[tanggapan]

1.  manusia itu hyper omni-potent sehingga bisa menciptakan 'Q' dan 
kelurahan Continuum nya :D

2. a. filsafat kadang bisa memberi visi & nyawa pada matematika dan 
interpretasi fisika, tapi
   b. filsafat kadang filsafat aja (tanpa tujuan pembuktian bahkan 
dasar yang sangat non-matematis)

---trekker satu buka A, trekker dua buku B----

3. Morpheus[the matrix],
    once said that to know the path is different from walking the path
---"iman" tuh pasti beda, dengan dan tanpa 'matematika'----
---dan ini berbanding lurus dengan appresiasi ke-Iman-an tsb---

BahkanQkadangHarusBelajarHumanityMeskiItuDariAndroid
MN :)

btw, 
TBBT 1x13, juga lyumit bahasa nya:
hxxp://rapidshare.com/files/109403000/
the_big_bang_theory.1×13.part1.rar
hxxp://rapidshare.com/files/109403014/
the_big_bang_theory.1×13.part2.rar

hxtp://netload.in/datei527952e81ac84293a2895fafb7796c96/
the_big_bang_theory.1×13.the_bat_jar_conjecture.hdtv_xvid-fov.avi.htm

PASS:
http://irfree.com




--- In [email protected], Sharif Dayan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam Sejahtera...
> 
> Maaf, saya terlambat menanggapi karena kurang sehat. Sambil mencari 
> ilham penulisan proyek kita, saya ikutan rembug mengenai subyek di 
atas.
> 
> 
> Pada Selasa, 8 April 2008, ER menulis:
> 
> > Gw udah selsai baca habis buku "Endless Universe".
> 
> Saya ragu bahwa Anda _belum) pernah mendengar tentang ajaran Hindu. 
Ini 
> adalah salah satu ajaran tertua, yang asal muasalnya tetap 
misterius 
> hingga kini. Berbeda dengan ajaran menurut garis Abraham/Ibrahim 
> (Yahudi, Kristen dan Islam), ajaran Hindu tidak mengenal manusia 
pertama.
> 
> 
> > Kedua adalah mereka yang mengajukan teori tandingan, yaitu Cyclic 
universe,
> > bahwa alam semesta tidak diketahui kapan diciptakannya, dan Big 
Bang adalah
> > kejadian siklus yang pernah terjadi tak-hingga kali di masa lalu 
dan akan
> > terjadi terus tak-hingga kali di masa datang.
> 
> Dalam pertemua 2 minggu silam dengan teman Buddhis dari 
Persaudaraan 
> Pemuda Antariman Kota Palembang, saya sempat meminta penegasan 
mengenai 
> bagaimana alam ini (di)ada(kan). Ia mengatakan bahwa sejak awalnya 
> makhluk -artinya bukan hanya manusia- ganti berganti mengisi alam 
(plane 
> of existence). Karma baik dan karma buruklah yang kemudian diserap 
oleh 
> peradaban sekarang dalam ungkapan "hidup ini seperti roda..."
> 
> Dalam Hindu, yang kemudian bercabang pada Buddhis, konsep ketuhanan 
> tidak seperti yang dianggap oleh ajaran garis Abraham, yaitu bahwa 
Yang 
> Mahakuasa dianggap sebagai satu yang tunggal, sebagaimana manusia 
> memandang satu dirinya sendiri. Itu juga digambarkan dalam kitab-
kitab 
> suci, yang menyatakan "Aku" dalam Alkitab -dan mungkin Talmud 
(Yahudi)- 
> serta "Kami" di dalam Al Qur'anulkarim.
> 
> Lalu, bagaimana sebenarnya secara fisika untuk menerangkan 
keberadaan 
> Manusia, serta -ini yang paling penting, MHS (menurut hemat saya)- 
> timbulnya Kesadaran (consciousness) ? Apakah ia tiba-tiba timbul 
begitu 
> saja, ataukah ada tahapan evolusionis ?
> 
> 
> > Big Bang membawa kerumitan matematis yang mengharuskan 
perhitungannya
> > melibatkan gravitasi di level quantum.
> 
> Saya pernah dikenalkan pada istilah "falsifikasi", salah satu 
landasan 
> berpikir dalam kerangka keilmuan. Sayang, benak saya enggan untuk 
> menyelamkan diri lebih dalam. Mungkin ada yang bisa memberikan 
> pencerahan mengenai ini ?
> 
> 
> > Untuk menjawab tantangan ini, muncullah teori string yang sangat 
menawan
> > menyelesaikan persamaan matematis rumit itu.
> 
> Bisakah kita membayangkan adanya suatu peradaban lain, yang 
logikanya 
> berbeda dengan yang terbentuk dalam peradaban Manusia ? Apakah itu 
> berarti matematika mereka pun berbeda ? Ini bermuara pada 
pertanyaan: 
> apakah memang ada sesuatu yang berlaku mutlak pada alam ini ? Apa 
itu ?
> 
> 
> > Namun konsekwensinya mengejtukan sekali; braneworlds, parallel 
universe, 10
> > dimensi ruang....
> 
> Saya memandang bahwa alam membran berkecocokan dengan ajaran-ajaran 
> keimanan yang kita kenal selama ini. Mari kita merujuk pada "Q 
> Continuum" mengenai itu.
> 
> 
> > Apakah manusia sudah siap menerima yang sekontradiktif ini?
> 
> Hal yang berlaku umum selama ini: cukup dulu makan, baru 
berfilsafat. 
> Alam yang terlalu konvergen atau sebaliknya divergen, akan 
menyulitkan 
> kita untuk 'meraba' dan 'memetakan' masa depan. Yang saya maksud 
adalah 
> masa yang jauh di depan sana, di luar hitungan abad dan milenium, 
> melebihi ratusan juta tahun. Hal kontras seperti apakah yang 
membedakan 
> zaman Pterodactyl dengan tahun 2008 ? Tidak ada, kan ?!
> 
> Dalam ajaran Hindu, kala perulangan itu berada dalam ordo 
trilliunan 
> tahun, yang berada di luar kala geologis, pun usia alam semesta 
yang 
> diperkirakan 'hanya' belasan milyar tahun.
> 
> 
> > Big Bang dan inflasi adalah sebuah teori yang rumit dan banyak 
sekali
> > fine-tunning telah dilakukan supaya membuat inflasi masuk akal 
dan dapat
> > diterima.
> 
> Siapa di antara kita yang bisa menjamin, bahwa pilihan-pilihan 
matematis 
> yang kita tentukan saat ini mengikuti logika yang 'seharusnya' ? 
Apakah 
> pernah ada dalam sejarah peradaban Manusia, ketika suatu paham 
harus 
> diruntuhkan dan dibangun dari awal, karena ada kesalahan pemilihan 
sejak 
> awalnya ? Ataukah kita percaya saja, bahwa yang ada saat ini hanya 
perlu 
> diluruskan (aligning) dari masa ke masa ?
> 
> 
> > Sedangkan Cyclic adalah teori yang tidak banyak cingcong. Sangat 
mulus
> > seperti penyelesaian semua kerumitan yang ada.
> > 
> > Kita tunggu 10 tahun lagi
> 
> Anda terlalu percaya diri menggunakan 10 tahun itu.
> 
> 
> 
> > Apakah planet bumi adalah planet yang ada akibat peristiwa random 
belaka?
> > 
> > Apakah kita manusia bukan makhluk special?
> 
> Berdasarkan "Contact" karangan Carl Sagan, saya percaya bahwa 
setelah 
> alam diciptakan, Sang Pencipta tidak turut campur lagi lagi dalam 
> perjalanan ciptaanNya. Ia memercayakan itu pada seperangkat sistem 
yang 
> sebelumnya Ia buat. Ketika sistem-sistem itu dirusak. terjadilah 
bencana 
> dan sejenisnya. Ini dikuatkan berdasarkan penyampaian seorang ulama 
> Hindu, saat saya bertahunbaruan (1 Çaka) pada 2008. Kitab-kitab 
garis 
> Abraham berbeda dalam hal itu.
> 
> 
> > Tanya: Untuk apa alam semesta diciptakan?
> > 
> > Jawab: Alam semesta diciptakan untuk bisa hidup di dalamnya 
makhluk yang
> > bernama manusia untuk mempertanyaakan pertanyaan itu.
> 
> Absurd. Apa kira-kira tanggapan Q ? Yang merasa sebagai warga "Q 
> Continuum" diharapkan memberikan tanggapan !
> 
> 
> Sharif Dayan
>


Kirim email ke