Sayangnya pandangan sebagian besar insan film juga seperti ini. Padahal kalau 
saya boleh urun rembug, ini tidak selamanya benar. Sebenarnya kreativitas lebih 
penting daripada uang. Diberi uang setara budget film Hollywood pun, kalau 
tidak diiringi kreativitas, maka jadinya ya tetap saja Saras dan Panji (tanpa 
bermaksud menjelekkan kedua karya sinetron tersebut.) Sebaliknya, George Lucas 
bikin Star Wars dengan budget yang sangat rendah, dengan menempel-nempelkan 
mainan-mainan plastik murahan yang kecil-kecil, lalu dicat untuk jadi close 
shot-nya Death Star. Tapi lihat saja hasilnya. Melegenda.

Sampai sekarang pun, dalam membuat trilogi Star Wars modern (episode 1 - 3) 
Lucas tetap mempertahankan budget yang semurah mungkin. Itu pun pastinya jauh 
lebih mahal daripada trilogi Star Wars pertama, tapi coba kita perhatikan 
komentar penggemar Star Wars dunia. Di luar dari sfx yang jauh lebih bagus, 
mereka (please cmiiw) tetap menganggap trilogi Star Wars pertama lebih bagus 
daripada yang baru.

Contoh lain: waktu Star Trek pertama dibuat dulu itu memangnya budget-nya 
berapa? Bandingkan dengan katakanlah remake-nya Knight Rider, Bionic Woman atau 
Flash Gordon (sebagai sesama film seri sci-fi). Tetapi mana yang jadi melegenda 
dan mana yang gagal?

Banyak faktor yang mendukung semua ini memang, tapi intinya saya tetap meyakini 
bahwa kreativitas lebih penting daripada uang. Kalau memang niat, orang 
Indonesia bisa bikin karya sci-fi yang bagus.

imho,
Ario

 

________________________________
From: Firandia Ko [email protected]


kalau kita maksa bikin tema sci fi, yaa buntut2nya bisa jadi kaya Panji Manusia 
Millenium atau Saras 008..(???), gak cocok, teknologi mungkin sampai tapi modal 
buat memakai teknologi tsb di film terlalu mahal. 
.




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke