Satu lagi..di Indonesia terkenal banyak tempat angker dan keramat...maka itu sekarang film2 yg laku dijual adalah film2 horror thema Kuntilanak, Pocong, dan teman2nya...walau memang film2 spt Santet, setan, tuyul dlsbnya sudah marak sejak di thn.80-an. Dulu di tahun awal 80-an sampai 90-an film2 Horror dan film2 Silat pendekar di warnai dng "bumbu-bumbu" spt misalnya wanita mandi di sungai, baju yg kelihatan 'nyembul' payudaranya sedikit, adegan wanita mandi disungai dikejar penjahat sambil setengah telanjang lalu di tolong oleh pendekar (agak telat nolongnya supaya penonton bisa senyam senyum terhibur senang melihat paha mulus dan untung2 keliatan payudara nya sedikit), maaf saya bukan vulgar, tapi itulah fenomena film2 yg laku di pasaran Indonesia dari tahun 70an, 80an, sampai 90-an lalu ada film2 Ranjang Ternoda, Desahan maut, dlsbnya. Penontonnya membludak utk film2 spt itu, murah meriah ndak usah mikir, bisa cengengesan sambil berkhayal. Nah, film2 yg sekarang ini semuanya serba nanggung. mau serem malah hantunya keliatan lucu.. mau keliatan aktingnya bagus malah jadi mboseni nontonnya mau keliatan sci-fi malah jadi keliatan film tahyul, wah repot memang kalau kreatifitas terlalu dikekang banyak peraturan dan dibatasi. mengapa film2 India bisa lebih bervariasi dan penari2nya cantik2 dan bahenol2 itu menarik perhatian? krn disana gerakan pinggul gak dilarang, disini, mau goyang jaipong aja dilarang...haha(sorry rada melantur), kenapa Holywood sangat maju dan berkembang? karena para enterpreuneur ber investasi pada dunia film, dan kreatifitas film maker tidak dibatasi. mau buat film porno silahkan, film menghujat agama, silahkan, film menghujat presiden, silahkan, akhirnya selera penonton lah yg memetakan dirinya sendiri,..akhirnya para produser tau, teknologi perfilman musti berkembang mengikuti selera pasar. Kalau film Indonesia mau berkembang ya memang kreatifitas insan seni memang harus dibebaskan ber kreasi, dan ... berkualitas, barulah kemudian film Indonesia akan bisa memenangkan hati penonton indonesia. ~ LIVE LONG and PROSPER ~ Bowo T. Suharso http://trekphilosophy.blogspot.com/ http://www.indo-startrek.org/promo/STXI/ Mobile: 0815 810 1242
________________________________ Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kamis, 19 Maret, 2009 10:41:05 Topik: Re: [Indo-StarTrek] OOT: mencintai film indonesia Mungkin memang sebaiknya bikin film itu sesuai dg keadaan negara di mana film itu dibuat. Di Indo, yang bisa 'dijual' kan pemandangan alamnya, coba kalo bikin film yg lbh mengexploit alam indo, mgkn malah laku, dibanding bikin film jurig, memangnya para jurig itu seneng apa kalo difilmkan, apalagi jauh dari aslinya.. Hehehe Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ------------------------------------ ============[[email protected]]=========== [Indo-StarTrek] Indonesian Star Trek Community http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek "...to boldly go where no Indonesian has gone before." ------------------------------------------------------ Website: http://www.indo-startrek.org Forum: http://www.indo-startrek.org/forum Friendster: http://www.friendster.com/isc2006 Facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=37387153891 =/\= ================================================= =/\=Yahoo! Groups Links Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ [Non-text portions of this message have been removed]
