptakannya, dan Big Bang 
adalah
        > kejadian siklus yang pernah terjadi tak-hingga kali di masa lalu dan 
akan
        > terjadi terus tak-hingga kali di masa datang.
        
        Dalam pertemua 2 minggu silam dengan teman Buddhis dari Persaudaraan 
        Pemuda Antariman Kota Palembang, saya sempat meminta penegasan mengenai 
        bagaimana alam ini (di)ada(kan). Ia mengatakan bahwa sejak awalnya 
        makhluk -artinya bukan hanya manusia- ganti berganti mengisi alam 
(plane 
        of existence). Karma baik dan karma buruklah yang kemudian diserap oleh 
        peradaban sekarang dalam ungkapan "hidup ini seperti roda..." 

        O Di beberapa kepercayaan, paham 'hidup seperti roda' ini sudah dikaji 
ulang dan mulai ditinggalkan...

         

         
        
        Dalam Hindu, yang kemudian bercabang pada Buddhis, konsep ketuhanan 
        tidak seperti yang dianggap oleh ajaran garis Abraham, yaitu bahwa Yang 
        Mahakuasa dianggap sebagai satu yang tunggal, sebagaimana manusia 
        memandang satu dirinya sendiri. Itu juga digambarkan dalam kitab-kitab 
        suci, yang menyatakan "Aku" dalam Alkitab -dan mungkin Talmud (Yahudi)- 
        serta "Kami" di dalam Al Qur'anulkarim.
        
        Lalu, bagaimana sebenarnya secara fisika untuk menerangkan keberadaan 
        Manusia, serta -ini yang paling penting, MHS (menurut hemat saya)- 
        timbulnya Kesadaran (consciousness) ? Apakah ia tiba-tiba timbul begitu 
        saja, ataukah ada tahapan evolusionis ?
         

        O Kl secara fisika, mgk Eri bisa terangkan. Kesadaran itu timbul dari 
interaksi satu being dengan faktor2 eksternal. Kesadaran ini akan menyebabkan 
eksistensi.

         

         
        > Big Bang membawa kerumitan matematis yang mengharuskan perhitungannya
        > melibatkan gravitasi di level quantum.
        
        Saya pernah dikenalkan pada istilah "falsifikasi", salah satu landasan 
        berpikir dalam kerangka keilmuan. Sayang, benak saya enggan untuk 
        menyelamkan diri lebih dalam. Mungkin ada yang bisa memberikan 
        pencerahan mengenai ini ?
        
        > Untuk menjawab tantangan ini, muncullah teori string yang sangat 
menawan
        > menyelesaikan persamaan matematis rumit itu.
        
        Bisakah kita membayangkan adanya suatu peradaban lain, yang logikanya 
        berbeda dengan yang terbentuk dalam peradaban Manusia ? Apakah itu 
        berarti matematika mereka pun berbeda ? Ini bermuara pada pertanyaan: 
        apakah memang ada sesuatu yang berlaku mutlak pada alam ini ? Apa itu ?
         

        O Kata orang matematik, angka O dan 1 . Kalau kata saya = ada dan tiada.

         

         
        > Namun konsekwensinya mengejtukan sekali; braneworlds, parallel 
universe, 10
        > dimensi ruang....
        
        Saya memandang bahwa alam membran berkecocokan dengan ajaran-ajaran 
        keimanan yang kita kenal selama ini. Mari kita merujuk pada "Q 
        Continuum" mengenai itu.
        
        > Apakah manusia sudah siap menerima yang sekontradiktif ini?
        
        Hal yang berlaku umum selama ini: cukup dulu makan, baru berfilsafat. 
        Alam yang terlalu konvergen atau sebaliknya divergen, akan menyulitkan 
        kita untuk 'meraba' dan 'memetakan' masa depan. Yang saya maksud adalah 
        masa yang jauh di depan sana, di luar hitungan abad dan milenium, 
        melebihi ratusan juta tahun. Hal kontras seperti apakah yang membedakan 
        zaman Pterodactyl dengan tahun 2008 ? Tidak ada, kan ?!
         

        O Ada yg bilang bahwa waktu adalah persepsi dan masa depan sebenarnya 
persepsi juga. Jika hendak 'meraba' masa depan, sebaiknya memakai sarana yg 
tidak terbatas waktu dan ruang.

         

         

         
        Dalam ajaran Hindu, kala perulangan itu berada dalam ordo trilliunan 
        tahun, yang berada di luar kala geologis, pun usia alam semesta yang 
        diperkirakan 'hanya' belasan milyar tahun.
        
        > Big Bang dan inflasi adalah sebuah teori yang rumit dan banyak sekali
        > fine-tunning telah dilakukan supaya membuat inflasi masuk akal dan 
dapat
        > diterima.
        
        Siapa di antara kita yang bisa menjamin, bahwa pilihan-pilihan 
matematis 
        yang kita tentukan saat ini mengikuti logika yang 'seharusnya' ? Apakah 
        pernah ada dalam sejarah peradaban Manusia, ketika suatu paham harus 
        diruntuhkan dan dibangun dari awal, karena ada kesalahan pemilihan 
sejak 
        awalnya ? Ataukah kita percaya saja, bahwa yang ada saat ini hanya 
perlu 
        diluruskan (aligning) dari masa ke masa ?
         

        O Kalau yg ini sih pertanyaan retoris. Pertanyaan yg Bung Sharif sudah 
tahu jawabannya....hehehe...

         

         

         
        > Sedangkan Cyclic adalah teori yang tidak banyak cingcong. Sangat mulus
        > seperti penyelesaian semua kerumitan yang ada.
        > 
        > Kita tunggu 10 tahun lagi
        
        Anda terlalu percaya diri menggunakan 10 tahun itu.
         

        O 10 tahun, itu cukup....sangat cukup, 2018....banyak hal terjadi 
diantara 2008 dan 2018...beberapa bisa jadi sangat merubah masa depan bumi...

         

         
        > Apakah planet bumi adalah planet yang ada akibat peristiwa random 
belaka?
        > 
        > Apakah kita manusia bukan makhluk special?
        
        Berdasarkan "Contact" karangan Carl Sagan, saya percaya bahwa setelah 
        alam diciptakan, Sang Pencipta tidak turut campur lagi lagi dalam 
        perjalanan ciptaanNya. Ia memercayakan itu pada seperangkat sistem yang 
        sebelumnya Ia buat. Ketika sistem-sistem itu dirusak. terjadilah 
bencana 
        dan sejenisnya. Ini dikuatkan berdasarkan penyampaian seorang ulama 
        Hindu, saat saya bertahunbaruan (1 Çaka) pada 2008. Kitab-kitab garis 
        Abraham berbeda dalam hal itu.
         

        O Menarik..yg ini menarik..akan saya dalami teori ini...

         

         
        > Tanya: Untuk apa alam semesta diciptakan?
        > 
        > Jawab: Alam semesta diciptakan untuk bisa hidup di dalamnya makhluk 
yang
        > bernama manusia untuk mempertanyaakan pertanyaan itu.
        
        Absurd. Apa kira-kira tanggapan Q ? Yang merasa sebagai warga "Q 
        Continuum" diharapkan memberikan tanggapan !
         

        O Sorry, saya Ferengi....hehehe :-)

         

         
        Sharif Dayan
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke